{"id":153396,"date":"2025-11-27T11:03:48","date_gmt":"2025-11-27T04:03:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=153396"},"modified":"2025-11-27T11:03:48","modified_gmt":"2025-11-27T04:03:48","slug":"asrama-santri-dayah-di-bireuen-ambruk-ke-sungai-akibat-longsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/11\/27\/asrama-santri-dayah-di-bireuen-ambruk-ke-sungai-akibat-longsor\/","title":{"rendered":"Asrama Santri Dayah di Bireuen Ambruk ke Sungai akibat Longsor"},"content":{"rendered":"<strong>BIREUEN, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Hujan deras berkepanjangan yang melanda wilayah Aceh dalam sepekan terakhir kembali memicu bencana. Sebuah gedung asrama putra di Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah, Meunasah Subung Cot Meurak Blang, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, ambruk ke sungai setelah pengaman tebing runtuh pada Rabu (26\/11\/2025).\n\nBeruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Seluruh santri telah dievakuasi ke masjid pesantren sejak malam sebelumnya.\n\n\u201cAlhamdulillah tidak ada korban, karena santri sudah diungsikan sejak semalam. Allah Maha Kuasa,\u201d ujar Pembina Dayah, Adli Abdullah.\n\nBangunan Ambruk Setelah Tebing Sungai Runtuh\n\nGedung asrama yang terletak tepat di tepi sungai itu ambruk setelah terjadi longsor akibat luapan air sungai yang sangat deras. Banjir besar yang melanda sejumlah kabupaten di Aceh turut mempercepat kerusakan pengaman tebing yang berada persis di samping bangunan.\n\nMenurut Adli Abdullah, kondisi tebing sungai sudah lama melemah dan pengaman tebing berupa batu gajah diduga tidak terpasang sesuai standar sehingga tidak mampu menahan tekanan air.\n\n\u201cLongsor disebabkan batu gajah yang dipasang sebagai pengaman tebing sungai tidak sesuai. Batu-batu itu hancur, lalu bangunan ikut amblas dan jatuh ke sungai,\u201d ujarnya.\n\nIa menambahkan bahwa proyek pembangunan tembok pengaman tebing tersebut disebut-sebut pernah tidak sesuai standar, hingga akhirnya tidak mampu bertahan menghadapi derasnya arus sungai musim ini.\n\nSantri Saksikan Detik-detik Gedung Ambruk\n\nWarga dan santri sempat merekam detik-detik runtuhnya bangunan tersebut. Dalam rekaman dan foto yang beredar, bagian pondasi terlihat tergerus arus sebelum bangunan kemudian ambruk sepenuhnya ke sungai yang meluap.\n\nKejadian ini menambah panjang daftar wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh. Sedikitnya sembilan kabupaten sebelumnya telah melaporkan banjir dan longsor akibat hujan deras yang terus mengguyur.\n\nKerusakan total pada gedung asrama diperkirakan menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah. Pihak dayah kini membutuhkan bantuan darurat, termasuk kebutuhan logistik untuk ratusan santri yang harus tinggal sementara di masjid pesantren.\n\nBangunan dayah yang dipimpin oleh Tgk Tarmizi M Daud Al Yusufy atau Waled Ar tersebut kini tidak dapat digunakan sama sekali.\n\n\u201cKami berharap ada bantuan segera. Kondisi bangunan sudah habis, dan hujan belum berhenti,\u201d pungkas Adli Abdullah.\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/153396?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BIREUEN, Infoaceh.net \u2013 Hujan deras berkepanjangan yang melanda wilayah Aceh dalam sepekan terakhir kembali memicu bencana. Sebuah gedung asrama putra di Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah, Meunasah Subung Cot Meurak Blang, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, ambruk ke sungai setelah pengaman tebing runtuh pada Rabu (26\/11\/2025). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Seluruh santri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":153397,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-153396","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/11\/IMG_20251126_221125_1296-t-1053_1-12.png?fit=800%2C533&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/153396","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=153396"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/153396\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/153397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=153396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=153396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=153396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}