{"id":154897,"date":"2025-12-10T23:54:11","date_gmt":"2025-12-10T16:54:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=154897"},"modified":"2025-12-12T11:37:59","modified_gmt":"2025-12-12T04:37:59","slug":"bencana-baru-di-bireuen-relawan-kemanusiaan-dipalak-rp14-juta-untuk-seberangi-bantuan-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/12\/10\/bencana-baru-di-bireuen-relawan-kemanusiaan-dipalak-rp14-juta-untuk-seberangi-bantuan-banjir\/","title":{"rendered":"Bencana Baru di Bireuen: Relawan Kemanusiaan Dipalak Rp1,4 Juta untuk Seberangi Bantuan Banjir"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\"><strong>Bireuen, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Di tengah kepanikan warga dan rumah-rumah yang hanyut diterjang banjir, muncul persoalan lain yang tak kalah kelam di Kabupaten Bireuen.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Relawan kemanusiaan yang datang membawa bantuan justru dipaksa membayar biaya selangit untuk menyeberangkan bantuan logistik menggunakan boat.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Di lokasi jembatan putus kawasan Kutablang, Bireuen, pungutan untuk sekali penyeberangan itu disebut mencapai Rp1,4 juta hanya untuk jarak sekitar 150 meter.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Para relawan kemanusiaan menyebut tarif tersebut dipaksakan, bahkan dibebankan dalam kondisi darurat ketika bantuan sangat dibutuhkan korban banjir.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Relawan yang turun ke lokasi menceritakan bahwa mereka dilarang mengangkut logistik sendiri dan diwajibkan membayar biaya harlan dan ongkos boat yang dinilai tidak masuk akal.\u00a0<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Total pungutan itu membuat bantuan kemanusiaan seolah berubah menjadi \u201ckomoditas yang wajib membayar upeti\u201d.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Salah seorang relawan mengaku sangat terpukul dengan perlakuan tersebut.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cIni benar-benar mencekik. Kami datang membawa bantuan, bukan membawa anggaran untuk diperas. Pungutan liar seperti ini tidak masuk akal,\u201d ujarnya, Rabu (10\/12).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Temuan ini memantik respons keras. Salah satunya Pemerhati Kebijakan Publik Aceh, Drs M. Isa Alima, yang menyebut praktik tersebut sebagai pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cPerilaku seperti ini adalah bencana baru. <\/span><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Air menenggelamkan rumah, tetapi keserakahan menenggelamkan nurani. Mengambil kesempatan dalam kesempitan adalah tindakan yang dikutuk akal sehat, moral dan agama,\u201d tegasnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Nada serupa juga disampaikan Ketua PBN Aceh, yang menilai pungutan tersebut sudah masuk kategori pemerasan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cSaat relawan membawa harapan, mereka dijerat pungutan liar. Ini bukan bantuan jasa, ini pemerasan. Luka seperti ini harus dihentikan,\u201d katanya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Publik mendesak agar seluruh pemangku otoritas \u2014 mulai dari Aparat Penegak Hukum (APH), pemerintah daerah, hingga para ulama \u2014 mengambil tindakan nyata.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cAPH, Pemda dan ulama harus bersuara dan bertindak. Tinjau dari aspek sosial, hukum, adat, dan syariat. Tegur pelaku dan tindak sesuai aturan. Jangan biarkan mereka berlindung di balik alasan situasi darurat,\u201d ujar Isa Alima.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Aceh saat ini sedang berduka. Banjir menutup jalan-jalan dan memutus akses warga, namun yang mengalir lebih deras adalah rasa kecewa terhadap oknum yang memanfaatkan musibah sebagai kesempatan mencari keuntungan pribadi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Kini publik menunggu langkah nyata: Apakah hukum akan hadir?<\/span>\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Apakah pemerintah akan berdiri tegak membela rakyat? Apakah para ulama akan memagari moral yang mulai retak?<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Karena ketika keserakahan tumbuh di atas musibah, itu bukan sekadar pelanggaran \u2014 itu adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/154897?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Temuan ini memantik respons keras. Salah satunya Pemerhati Kebijakan Publik Aceh, Drs M. Isa Alima, yang menyebut praktik tersebut sebagai pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan.<\/p>\n","protected":false},"author":400000,"featured_media":154898,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[229],"tags":[],"class_list":["post-154897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-surat-warga"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/12\/Screenshot_20251210_234531_TikTok.jpg?fit=1080%2C975&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/154897","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400000"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=154897"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/154897\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/154898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=154897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=154897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=154897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}