{"id":153768,"date":"2025-11-30T08:12:28","date_gmt":"2025-11-30T01:12:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=153768"},"modified":"2025-11-30T08:12:28","modified_gmt":"2025-11-30T01:12:28","slug":"aceh-tengah-kritis-bantuan-belum-bisa-masuk-bbm-habis-9-kecamatan-terisolir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/11\/30\/aceh-tengah-kritis-bantuan-belum-bisa-masuk-bbm-habis-9-kecamatan-terisolir\/","title":{"rendered":"Aceh Tengah Kritis: Bantuan Belum Bisa Masuk, BBM Habis,\u00a09 Kecamatan Terisolir"},"content":{"rendered":"<strong>Takengon, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Kabupaten Aceh Tengah berada dalam kondisi darurat kritis setelah rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut sejak 25 &#8211; 29 November 2025.\n\nPemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam laporan resmi per Sabtu (29\/11\/2025) pukul 18.00 WIB mengonfirmasi bahwa sembilan dari 14 kecamatan kini terisolir total, menyusul kerusakan infrastruktur yang melumpuhkan akses ke berbagai wilayah.\n\nBupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyatakan kabupaten itu sedang menghadapi krisis logistik dan kemanusiaan paling parah dalam sejarah wilayah tersebut.\n\n\u201cIni adalah bencana dengan dampak terluas yang pernah kami hadapi. Sembilan kecamatan terputus total dari ibu kota kabupaten. Kami sangat berduka atas 21 jiwa yang meninggal dunia dan 23 orang masih hilang,\u201d ujarnya dalam pernyataan resmi.\n\nKerusakan Infrastruktur Meluas\n\nLaporan terkini menunjukkan: 1.938 unit rumah rusak, 6.321 Kepala Keluarga (KK) mengungsi, 5 ruas Jalan Nasional terputus, 38 jembatan rusak total.\n\nSelain itu, seluruh jaringan listrik, air bersih dan telekomunikasi di 14 kecamatan terputus.\n\nSalah satu dampak paling krusial adalah terputusnya jalur kesehatan, satu-satunya akses menuju RSUD Datu Beru, yang menjadi rumah sakit rujukan utama di Aceh Tengah.\n\nBBM Habis, Distribusi Bantuan Lumpuh\n\nSituasi semakin memburuk karena seluruh stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di kabupaten telah habis, menghambat pergerakan tim penolong.\n\n\u201cDaerah terisolir kini kekurangan logistik. Habisnya stok BBM membuat mobilisasi tim penyelamat nyaris tidak dapat dilakukan,\u201d kata Haili Yoga.\n\nBantuan Tertahan, Helikopter Gagal Mendarat\n\nPemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga mengungkapkan bahwa logistik bantuan yang sudah tiba di Banda Aceh hingga pukul 20.00 WIB belum berhasil menjangkau Takengon. Upaya penyaluran melalui udara pun terkendala.\n\n\u201cKami mendapat informasi bahwa penerbangan helikopter yang dijadwalkan menyalurkan bantuan hari ini gagal mendarat,\u201d ungkap Bupati.\n\nDesakan Penetapan Status Darurat Nasional\n\nDengan kondisi yang semakin kritis, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mendesak Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera menetapkan status darurat bencana nasional.\n\nPemerintah daerah meminta agar jalur alternatif segera dibuka demi memastikan logistik dapat menjangkau sembilan kecamatan yang terisolir.\n\n\u201cSetiap jam sangat berarti. Kami memerlukan langkah darurat segera sebelum situasi kemanusiaan memburuk lebih jauh,\u201d tegas Haili Yoga.\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/153768?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Takengon, Infoaceh.net \u2014 Kabupaten Aceh Tengah berada dalam kondisi darurat kritis setelah rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut sejak 25 &#8211; 29 November 2025. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam laporan resmi per Sabtu (29\/11\/2025) pukul 18.00 WIB mengonfirmasi bahwa sembilan dari 14 kecamatan kini terisolir total, menyusul kerusakan infrastruktur yang melumpuhkan akses ke berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":153769,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-153768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/11\/20251130_080622-scaled.jpg?fit=2560%2C1154&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/153768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=153768"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/153768\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/153769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=153768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=153768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=153768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}