{"id":145699,"date":"2025-09-14T18:12:41","date_gmt":"2025-09-14T11:12:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=145699"},"modified":"2025-09-14T18:12:41","modified_gmt":"2025-09-14T11:12:41","slug":"tambang-emas-kppa-di-aceh-barat-beroperasi-ilegal-bupati-dan-dprk-jangan-tutup-mata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/09\/14\/tambang-emas-kppa-di-aceh-barat-beroperasi-ilegal-bupati-dan-dprk-jangan-tutup-mata\/","title":{"rendered":"Tambang Emas KPPA di Aceh Barat Beroperasi Ilegal, Bupati dan DPRK Jangan Tutup Mata"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li>\n<h3><strong>Forbina Desak Polda Aceh dan KLHK Usut Kasus RKAB KPPA<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina) menilai kasus tambang emas ilegal yang melibatkan Koperasi Putra Putri Aceh (KPPA) di Kabupaten Aceh Barat merupakan potret lemahnya pengawasan pemerintah daerah.<\/p>\n<p>Pasalnya, sejak 2023 KPPA tidak lagi memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang menjadi syarat utama dalam aktivitas pertambangan.<\/p>\n<p>Direktur Forbina, Muhammad Nur, SH menegaskan tanpa RKAB, segala aktivitas produksi tambang yang dilakukan KPPA adalah ilegal.<\/p>\n<p>\u201cTanpa RKAB, tidak boleh ada aktivitas tambang. Itu jelas melanggar aturan pertambangan. Jika dibiarkan, maka Bupati dan DPRK ikut menanggung kesalahan,\u201d ujarnya, Sabtu (14\/9).<\/p>\n<p>Forbina mempertanyakan bagaimana aktivitas tambang KPPA masih bisa berjalan meski dokumen wajib tersebut tidak dimiliki sejak 2023.<\/p>\n<p>\u201cDi mana Bupati Aceh Barat, DPRK, bahkan Gubernur Aceh? Apakah mereka tidak tahu, atau sengaja membiarkan?\u201d kritik Muhammad Nur.<\/p>\n<p>Ia juga menyinggung potensi kerugian negara dan daerah. \u201cKalau produksi tetap berjalan tanpa RKAB, maka jelas daerah kehilangan hak PAD (Pendapatan Asli Daerah). Negara dirugikan, rakyat ditipu, sementara investor pun jadi korban karena modal mereka terjebak dalam operasi ilegal,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Forbina menilai sikap diam pemerintah daerah dan DPRK semakin memperburuk situasi.<\/p>\n<p>\u201cBukankah mereka punya kewajiban mengawasi kepentingan rakyat dan tata kelola tambang yang sesuai aturan? Kenapa justru membisu?\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Forbina juga mempertanyakan kinerja Inspektur Tambang dan Surveyor Produksi.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana mungkin aktivitas tambang tanpa RKAB bisa berlangsung selama dua tahun tanpa hambatan? Apakah mereka menutup mata?\u201d<\/p>\n<p>Atas kondisi tersebut, Forbina mendesak Polda Aceh dan Gakkum KLHK segera turun tangan untuk mengusut tuntas perkara ini.<\/p>\n<p>\u201cJangan biarkan tambang emas ilegal berkedok legalitas setengah hati merusak wibawa hukum dan menipu rakyat,\u201d pungkas Muhammad Nur.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/145699?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Forbina Desak Polda Aceh dan KLHK Usut Kasus RKAB KPPA Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013 Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina) menilai kasus tambang emas ilegal yang melibatkan Koperasi Putra Putri Aceh (KPPA) di Kabupaten Aceh Barat merupakan potret lemahnya pengawasan pemerintah daerah. Pasalnya, sejak 2023 KPPA tidak lagi memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":145700,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[3146],"class_list":["post-145699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/09\/IMG-20250914-WA0026-e1757848309997.jpg?fit=600%2C338&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/145699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=145699"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/145699\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/145700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=145699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=145699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=145699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}