{"id":150189,"date":"2025-10-24T23:57:22","date_gmt":"2025-10-24T16:57:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=150189"},"modified":"2025-10-25T01:38:07","modified_gmt":"2025-10-24T18:38:07","slug":"rektor-uin-ar-raniry-wacanakan-dekriminalisasi-ganja-dulu-bumbu-masakan-kini-masuk-penjara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/10\/24\/rektor-uin-ar-raniry-wacanakan-dekriminalisasi-ganja-dulu-bumbu-masakan-kini-masuk-penjara\/","title":{"rendered":"Rektor UIN Ar-Raniry Wacanakan Dekriminalisasi Ganja: Dulu Bumbu Masakan, Kini Masuk Penjara"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg membuka wacana akademik tentang kemungkinan dekriminalisasi ganja dalam konteks hukum nasional.<\/p>\n<p>Ia menilai isu tersebut perlu dikaji secara ilmiah dan proporsional, mengingat sejarah panjang penggunaan ganja di Aceh.<\/p>\n<p>Pernyataan itu disampaikan dalam Seminar Nasional FISIP UIN Ar-Raniry, Jumat (24\/10), yang mengangkat tema \u201cKriminalisasi dan Dekriminalisasi dalam Konteks KUHP Baru\u201d.<\/p>\n<p>Seminar ini menghadirkan Hakim Konstitusi RI Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, pakar hukum pidana UII Dr. Aroma Elmina Martha dan Dekan Fakultas Hukum USK Dr. M. Gaussyah.<\/p>\n<p>\u201cTanpa proses kriminalisasi dan dekriminalisasi yang tepat, banyak hukum bisa menjadi tidak humanis dan tidak adil,\u201d ujar Mujiburrahman dalam sambutannya.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan ganja di Aceh yang dahulu dikenal sebagai bumbu masakan, namun kini membuat banyak anak muda masuk penjara.<\/p>\n<p>\u201cKetika saya ke Jerman, ganja sudah dilegalkan untuk medis dan punya nilai ekonomi tinggi. Pertanyaannya, apakah hukum nasional kita memungkinkan dekriminalisasi untuk tujuan medis dan ekonomi masyarakat?\u201d katanya.<\/p>\n<p>Rektor UIN Ar-Raniry menegaskan pentingnya kebijakan hukum pidana yang mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan kearifan lokal. \u201cHarapan saya, melalui seminar ini lahir gagasan-gagasan segar untuk hukum nasional yang lebih humanis dan sesuai nilai bangsa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Hakim Konstitusi Dr. Daniel Yusmic menegaskan Mahkamah Konstitusi tidak berwenang membentuk norma pidana baru. \u201cMK adalah negative legislator, bukan positive legislator. Kami tidak membuat norma, hanya memastikan undang-undang tidak bertentangan dengan konstitusi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pakar hukum pidana Dr. Aroma Elmina Martha menambahkan, Qanun Jinayat Aceh yang merupakan living law dapat menjadi dasar penguatan hukum nasional. \u201cPasal 2 dan 3 KUHP baru mengakui hukum yang hidup di masyarakat. Ini peluang besar bagi sinergi hukum nasional dan lokal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dr. M. Gaussyah menutup dengan menegaskan pentingnya pendekatan pencegahan berbasis kearifan lokal. \u201cRasa malu dan tanggung jawab kolektif adalah benteng moral sebelum hukum bekerja,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Seminar yang dihadiri sivitas akademika, mahasiswa, dan praktisi hukum itu menegaskan perlunya dialog terbuka tentang arah pembaruan hukum nasional yang humanis dan kontekstual \u2014 termasuk dalam isu sensitif seperti ganja di Aceh.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/150189?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rektor UIN Ar-Raniry menegaskan pentingnya kebijakan hukum pidana yang mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan kearifan lokal. \u201cHarapan saya, melalui seminar ini lahir gagasan-gagasan segar untuk hukum nasional yang lebih humanis dan sesuai nilai bangsa,\u201d ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":150190,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[50398,50399,50401,50397,50400],"class_list":["post-150189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-ganja-aceh-untuk-medis","tag-hukum-nasional-dan-kearifan-lokal","tag-mujiburrahman-uin-ar-raniry-bahas-ganja","tag-rektor-uin-ar-raniry-buka-wacana-dekriminalisasi-ganja","tag-seminar-kuhp-baru"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/10\/IMG-20251024-WA0042-e1761324993130.jpg?fit=1000%2C728&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/150189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=150189"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/150189\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/150190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=150189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=150189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=150189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}