{"id":151591,"date":"2025-11-08T05:35:26","date_gmt":"2025-11-07T22:35:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=151591"},"modified":"2025-11-08T05:35:26","modified_gmt":"2025-11-07T22:35:26","slug":"uang-sitaan-koruptor-milik-rakyat-bukan-untuk-talangi-utang-whoosh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/11\/08\/uang-sitaan-koruptor-milik-rakyat-bukan-untuk-talangi-utang-whoosh\/","title":{"rendered":"Uang Sitaan Koruptor Milik Rakyat, Bukan untuk Talangi Utang Whoosh"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"367\" data-end=\"715\"><strong>Jakarta,Infoaceh.net <\/strong>\u2014 Pengacara dan pengamat hukum Ahmad Khozinudin menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang berencana menutup utang proyek kereta cepat Whoosh menggunakan uang sitaan koruptor adalah langkah keliru.<\/p>\n<p data-start=\"367\" data-end=\"715\">Menurutnya, uang hasil sitaan korupsi merupakan milik rakyat, bukan dana pribadi pemerintah atau pejabat negara.<\/p>\n<p data-start=\"717\" data-end=\"865\">\u201cUang sitaan koruptor itu uang rakyat. Ngapain untuk tombok korupsi Whoosh-nya Jokowi dan Luhut Panjaitan?\u201d ujar Ahmad, dikutip Jumat (7\/11\/2025).<\/p>\n<p data-start=\"867\" data-end=\"1189\">Ia menilai, baik menggunakan uang sitaan korupsi maupun dana APBN, keduanya sama-sama bentuk beban kepada rakyat. Ahmad menyebut Prabowo dan timnya tidak siap menghadapi kemarahan publik, apalagi sebelumnya Menteri ATR\/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat mengusulkan agar utang Whoosh ditutup melalui APBN.<\/p>\n<p data-start=\"1191\" data-end=\"1303\">\u201cWajar rakyat marah. Karena APBN berasal dari pajak rakyat, bukan hasil iuran Presiden dan Menteri,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p data-start=\"1305\" data-end=\"1648\">Ahmad menjelaskan, uang sitaan hasil penegakan hukum tetap tergolong sebagai uang publik karena diperoleh melalui aparat negara yang digaji dari pajak rakyat.<\/p>\n<p data-start=\"1305\" data-end=\"1648\">Karenanya, semua hasil sitaan wajib dikembalikan kepada masyarakat melalui mekanisme penerimaan negara bukan pajak (PNBP), bukan digunakan untuk menambal utang proyek pemerintah.<\/p>\n<p data-start=\"1650\" data-end=\"1782\">\u201cMaka seluruh sitaan itu hakikatnya milik rakyat dan wajib dikembalikan kepada rakyat, bukan untuk talangi utang Whoosh,\u201d katanya.<\/p>\n<p data-start=\"1784\" data-end=\"1995\">Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa uang sitaan harus digunakan untuk program pro-rakyat, seperti pendidikan, kesehatan, dan subsidi, bukan untuk menyelamatkan proyek ambisius yang sarat dugaan penyimpangan.<\/p>\n<p data-start=\"1997\" data-end=\"2136\">\u201cUang sitaan wajib digunakan untuk kepentingan rakyat. Tidak boleh langsung dialokasikan untuk proyek tanpa pembahasan di APBN,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"2138\" data-end=\"2481\">Ahmad juga mendesak agar proyek Whoosh diaudit menyeluruh oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).<\/p>\n<p data-start=\"2138\" data-end=\"2481\">Ia menyebut, KPK dapat menjerat para pelaku dengan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 12B UU Tipikor, serta menggunakan Pasal 18 untuk menyita aset yang diperoleh dari tindak pidana.<\/p>\n<p data-start=\"2483\" data-end=\"2648\">\u201cSemestinya proyek Whoosh diaudit BPK dan disidik KPK, bukan sekadar diselidiki. KPK bisa menjerat pelakunya dengan pasal korupsi dan penyitaan aset,\u201d tegas Ahmad.<\/p>\n<p data-start=\"2650\" data-end=\"2799\">Ia bahkan menyarankan agar harta kekayaan Jokowi dan Luhut disita untuk menutupi kerugian proyek, agar utang Whoosh tidak menjadi beban publik.<\/p>\n<p data-start=\"2801\" data-end=\"2956\">\u201cAgar utang Whoosh tidak membebani rakyat, terapkan Pasal 18 UU Tipikor. Harta kekayaan Jokowi dan Luhut bisa disita untuk menutup utang itu,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p data-start=\"2958\" data-end=\"3242\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Ahmad menutup dengan sindiran tajam: jika Jokowi dan Luhut keberatan, keduanya bisa membawa proyek itu sebagai \u201cwarisan pribadi.\u201d<br data-start=\"3087\" data-end=\"3090\" \/>\u201cKalau mereka mau, silakan bawa kereta China itu ke Solo atau ke Toba untuk warisan anak cucu mereka. Tapi hartanya tetap harus disita KPK,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/151591?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ahmad menutup dengan sindiran tajam: jika Jokowi dan Luhut keberatan, keduanya bisa membawa proyek itu sebagai \u201cwarisan pribadi.\u201d<br \/>\n\u201cKalau mereka mau, silakan bawa kereta China itu ke Solo atau ke Toba untuk warisan anak cucu mereka. Tapi hartanya tetap harus disita KPK,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":151592,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[52793,52798,52796,52801,14426,52799,52800,52794,421,52797,52802,3984,52803,2070,52804,52795,52792,3338],"class_list":["post-151591","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-ahmad-khozinudin-pengamat-hukum","tag-audit-bpk-proyek-whoosh","tag-dana-apbn-proyek-whoosh","tag-jokowi-dan-luhut-panjaitan","tag-kereta-cepat-jakarta-bandung","tag-kpk-selidiki-whoosh","tag-kritik-ahy-menteri-atr-bpn","tag-kritik-presiden-prabowo-subianto","tag-nasional","tag-pasal-18-uu-tipikor","tag-penerimaan-negara-bukan-pajak","tag-peristiwa","tag-pnbp-koruptor","tag-prabowo","tag-sita-harta-jokowi-luhut","tag-uang-sitaan-koruptor-uang-rakyat","tag-utang-proyek-whoosh","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/11\/Presiden_Joko_Widodo_bersama_Menko_Kemaritiman_Luhut_Binsar_Pandjaitan_dan_Menhub_Budi_Karya_saat_me.jpeg?fit=600%2C338&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/151591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=151591"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/151591\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/151592"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=151591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=151591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=151591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}