{"id":155187,"date":"2025-12-14T16:00:27","date_gmt":"2025-12-14T09:00:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=155187"},"modified":"2025-12-14T16:00:27","modified_gmt":"2025-12-14T09:00:27","slug":"penanganan-lambat-bencana-di-aceh-bisa-picu-ideologi-perlawanan-terhadap-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/12\/14\/penanganan-lambat-bencana-di-aceh-bisa-picu-ideologi-perlawanan-terhadap-indonesia\/","title":{"rendered":"Penanganan Lambat Bencana di Aceh Bisa Picu Ideologi Perlawanan terhadap Indonesia"},"content":{"rendered":"<strong><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Banda Aceh, Infoaceh.net &#8212;\u00a0<\/span><\/strong><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Pemerintah pusat diingatkan agar tidak memandang remeh penanganan dampak bencana besar banjir bandang dan longsor di Aceh.\u00a0<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh, Dr Rahmad Syah Putra MPd MAg menegaskan, penanganan bencana yang lambat dan tidak tepat, berpotensi memunculkan kembali kekecewaan mendalam di tengah masyarakat korban.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat memicu berkembangnya ideologi perlawanan terhadap Indonesia, sesuatu yang tidak boleh terulang.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Ia meminta pemerintah pusat benar-benar memahami sensitivitas Aceh dan memastikan respons yang cepat di lapangan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">&#8220;Bencana di Aceh jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat akan menghidupkan ideologi perlawanan kepada Indonesia. Jangan sampai ini terjadi lagi. Pusat harus paham, jangan sampai kekecewaan itu muncul kembali,\u201d ungkapnya, Ahad (14\/12\/2025).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Rahmad menyebut setiap kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh selalu diiringi komitmen pemulihan infrastruktur, penyediaan bantuan darurat serta percepatan rehabilitasi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Namun hingga saat ini, ISNU Aceh menilai sebagian besar janji tersebut masih berada pada tataran rencana strategis dan belum sepenuhnya dirasakan dampaknya oleh masyarakat terdampak, khususnya di sektor dasar seperti listrik, air bersih, dan distribusi logistik.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Hingga kini, beberapa kawasan masih sulit diakses karena jalan utama terputus, sehingga bantuan sulit menjangkau lokasi terdampak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">ISNU Aceh juga mencatat sejumlah kendala serius di lapangan. Sejak 26 November 2025, banyak gampong di wilayah bencana masih belum dialiri listrik. Sumber air bersih warga terancam karena sumur tertimbun lumpur, meningkatkan risiko penyakit menular.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Kebutuhan logistik pun tidak hanya terbatas pada makanan, tetapi juga mencakup obat-obatan, pembalut wanita, popok bayi, dan perlengkapan sanitasi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Selain itu, tingginya biaya distribusi ke daerah terpencil menjadi hambatan tersendiri, dengan ongkos porter, sewa kendaraan, hingga penyeberangan yang mencapai ratusan ribu rupiah per hari.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Rahmad menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Ia mendesak agar ego sektoral diturunkan dan fokus diarahkan sepenuhnya pada kepentingan rakyat Aceh.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Ia juga mendorong penetapan status bencana nasional, penyediaan pembangkit listrik darurat, serta program pemulihan air bersih di tingkat gampong.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Menurutnya, penanganan bencana yang adil, cepat, dan transparan merupakan wujud nyata persatuan, sekaligus bukti bahwa Aceh adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155187?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net &#8212;\u00a0Pemerintah pusat diingatkan agar tidak memandang remeh penanganan dampak bencana besar banjir bandang dan longsor di Aceh.\u00a0 Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh, Dr Rahmad Syah Putra MPd MAg menegaskan, penanganan bencana yang lambat dan tidak tepat, berpotensi memunculkan kembali kekecewaan mendalam di tengah masyarakat korban. Menurutnya, pengalaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":155188,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-155187","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/12\/1765045765962.jpg?fit=720%2C539&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155187","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=155187"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155187\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/155188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=155187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=155187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=155187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}