{"id":149856,"date":"2025-10-22T14:01:47","date_gmt":"2025-10-22T07:01:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=149856"},"modified":"2025-10-22T14:01:47","modified_gmt":"2025-10-22T07:01:47","slug":"dana-rp41-triliun-mengendap-dedi-mulyadi-ancam-pecat-pejabat-tak-jujur-menkeu-purbaya-mungkin-anak-buahnya-ngibulin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/10\/22\/dana-rp41-triliun-mengendap-dedi-mulyadi-ancam-pecat-pejabat-tak-jujur-menkeu-purbaya-mungkin-anak-buahnya-ngibulin\/","title":{"rendered":"Dana Rp4,1 Triliun Mengendap, Dedi Mulyadi Ancam Pecat Pejabat Tak Jujur, Menkeu Purbaya: \u201cMungkin Anak Buahnya Ngibulin\u201d"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"129\" data-end=\"456\"><strong>Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Polemik dana mengendap milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang mencapai ratusan triliun rupiah di perbankan kini merembet ke Jawa Barat. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi merespons cepat tudingan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut Pemda Jabar memiliki dana Rp4,1 triliun dalam bentuk deposito.<\/p>\n<p data-start=\"458\" data-end=\"682\">Melalui unggahan video di media sosialnya, Dedi berjanji akan menyelidiki kebenaran data tersebut secara transparan. Ia bahkan mengancam akan memecat pejabat Pemprov Jabar yang terbukti berbohong atau menyembunyikan fakta.<\/p>\n<p data-start=\"684\" data-end=\"829\">\u201cMenanggapi polemik dana Rp4,1 triliun dalam bentuk deposito, saya akan terus melakukan langkah penanganan secara sungguh-sungguh,\u201d tegas Dedi.<\/p>\n<p data-start=\"831\" data-end=\"1058\">Langkah awalnya adalah mengumpulkan seluruh pejabat Pemprov Jabar untuk menguji kejujuran mereka di hadapan publik. \u201cSaya akan bertanya sekali lagi, apakah mereka berkata jujur tentang data dan fakta atau berbohong,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"1060\" data-end=\"1283\">Dedi juga menjadwalkan pertemuan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Bank Indonesia untuk memverifikasi sumber data tersebut. \u201cSaya akan bertemu dengan Kemendagri dan Bank Indonesia hari ini juga,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p data-start=\"1285\" data-end=\"1532\">Ancaman Dedi tak main-main. Ia menegaskan akan memberhentikan siapapun tanpa pandang bulu jika terbukti tidak transparan. \u201cMau Sekda, Kepala BPKAD, atau Kepala Bapenda\u2014kalau berbohong dan menyembunyikan data publik, saya berhentikan,\u201d tandasnya.<\/p>\n<h4 data-start=\"1534\" data-end=\"1593\">Menkeu Purbaya Balas: \u201cMungkin Anak Buahnya Ngibulin\u201d<\/h4>\n<p data-start=\"1595\" data-end=\"1759\">Menkeu Purbaya menanggapi tantangan Dedi dengan nada santai namun menyengat. Ia menduga Gubernur Jabar mungkin tidak mendapat laporan yang akurat dari bawahannya.<\/p>\n<p data-start=\"1761\" data-end=\"1878\">\u201cKemungkinan besar anak buahnya juga ngibulin dia loh,\u201d kata Purbaya sambil tersenyum, dikutip Selasa (21\/10\/2025).<\/p>\n<p data-start=\"1880\" data-end=\"2117\">Menurutnya, data dana Pemda Jabar yang mencapai Rp4,1 triliun bersumber dari laporan perbankan yang dihimpun oleh Bank Sentral, bukan hanya dari Bank Jabar. \u201cTanya saja ke bank sentral, itu data dari sana. Harusnya dia cari,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p data-start=\"2119\" data-end=\"2254\">Purbaya juga menyebutkan bahwa data yang dimilikinya sejalan dengan data dari Mendagri Tito Karnavian. \u201cAngkanya mirip kok,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"2256\" data-end=\"2453\">Ketika ditanya apakah Kementerian Keuangan akan berkoordinasi langsung dengan Pemprov Jabar, Purbaya menjawab lugas, \u201cSaya bukan pegawai Pemda Jabar, kalau dia mau periksa, periksa saja sendiri.\u201d<\/p>\n<h4 data-start=\"2455\" data-end=\"2503\">Purbaya Geram: 15 Pemda Timbun Uang Rakyat<\/h4>\n<p data-start=\"2505\" data-end=\"2736\">Sebelumnya, dalam rapat daring dengan kepala daerah, Purbaya meluapkan kejengkelan atas sikap 15 pemda yang dinilai \u201chobi\u201d menimbun uang rakyat di bank. Total dana mengendap di perbankan per September 2025 mencapai Rp234 triliun.<\/p>\n<p data-start=\"2738\" data-end=\"2969\">\u201cSerapan rendah mengakibatkan simpanan uang pemda yang nganggur di bank sampai Rp234 triliun. Ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi,\u201d tegas Purbaya di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (20\/10\/2025).<\/p>\n<p data-start=\"2971\" data-end=\"3147\">Hingga September 2025, realisasi APBD nasional baru mencapai 51,3 persen atau Rp712,8 triliun dari total pagu Rp1.389 triliun \u2014 lebih rendah 13,1 persen dibanding tahun lalu.<\/p>\n<p data-start=\"3149\" data-end=\"3401\">Belanja modal, yang seharusnya berdampak langsung pada pembangunan dan lapangan kerja, juga anjlok hingga lebih dari 31 persen. \u201cKalau uangnya diam, ekonomi ikut lesu. Kalau bergerak, ekonomi hidup dan masyarakat merasakan manfaatnya,\u201d tegas Purbaya.<\/p>\n<p data-start=\"3403\" data-end=\"3484\">Ia bahkan membeberkan daftar pemda dengan dana mengendap terbesar, antara lain:<\/p>\n<ol data-start=\"3485\" data-end=\"3672\">\n<li data-start=\"3485\" data-end=\"3521\">\n<p data-start=\"3488\" data-end=\"3521\"><strong data-start=\"3488\" data-end=\"3504\">DKI Jakarta:<\/strong> Rp14,6 triliun<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3522\" data-end=\"3556\">\n<p data-start=\"3525\" data-end=\"3556\"><strong data-start=\"3525\" data-end=\"3540\">Jawa Timur:<\/strong> Rp6,8 triliun<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3557\" data-end=\"3596\">\n<p data-start=\"3560\" data-end=\"3596\"><strong data-start=\"3560\" data-end=\"3580\">Kota Banjarbaru:<\/strong> Rp5,1 triliun<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3597\" data-end=\"3637\">\n<p data-start=\"3600\" data-end=\"3637\"><strong data-start=\"3600\" data-end=\"3621\">Kalimantan Utara:<\/strong> Rp4,7 triliun<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3638\" data-end=\"3672\">\n<p data-start=\"3641\" data-end=\"3672\"><strong data-start=\"3641\" data-end=\"3656\">Jawa Barat:<\/strong> Rp4,1 triliun<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"3674\" data-end=\"3905\">Purbaya mengultimatum agar dana tersebut segera direalisasikan untuk belanja produktif sebelum akhir tahun 2025. \u201cPercepatan belanja harus ditingkatkan. Jangan biarkan uang rakyat hanya tidur di bank,\u201d ujarnya menutup pernyataan.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/149856?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSerapan rendah mengakibatkan simpanan uang pemda yang nganggur di bank sampai Rp234 triliun. Ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi,\u201d tegas Purbaya di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (20\/10\/2025).<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":149857,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[49911,49910,18435,49912,13579,37257,15316,421,3984,49913,2070,47644,3338],"class_list":["post-149856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-apbd-jawa-barat","tag-dana-mengendap","tag-dedi-mulyadi","tag-deposito-pemda","tag-ekonomi-daerah","tag-integritas-pejabat","tag-kementerian-keuangan","tag-nasional","tag-peristiwa","tag-polemik-dana-daerah","tag-prabowo","tag-purbaya-yudhi-sadewa","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/10\/1000590694_ratio-16x9.jpg?fit=639%2C360&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/149856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=149856"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/149856\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/149857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=149856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=149856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=149856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}