{"id":14406,"date":"2021-01-10T15:42:33","date_gmt":"2021-01-10T08:42:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=14406"},"modified":"2021-01-10T15:42:33","modified_gmt":"2021-01-10T08:42:33","slug":"nyabu-bersama-wanita-bukan-mahramnya-oknum-pns-diciduk-di-peukan-bada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/01\/10\/nyabu-bersama-wanita-bukan-mahramnya-oknum-pns-diciduk-di-peukan-bada\/","title":{"rendered":"Nyabu Bersama Wanita Bukan Mahramnya, Oknum PNS Diciduk di Peukan Bada"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh<\/strong> &#8212; Personel Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh menangkap AA (37) oknum PNS di sebuah rumah di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Jum&#8217;at (08\/01\/2021) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.<\/p>\n<p>Bersama tersangka AA, petugas kepolisian juga ikut meringkus YY (43) seorang wanita yang bukan pasangannya, warga Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur di rumah tersebut.<\/p>\n<p>Dari penangkapan oknum PNS dengan wanita yang bukan mahramnya itu, personel mengamankan barang bukti (BB), dua botol minuman bersoda, dimana bagian tutupnya sudah dilubangi dan masing-masing lubang sudah dipasang pipet dan salah satu pipet terpasang pipa kaca.<\/p>\n<p>Lalu, satu buah kotak rokok, didalamnya terdapat tujuh bungkusan bekas sabu-sabu yang sudah digunakan. Lalu dua sumbu serta tiga pipa kaca. Kemudian satu bungkus sabu-sabu seberat 0,11 gram serta satu bungkus ganja dengan bobot 14,77 gram .<\/p>\n<p>Sebelum oknum PNS itu ditangkap bersama YY, seorang wanita yang bukan pasangannya itu, mereka sudah duluan menggunakan sabu-sabu dua hari sebelumnya.<\/p>\n<p>Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasat Narkoba, AKP Raja Aminuddin Harahap, Sabtu (9\/1) menerangkan, penangkapan AA dan YY, berdasarkan informasi masyarakat yang menyebutkan ada pasangan yang dicurigai berada dalam satu rumah di Peukan Bada.<\/p>\n<p>Begitu mendapat laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi. Ternyata, informasi itu benar dan saat digerebek petugas, tersangka AA dan wanita YY tidak dapat berkutik.<\/p>\n<p>Sebelum oknum PNS itu ditangkap bersama YY, seorang wanita yang bukan pasangannya itu, mereka sudah duluan menggunakan sabu-sabu dua hari sebelumnya, yakni Kamis dan Jumat (7-8\/1\/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.<\/p>\n<p>Sehingga BB sabu seberat 0,11 gram, merupakan sisa yang belum sempat digunakan. Namun, untuk ganja yang ikut diamankan dari kedua tersangka belum sempat digunakan.<\/p>\n<p>Dari keterangan oknum PNS itu, dua paket sabu-sabu berukuran kecil yang digunakan AA dengan wanita YY, dibeli dari seorang pelaku berinisial FL, seharga Rp 200 ribu dan diantar langsung kepada AA di Kecamatan Peukan Bada.<\/p>\n<p>Sementara satu bungkus ganja dibeli dari AG (40) seharga Rp. 30 ribu. Kini kedua penjual narkotika itu sudah dimasukkan dalam DPO Satuan Resnarkoba Polresta Banda Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Di sisi lain, apakah oknum PNS dan wanita YY yang ditangkap dalam satu rumah tersebut ada melakukan hubungan suami istri, sejauh ini masih didalami,&#8221; pungkas AKP Raja.<\/p>\n<p>Terhadap tersangka AA dan YY, dikenakan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 Ayat (2) Jo pasal 127 ayat (1) huruf a dari UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 12 tahun. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14406?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8212; Personel Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh menangkap AA (37) oknum PNS di sebuah rumah di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Jum&#8217;at (08\/01\/2021) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Bersama tersangka AA, petugas kepolisian juga ikut meringkus YY (43) seorang wanita yang bukan pasangannya, warga Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur di rumah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14407,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-14406","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/01\/IMG-20210110-WA0023.jpg?fit=532%2C464&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=14406"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14406\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/14407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=14406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=14406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=14406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}