{"id":14370,"date":"2021-01-09T00:13:06","date_gmt":"2021-01-08T17:13:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=14370"},"modified":"2021-01-09T00:13:06","modified_gmt":"2021-01-08T17:13:06","slug":"lebih-10-tahun-mengabdi-nasib-belasan-ribu-guru-honor-aceh-terkatung-katung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/01\/09\/lebih-10-tahun-mengabdi-nasib-belasan-ribu-guru-honor-aceh-terkatung-katung\/","title":{"rendered":"Lebih 10 Tahun Mengabdi, Nasib Belasan Ribu Guru Honor Aceh Terkatung-katung"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh<\/strong> &#8212; Sejumlah guru honor dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam asosiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35+ atau GTKHNK35+ menggelar pertemuan dengan Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, Jum&#8217;at, 8 Januari 2021.<\/p>\n<p>Pertemuan yang berlangsung di kantor perwakilan DPD RI Aceh ini dipenuhi dengan curhat para guru honorer yang berumur 35 tahun ke atas tentang nasib mereka yang terkatung-katung tanpa kejelasan meski telah mengabdi lebih dari 10 tahun.<\/p>\n<p>Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Bahrul Kiran S.Pdi M.Kom.I selaku Ketua GTKHNK 35+ Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Rata-rata kami sudah berumur di atas 35 tahun dan di luar kategori. Sedangkan untuk seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dibatasi umur 35 ke bawah,&#8221; kata Bahrul.<\/p>\n<p>&#8220;Selama ini para guru honorer ini menerima jerih payah jauh di bawah standar. Ada yang Rp 200 ribu perbulan,&#8221; ungkap guru lainnya.<\/p>\n<p>Bahrul berharap Syekh Fadhil bisa bersuara agar honor guru bisa diangkat jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPK) sehingga kehidupannya lebih sejahtera dan pasti.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau bisa para guru GTKHNK35+ ini juga bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Makanya kami berharap Syekh Fadhil bisa menyuarakan aspirasi kami di parlemen,&#8221; harap Bahrul lagi.<\/p>\n<p>Jumlah guru honorer yang berumur 35 tahun ke atas dilaporkan mencapai 15 ribu orang di Aceh. Mereka tak bisa mengikuti seleksi CPNS serta bergaji sangat minim.<\/p>\n<p>Menyangkut dengan keluhan ini, Wakil Ketua Komite III DPD RI, HM Fadhil Rahmi Lc, mengaku sangat terharu dan prihatin usai mendengarkan pengakuan para guru honorer tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Ketulusan ibu dan bapak-bapak selama ini, hanya Allah yang mampu membalasnya,&#8221; kata Syekh Fadhil.<\/p>\n<p>Menurutnya, harapan para guru yang tergabung dalam GTKHNK35+ dapat dipenuhi apabila UU ASN direvisi.<\/p>\n<p>&#8220;Kebetulan ini sedang pembahasan (Revisi UU ASN). Harapan ibu dan bapak akan kami perjuangkan. Namun ini jadi perjuangan bersama. Biasanya usaha, doa dan harapan ini tak akan mengkhianati hasil,&#8221; terang senator muda ini. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14370?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8212; Sejumlah guru honor dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam asosiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35+ atau GTKHNK35+ menggelar pertemuan dengan Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, Jum&#8217;at, 8 Januari 2021. Pertemuan yang berlangsung di kantor perwakilan DPD RI Aceh ini dipenuhi dengan curhat para guru honorer [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14371,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-14370","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/01\/IMG-20210109-WA0000.jpg?fit=1280%2C960&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14370","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=14370"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14370\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/14371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=14370"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=14370"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=14370"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}