{"id":147652,"date":"2025-10-04T18:07:10","date_gmt":"2025-10-04T11:07:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=147652"},"modified":"2025-10-04T18:07:10","modified_gmt":"2025-10-04T11:07:10","slug":"baitul-mal-aceh-kumpulkan-zakat-infak-rp5046-miliar-baru-54-persen-dari-target","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/10\/04\/baitul-mal-aceh-kumpulkan-zakat-infak-rp5046-miliar-baru-54-persen-dari-target\/","title":{"rendered":"Baitul Mal Aceh Kumpulkan Zakat-Infak Rp50,46 Miliar, Baru 54 Persen dari Target"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Hingga awal Oktober 2025, Baitul Mal Aceh (BMA) berhasil mengumpulkan zakat dan infak sebesar Rp50,463 miliar.<\/p>\n<p>Jumlah tersebut setara dengan 54,56 persen dari total target yang ditetapkan tahun ini.<\/p>\n<p>Anggota Badan BMA Bidang Pengumpulan dan Marketing Komunikasi, Dr A Rani Usman MSi, Jum&#8217;at (3\/10\/2025), menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, pengumpulan zakat tercatat mencapai Rp29,073 miliar atau 54,15 persen dari target, sedangkan infak mencapai Rp21,390 miliar atau sekitar 50,33 persen dari target.<\/p>\n<p>Salah satu kontribusi signifikan datang dari Bank Aceh Syariah yang telah menyetorkan zakat perusahaan sebesar Rp3,252 miliar.<\/p>\n<p>\u201cKesadaran para muzakki, baik perseorangan maupun lembaga, semakin meningkat. Hal ini terlihat dari kepatuhan Bank Aceh, disusul BSI, PEMA dan sejumlah perusahaan lainnya yang turut menyetorkan zakat ke BMA,\u201d ujar Rani.<\/p>\n<p>Ia menegaskan kewajiban menyetorkan zakat melalui Baitul Mal, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten\/kota, merupakan bagian dari implementasi syariat Islam di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cZakat yang dikelola pemerintah bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga kewajiban negara. Karena itu kami mengajak seluruh bank, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, maupun muzakki perorangan untuk menyalurkan zakatnya melalui BMA atau BMK setempat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Menurut Rani, zakat dan infak memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Aceh. Jika penghimpunan dilakukan secara maksimal, dana tersebut dapat digunakan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Aceh secara menyeluruh, khususnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan kaum dhuafa.<\/p>\n<p>\u201cVisi Presiden Prabowo adalah memberdayakan kaum dhuafa. Di Aceh, potensi zakat, infak, dan wakaf mencapai triliunan rupiah. Jika dikelola dengan baik, maka akan sangat membantu pembangunan SDM yang berdaya saing, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, termasuk masyarakat terpinggirkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Tak lupa Rani mengajak seluruh masyarakat terus berperan aktif dalam menunaikan zakat dan infak untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cMari bersama membangun Aceh melalui zakat, infak, dan wakaf. Semakin besar dana yang terkumpul, semakin besar pula peluang kita memajukan masyarakat Aceh secara berkelanjutan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/147652?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013 Hingga awal Oktober 2025, Baitul Mal Aceh (BMA) berhasil mengumpulkan zakat dan infak sebesar Rp50,463 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 54,56 persen dari total target yang ditetapkan tahun ini. Anggota Badan BMA Bidang Pengumpulan dan Marketing Komunikasi, Dr A Rani Usman MSi, Jum&#8217;at (3\/10\/2025), menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, pengumpulan zakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":147653,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-147652","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/10\/4afba6b3-7de0-4271-bfc1-7cc0011db289.jpeg?fit=1280%2C740&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/147652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=147652"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/147652\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/147653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=147652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=147652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=147652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}