{"id":14903,"date":"2021-01-21T10:35:34","date_gmt":"2021-01-21T03:35:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=14903"},"modified":"2021-01-21T10:35:34","modified_gmt":"2021-01-21T03:35:34","slug":"penggunaan-dana-otsus-aceh-belum-tepat-sasaran-kpk-diminta-ikut-awasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/01\/21\/penggunaan-dana-otsus-aceh-belum-tepat-sasaran-kpk-diminta-ikut-awasi\/","title":{"rendered":"Penggunaan Dana Otsus Aceh Belum Tepat Sasaran, KPK Diminta Ikut Awasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh<\/strong> \u2013 Juru Bicara Fraksi PAN DPR RI Nazaruddin Dek Gam meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi dan menyelamatkan pengelolaan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Dek Gam\u2013sapaan Nazaruddin dalam Rapat Badan Musyarawah (Bamus) DPR RI di Jakarta, Rabu (20\/01\/2021).<\/p>\n<p>Rapat diikuti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.<\/p>\n<p>Kemudian, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN dan Ketua KPK Firli Bahuri.<\/p>\n<p>Rapat Banmus DPR RI itu membahas terkait dengan kekhususan Aceh, Papua, Papua Barat, Yogyakarta. Rapat itu juga membahas masalah isu-isu aktual dan Prolegnas RUU Prioritas 2021.<\/p>\n<p>Dek Gam mengatakan selama ini penggunaan dana Otsus di Aceh masih belum tepat sasaran. Sehingga dibutuhkan pengawalan dan pendampingan agar dana yang nilainya sangat besar bisa bermanfaat untuk masyarakat.<\/p>\n<p>Menurutnya, KPK wajib untuk mengawasi dengan ketat terkait penggunaan dana Otsus itu, baik di Aceh maupun provinsi lain yang mendapatkan kucuran dana itu. Sehingga dana yang besar itu benar-benar dipergunakan dengan baik dan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPak Firli (Ketua KPK) sering-sering lah main ke Aceh, Aceh masih sangat perlu pengawasan dari KPK, kasihan anggaran yang besar itu,\u201d kata Dek Gam.<\/p>\n<p>Dek Gam mengaku miris melihat kondisi di Aceh yang belum ada perubahan yang membaik setelah mendapatkan kucuran dana Otsus itu. Seharusnya dengan dana tersebut, angka kemiskinan di Aceh bisa semakin menurun.<\/p>\n<p>\u201cFaktanya sekarang kita lihat, akhir tahun ribut antara DPRA dengan Gubernur Aceh, tarik menarik masalah pokir (pokok pikiran). Yang kasihan kan masyarakatnya. Makanya harapan saya perlu penyelamatan dari KPK untuk pengelolaan dana Otsus di Aceh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Apalagi, kata Dek Gam, dana Otsus tersebut juga akan berakhir pada 2027, Pemerintah Aceh dalam beberapa tahun kedepan ini harus benar-benar memanfaatkan dana tersebut dengan baik demi kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cAceh sampai saat ini masih bergantung dengan dana Otsus, saya pribadi masih sangat berharap dana Otsus itu diperpanjang, tapi harus benar-benar dikelola dengan baik. Apalagi perjuangan mendapatkan otsus itu sangat besar, butuh konflik dulu,\u201d harap Dek Gam. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14903?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Juru Bicara Fraksi PAN DPR RI Nazaruddin Dek Gam meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi dan menyelamatkan pengelolaan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh. Hal itu disampaikan Dek Gam\u2013sapaan Nazaruddin dalam Rapat Badan Musyarawah (Bamus) DPR RI di Jakarta, Rabu (20\/01\/2021). Rapat diikuti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14904,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-14903","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/01\/IMG-20210121-WA0022.jpg?fit=1079%2C689&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=14903"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14903\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/14904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=14903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=14903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=14903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}