{"id":154318,"date":"2025-12-04T16:04:57","date_gmt":"2025-12-04T09:04:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=154318"},"modified":"2025-12-07T12:29:21","modified_gmt":"2025-12-07T05:29:21","slug":"aceh-tamiang-porak-poranda-bau-menyengat-ratusan-jenazah-belum-dievakuasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/12\/04\/aceh-tamiang-porak-poranda-bau-menyengat-ratusan-jenazah-belum-dievakuasi\/","title":{"rendered":"Aceh Tamiang Porak-poranda: Bau Menyengat Ratusan Jenazah Belum Dievakuasi"},"content":{"rendered":"<strong>Aceh Tamiang, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Gelombang banjir raksasa yang melanda Aceh Tamiang telah menyisakan kehancuran nyaris total.\n\nDi sejumlah titik, bau amis mayat dan menyengat tercium dari reruntuhan rumah, kendaraan dan tumpukan lumpur yang belum tersentuh alat berat.\n\nWarga yang selamat menceritakan bagaimana air bah \u201csetinggi tsunami\u201d menerjang permukiman hanya dalam hitungan jam.\n\nEmpat Hari dalam Kegelapan dan Air Setinggi 3,5 Meter\n\nIshak alias Kureng, warga Desa Menang Gini, Kecamatan Karang Baru, masih sulit melupakan detik-detik banjir menghantam kampungnya.\n\n\u201cBanjir hari Rabu mulai naik, malam Kamis sudah dua meter lebih. Hari Kamis bertambah lagi sampai malam Jumat kira-kira 3,5 meter,\u201d ujarnya dengan suara bergetar.\n\n\u201cHari Jum&#8217;at baru mulai reda pelan-pelan, dan Sabtu kami bisa keluar cari makan. Kami terjebak sekitar empat hari empat malam.\u201d\n\nIa bersama sekitar 50 warga mengungsi ke kantor KPA yang menjadi satu-satunya lokasi aman. Dari desa sekitar, ratusan orang juga menyelamatkan diri ke tempat yang sama.\n\n\u201cArus banjir kencang sekali, rumah hancur semua. Yang paling dibutuhkan makanan, air bersih, obat-obatan untuk bayi. Banyak anak sudah demam. Yang diselamatkan cuma keluarga. Yang tersisa cuma baju di badan.\u201d\n\nAir Naik Seteras Kabel Listrik dalam 90 Menit\n\nKisah serupa disampaikan Wahyu Putra Pratama, warga Kampung Dalam. Ia menggambarkan kecepatan banjir yang tidak memberi kesempatan bagi banyak orang untuk menyelamatkan apa pun.\n\n\u201cSelesai Magrib air sudah masuk. Kami langsung mengungsi ke kantor KPA yang dekat karena banyak anak kecil. Alhamdulillah selamat,\u201d katanya.\n\n\u201cAir naik cepat sekali, setinggi kabel listrik, sekitar tiga meter. Dalam satu setengah jam langsung tiga meter. Rumah sudah hancur semua.\u201d\n\nWahyu dan keluarganya terjebak selama lima hari lima malam tanpa suplai logistik.\n\n\u201cKami cari kelapa, pisang, apa saja. Berenang sambil ikat pinggang supaya tidak hanyut.\u201d\n\nMenurutnya, 80 persen rumah di kampungnya rata dengan tanah. \u201cDari 100 persen, hanya 20 persen yang tersisa.\u201d\n\nIa memperkirakan sekitar 250 orang meninggal, termasuk 150 lebih yang belum ditemukan.\n\u201cIni tsunami, cuma bedanya air sungai. Baru kali ini kami merasakan bencana sebesar ini.\u201d\n\nJenazah Ditemukan Mengapung, SAR Lanjutkan Pencarian\n\nPada Rabu (3\/12), Tim SAR gabungan menemukan dua korban meninggal di Kecamatan Karang Baru.\n\nKorban masing-masing: M. Arifin (35), warga Desa Menang Gini.\n\nPonasir (65), warga Dusun Makmur, Desa Kebun Tanjung\n\nKoordinator Pos SAR Langsa, Budi Darmawan, mengatakan tim bergerak secepat mungkin begitu laporan diterima.\n\n\u201cKondisi lapangan sangat sulit, namun seluruh laporan tetap kami tindaklanjuti.\u201d\n\nPencarian masih terus dilakukan mengingat lebih banyak warga yang belum ditemukan.\n\nMualem Terobos Aceh Tamiang di Tengah Gelap: \u2018Kita Sedih dan Pilu\u2019\n\nPada Rabu malam (3\/12), Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) memasuki wilayah yang masih gelap gulita akibat listrik padam total. Ia tiba sekitar pukul 23.00 WIB usai menempuh perjalanan dari Lhokseumawe.\n\nSaat rombongan memasuki pusat Kota Kuala Simpang, pemandangan suram terbentang: sisa lumpur setinggi betis, kendaraan rusak berserakan, rumah-rumah tanpa dinding, hanya menyisakan fondasi.\n\nDi Kampung Dalam, salah satu kawasan yang paling parah, Mualem menyaksikan langsung kehancuran nyaris total.\n\nIa menyalurkan 30 ton sembako sumbangan warga Medan, terdiri dari air minum, beras, mi instan, biskuit, telur, dan obat-obatan.\n\n\u201cKita sedih dan pilu melihat kondisi ini. Kita harap rakyat Aceh tabah menghadapi cobaan banjir dan longsor,\u201d ujar Mualem.\n\n\u201cHari ini kita penuhi kebutuhan sembako. Kita masih kewalahan soal air bersih dan tabung elpiji. Dalam beberapa hari ke depan akan menyusul.\u201d\n\nRudi, warga Medan yang menginisiasi bantuan, mengatakan pihaknya mengirim satu truk sembako dan besok akan menyusul truk berikutnya.\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/154318?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat rombongan memasuki pusat Kota Kuala Simpang, pemandangan suram terbentang: sisa lumpur setinggi betis, kendaraan rusak berserakan, rumah-rumah tanpa dinding, hanya menyisakan fondasi.<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":154319,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-154318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/12\/20251204_160130-e1765085327542.jpg?fit=1000%2C451&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/154318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=154318"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/154318\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/154319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=154318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=154318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=154318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}