{"id":153938,"date":"2025-12-01T15:52:44","date_gmt":"2025-12-01T08:52:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=153938"},"modified":"2025-12-02T14:06:18","modified_gmt":"2025-12-02T07:06:18","slug":"uin-ar-raniry-liburkan-kuliah-rektor-desak-pemerintah-tetapkan-banjir-aceh-jadi-bencana-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/12\/01\/uin-ar-raniry-liburkan-kuliah-rektor-desak-pemerintah-tetapkan-banjir-aceh-jadi-bencana-nasional\/","title":{"rendered":"UIN Ar-Raniry Liburkan Kuliah, Rektor Desak Pemerintah Tetapkan Banjir Aceh Jadi Bencana Nasional"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif; font-size: large;\"><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi menghentikan seluruh kegiatan perkuliahan selama masa tanggap darurat banjir bandang yang melanda Aceh.<\/span><\/p>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Rektor yang menetapkan libur kuliah mulai 1\u20136 Desember 2025.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg juga mendesak pemerintah pusat segera menaikkan status bencana Aceh menjadi bencana nasional, menyusul kerusakan masif dan jumlah korban yang terus bertambah.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cPemerintah harus segera menetapkan status darurat nasional. Kerusakan sangat parah dan sejumlah wilayah terisolasi,\u201d ujar Mujiburrahman, Senin (1\/12\/2025).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Ia mengatakan indikator penetapan status bencana nasional sudah terpenuhi. \u201cDengan peningkatan status, penanganan akan jauh lebih maksimal karena dukungan personel, peralatan, dan anggaran bisa ditingkatkan.\u201d<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Berdasarkan data BNPB per 01 Desember 2025 pukul 14.30 WIB, banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan 502 orang meninggal dunia, 2.500 orang luka-luka dan 508 orang lainnya masih hilang. 552 ribu jiwa mengungsi dan 3,3 ribu rumah rusak berat. Bencana terjadi di 46 kabupaten\/kota.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Untuk Aceh sendiri, korban mencapai 156 orang meninggal, 181 hilang, serta 479,3 ribu pengungsi yang tersebar di 18 kabupaten.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Prof Dr Mujiburrahman mengungkapkan hampir 2.000 mahasiswa UIN Ar-Raniry terdampak langsung banjir bandang dan longsor yang terjadi enam hari terakhir.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Dalam pertemuan dengan pimpinan BTN Syariah dan Bank Syariah Nasional, ia menyebut kampus telah mengaktifkan posko darurat serta menyalurkan bantuan dasar untuk mahasiswa.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cSejak dua hari lalu kami sudah melaporkan kondisi ini kepada Menteri Agama. Posko tanggap darurat juga telah beroperasi di kampus,\u201d katanya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Mahasiswa terdampak berasal dari sedikitnya 18 kabupaten\/kota, mulai dari Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bireuen, hingga Pidie Jaya. Banyak dari mereka belum dapat berkomunikasi dengan keluarga akibat akses yang terputus.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Menurut Rektor, kondisi ekonomi mahasiswa menurun drastis karena kehabisan uang setelah terjebak di Banda Aceh selama masa bencana.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cKami mengajak sivitas akademika bergotong royong. Kemarin sudah tersalurkan bantuan Rp170 juta untuk mahasiswa terdampak,\u201d ujarnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai Rp200 ribu per mahasiswa. Hingga kemarin, 1.081 mahasiswa telah diverifikasi sebagai penerima, dan jumlahnya terus bertambah.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Selain mahasiswa dari Aceh, beberapa mahasiswa asal Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga ikut terdampak karena keluarga mereka berada di zona bencana.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Rektor menyebut bencana ini dapat memicu gelombang kemiskinan baru di Aceh. \u201cBanyak rumah warga rusak parah. Sebagian besar dari mereka adalah orang tua mahasiswa kami.\u201d<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Kampus kini mempertimbangkan skema jangka panjang, termasuk pembebasan atau penanggungan biaya kuliah dan biaya tempat tinggal bagi mahasiswa terdampak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Untuk menjaga kondisi psikologis mahasiswa, UIN Ar-Raniry memutuskan meliburkan kuliah selama lima hari ke depan. Namun perpustakaan tetap dibuka sebagai ruang belajar, pengisian daya gawai, dan akses internet.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cSecara psikis, banyak mahasiswa masih labil. Banyak yang menangis karena belum mengetahui kondisi keluarga,\u201d kata Mujiburrahman.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">UIN Ar-Raniry juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi kebutuhan logistik mahasiswa setidaknya satu bulan ke depan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Posko Ar-Raniry Peduli menjadi pusat pendataan mahasiswa terdampak. Hingga hari ini, 3.328 mahasiswa tercatat telah melapor.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">BSI dan BTN Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa Terdampak<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Dukungan dari berbagai lembaga mulai mengalir ke UIN Ar-Raniry. Bank Syariah Indonesia (BSI) menyalurkan bantuan Rp100 juta, diserahkan langsung CEO BSI Anggoro Eko Cahyo di Posko Ar-Raniry Peduli, Ahad (30\/11).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Sementara Bank BTN menyalurkan Rp200 juta pada Senin (1\/12), melalui Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar, didampingi Direktur Utama Bank Syariah Nasional Alex Sofyan Noor.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Rektor menyampaikan apresiasi dan berharap pemerintah pusat bergerak cepat merespons skala bencana yang semakin meluas.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Ketua Islamic Trust Fund (ITF) UIN Ar-Raniry, Prof Muhammad Yasir Yusuf, memastikan seluruh dana yang terkumpul disalurkan tepat sasaran.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cDana tanggap darurat ini segera kami distribusikan agar mahasiswa bisa melanjutkan kuliah tanpa terkendala finansial akibat bencana,\u201d ujarnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Pendataan penerima bantuan terus dilakukan. \u201cSetiap hari ada tambahan mahasiswa yang melapor, dan sedang kami verifikasi,\u201d tambahnya.<\/span>\n\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/153938?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan data BNPB per 01 Desember 2025 pukul 14.30 WIB, banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan 502 orang meninggal dunia, 2.500 orang luka-luka dan 508 orang lainnya masih hilang. 552 ribu jiwa mengungsi dan 3,3 ribu rumah rusak berat. Bencana terjadi di 46 kabupaten\/kota.<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":153952,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-153938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/12\/IMG-20251201-WA0221.jpg?fit=1280%2C853&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/153938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=153938"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/153938\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/153952"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=153938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=153938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=153938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}