{"id":155333,"date":"2025-12-16T17:06:11","date_gmt":"2025-12-16T10:06:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=155333"},"modified":"2025-12-16T17:06:11","modified_gmt":"2025-12-16T10:06:11","slug":"dua-lembaga-pbb-sudah-tanggapi-permintaan-aceh-bantu-korban-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/12\/16\/dua-lembaga-pbb-sudah-tanggapi-permintaan-aceh-bantu-korban-bencana\/","title":{"rendered":"Dua Lembaga PBB Sudah Tanggapi Permintaan Aceh Bantu Korban Bencana"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\"><strong>Jakarta, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan UNICEF, telah menerima surat resmi dari Pemerintah Aceh terkait permintaan dukungan penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 lalu.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Pemerintah Aceh sebelumnya menyurati kedua lembaga internasional tersebut dengan pertimbangan pengalaman panjang UNDP dan UNICEF dalam mendampingi Aceh pascatsunami 2004 silam.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Kantor Perwakilan PBB di Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi serta tetap terlibat aktif dalam mengawal respons darurat di provinsi-provinsi terdampak bencana.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cUNDP telah menerima surat resmi dari Pemerintah Provinsi Aceh pada 14 Desember 2025. Saat ini UNDP sedang melakukan peninjauan untuk memberikan dukungan terbaik kepada para national responders atau tim penanggulangan bencana serta masyarakat terdampak, sejalan dengan mandat UNDP dalam pemulihan dini (early recovery),\u201d demikian pernyataan Kantor Perwakilan PBB di Indonesia, Senin (15\/12\/2025).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Sementara itu, UNICEF juga telah menerima surat permintaan bantuan dari Pemerintah Aceh dan tengah melakukan kajian terhadap bentuk dukungan yang dapat diberikan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cUNICEF saat ini sedang menelaah bidang-bidang dukungan yang diminta melalui koordinasi dengan otoritas terkait, guna mengidentifikasi kebutuhan prioritas di mana UNICEF dapat berkontribusi dalam upaya penanganan yang dipimpin oleh pemerintah,\u201d lanjut pernyataan tersebut.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Sejak awal terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor sporadis di tiga provinsi Sumatra\u2014Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat\u2014UNICEF bersama badan-badan PBB lainnya telah bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra kemanusiaan dalam mendukung respons darurat.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cTim UNICEF di Kantor Lapangan Aceh telah berada di lapangan dan diperkuat dengan tambahan keahlian teknis, khususnya di bidang kesejahteraan anak,\u201d ujar Kantor Perwakilan PBB di Indonesia.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menegaskan bahwa Pemerintah Aceh secara resmi telah meminta keterlibatan UNDP dan UNICEF dalam penanganan pascabencana banjir dan longsor di Tanah Rencong.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cSecara khusus Pemerintah Aceh telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman penanganan bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF,\u201d kata Muhammad MTA, Ahad (14\/12\/2025).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Meski demikian, hingga saat ini Pemerintah RI belum membuka izin secara luas terhadap masuknya bantuan internasional untuk bencana di Pulau Sumatra. Kendati begitu, sejumlah bantuan relawan dan logistik dari luar negeri, seperti Malaysia dan China, telah lebih dulu tiba di wilayah terdampak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menegaskan sikap Pemerintah Aceh yang tetap terbuka menerima bantuan kemanusiaan dari pihak mana pun tanpa mempersulit proses masuknya ke Aceh.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cPada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja,\u201d kata Mualem usai menerima bantuan dari perusahaan multinasional Upland Resources di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Senin (15\/12\/2025).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Bantuan dari perusahaan yang beroperasi di Inggris, Malaysia, dan Indonesia tersebut berupa bahan kebutuhan pokok dan langsung disalurkan kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Mualem menegaskan bahwa dalam kondisi bencana, semangat kemanusiaan harus menjadi landasan utama tanpa memandang latar belakang pihak pemberi bantuan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Pada hari yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, mengungkapkan bahwa sejumlah pemimpin negara telah menyatakan keinginan untuk mengirimkan bantuan ke Indonesia.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cSaya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan. Saya bilang terima kasih atas perhatian Anda, kami mampu, Indonesia mampu mengatasi ini,\u201d kata Prabowo.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Presiden menegaskan APBN siap menyokong penuh penanganan bencana, termasuk melalui tambahan dana taktis bagi pemerintah daerah terdampak. Pemerintah mengalokasikan Rp20 miliar untuk setiap provinsi terdampak, serta Rp4 miliar untuk setiap kabupaten\/kota terdampak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Sebelumnya, Gubernur Aceh juga telah resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi banjir dan longsor di Aceh selama 14 hari, terhitung sejak 12 &#8211; 25 Desember 2025.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Menurut Mualem, perpanjangan status tanggap darurat dilakukan karena penanganan bencana masih memerlukan upaya intensif dan terkoordinasi, mulai dari evakuasi warga, distribusi logistik, hingga perbaikan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas pelayanan publik.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155333?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Infoaceh.net \u2014 Dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan UNICEF, telah menerima surat resmi dari Pemerintah Aceh terkait permintaan dukungan penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 lalu. Pemerintah Aceh sebelumnya menyurati kedua lembaga internasional tersebut dengan pertimbangan pengalaman panjang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":155334,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-155333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/12\/IMG-20251130-WA0648.jpg?fit=691%2C447&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=155333"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155333\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/155334"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=155333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=155333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=155333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}