{"id":151200,"date":"2025-11-04T22:28:28","date_gmt":"2025-11-04T15:28:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=151200"},"modified":"2025-11-04T22:28:59","modified_gmt":"2025-11-04T15:28:59","slug":"ekspor-batubara-aceh-anjlok-impor-gas-naik-tajam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/11\/04\/ekspor-batubara-aceh-anjlok-impor-gas-naik-tajam\/","title":{"rendered":"Ekspor Batubara Aceh Anjlok, Impor Gas Naik Tajam"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat nilai ekspor luar negeri Aceh pada September 2025 mencapai US$ 50,44 juta, turun 11,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya (Agustus 2025) yang tercatat sebesar US$ 57,13 juta.<\/p>\n<p>Sebaliknya, nilai impor Aceh justru mengalami kenaikan signifikan sebesar 58,26 persen, dari US$ 29,90 juta pada Agustus menjadi US$ 47,32 juta pada September 2025.<\/p>\n<p>Plt. Kepala BPS Aceh Tasdik Ilhamuddin, Selasa (4\/11) menjelaskan, penurunan ekspor pada September disebabkan oleh menurunnya permintaan untuk beberapa komoditas utama Aceh, seperti batubara, kondensat, serta kopi dan rempah-rempah.<\/p>\n<p>\u201cNilai ekspor batubara pada September mencapai US$ 38,47 juta, turun dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan ekspor kondensat tercatat sebesar US$ 5,39 juta dan kopi serta rempah-rempah senilai US$ 3,05 juta,\u201d ujar Tasdik dalam keterangan resmi BPS Aceh<\/p>\n<p>Ia menambahkan, kenaikan nilai impor terjadi karena meningkatnya pengiriman gas propana\/butana dan bahan hasil minyak ke Aceh.<\/p>\n<p>\u201cImpor gas propana dan butana tercatat sebesar US$ 45,89 juta, sedangkan impor bahan hasil minyak mencapai US$ 1,43 juta,\u201d kata Tasdik.<\/p>\n<p>Secara umum, tren ekspor dan impor Aceh sepanjang September 2024 hingga September 2025 berfluktuasi. Nilai ekspor tertinggi terjadi pada Desember 2024 sebesar US$ 78,56 juta, sedangkan titik terendah tercatat pada Januari 2025 hanya US$ 10,05 juta.<\/p>\n<p>Untuk impor, nilai tertinggi terjadi pada Desember 2024 sebesar US$ 71,19 juta, dan terendah pada Juni 2025 senilai US$ 21,17 juta.<\/p>\n<p>Berdasarkan catatan BPS, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada September 2025 mengalami surplus sebesar US$ 3,12 juta, atau menurun dibandingkan bulan sebelumnya (Agustus) yang mencatat surplus US$ 27,23 juta.<\/p>\n<p>\u201cKondisi surplus ini masih menunjukkan bahwa ekspor Aceh lebih tinggi dari impor, namun margin surplusnya terus menurun akibat peningkatan nilai impor energi dan bahan baku,\u201d terang Tasdik.<\/p>\n<p>Negara Tujuan Ekspor dan Asal Impor<\/p>\n<p>Selama September 2025, India masih menjadi tujuan utama ekspor Aceh dengan nilai mencapai US$ 39,25 juta, disusul Thailand (US$ 6,02 juta) dan Tiongkok (US$ 1,27 juta).<\/p>\n<p>Sementara itu, negara asal impor utama Aceh adalah Amerika Serikat dengan nilai US$ 23,73 juta, diikuti Qatar (US$ 22,16 juta) dan Singapura (US$ 1,43 juta).<\/p>\n<p>Tasdik menjelaskan struktur perdagangan luar negeri Aceh masih didominasi oleh komoditas sektor energi, baik ekspor batubara dan kondensat, maupun impor gas dan bahan bakar minyak.<\/p>\n<p>\u201cKetergantungan terhadap komoditas migas dan batubara membuat nilai perdagangan Aceh sangat sensitif terhadap fluktuasi harga global,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Tasdik Ilhamuddin menegaskan perlunya diversifikasi komoditas ekspor agar perekonomian Aceh tidak bergantung pada sektor energi.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu memperkuat ekspor produk nonmigas seperti pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan agar kinerja perdagangan lebih stabil dan berkelanjutan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengimbau pemerintah daerah bersama pelaku usaha untuk mendorong peningkatan kualitas produk ekspor serta membuka akses pasar baru di Asia Selatan dan Timur Tengah.<\/p>\n<p>\u201cDengan kolaborasi lintas sektor, potensi ekspor Aceh bisa terus berkembang, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah,\u201d pungkas Tasdik.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/151200?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara umum, tren ekspor dan impor Aceh sepanjang September 2024 hingga September 2025 berfluktuasi. Nilai ekspor tertinggi terjadi pada Desember 2024 sebesar US$ 78,56 juta, sedangkan titik terendah tercatat pada Januari 2025 hanya US$ 10,05 juta.<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":151201,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[51760,51757,51762,51755,51756,51761,51759,51758],"class_list":["post-151200","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-asal-impor-aceh-amerika-qatar-singapura","tag-bps-aceh-catat-surplus-perdagangan-menurun","tag-diversifikasi-komoditas-ekspor-aceh","tag-ekspor-aceh-september-2025-turun","tag-impor-aceh-naik-tajam","tag-kinerja-perdagangan-luar-negeri-aceh","tag-negara-tujuan-ekspor-aceh-india-thailand-tiongkok","tag-nilai-ekspor-batubara-dan-kondensat-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-04-at-220446.jpeg?fit=400%2C225&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/151200","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=151200"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/151200\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/151201"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=151200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=151200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=151200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}