{"id":155337,"date":"2025-12-16T18:50:24","date_gmt":"2025-12-16T11:50:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=155337"},"modified":"2025-12-16T18:50:24","modified_gmt":"2025-12-16T11:50:24","slug":"mualem-mengaku-tak-tahu-ada-surat-pemerintah-aceh-minta-bantuan-ke-lembaga-pbb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/12\/16\/mualem-mengaku-tak-tahu-ada-surat-pemerintah-aceh-minta-bantuan-ke-lembaga-pbb\/","title":{"rendered":"Mualem Mengaku Tak Tahu Ada Surat Pemerintah Aceh Minta Bantuan ke Lembaga PBB"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\"><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Pemerintah Aceh diketahui telah mengirimkan surat resmi kepada dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni UNICEF dan United Nations Development Programme (UNDP), untuk meminta keterlibatan dalam penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Tanah Rencong.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Namun, pernyataan berbeda justru disampaikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, yang mengaku tidak mengetahui adanya surat permintaan bantuan tersebut.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cSaya tidak mengerti, karena bukan kita yang buat. LSM yang buat,\u201d kata Mualem kepada wartawan usai penyerahan bantuan dari Menteri Sosial di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (16\/12\/2025).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Saat wartawan menegaskan bahwa surat tersebut merupakan permintaan resmi Pemerintah Aceh kepada lembaga PBB, Mualem kembali menyatakan ketidaktahuannya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cItu di luar kewenangan kita. Saya tidak tahu soal itu,\u201d ujarnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Pernyataan serupa kembali disampaikan Mualem ketika diwawancarai ulang saat hendak meninggalkan kantor gubernur.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Ia menyebut surat tersebut bukan ditujukan ke PBB, melainkan ke lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di Aceh.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cSaya tidak tahu. Saya nggak tahu apa-apa. Bukan ke PBB, tapi LSM yang ada di Aceh,\u201d ucapnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Di sisi lain, Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA, yang saat itu berada di lokasi bersama Gubernur Aceh, ikut memberikan klarifikasi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh memang menyurati UNICEF dan UNDP, namun surat tersebut dikirim kepada perwakilan lembaga yang berkantor dan memiliki program di Indonesia.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cKami menyurati lembaga-lembaga yang ada di Indonesia, bukan langsung ke PBB pusat. UNICEF dan UNDP itu lembaga yang masih memiliki program di Aceh,\u201d kata MTA.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Menurutnya, Gubernur Aceh berharap kedua lembaga tersebut dapat turut membantu pemerintah pusat dalam penanganan dampak bencana di Aceh.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cGubernur berharap mereka bisa ikut membantu pemerintah pusat dalam persoalan penanganan bencana,\u201d ujar MTA.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Sebelumnya, Muhammad MTA juga menyampaikan secara terbuka bahwa Pemerintah Aceh telah secara resmi meminta keterlibatan UNDP dan UNICEF, dengan mempertimbangkan pengalaman kedua lembaga tersebut dalam menangani pascabencana tsunami Aceh 2004 silam.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cSecara khusus Pemerintah Aceh telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman penanganan bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF,\u201d kata MTA, Ahad (14\/12\/2025).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Meski demikian, hingga kini Pemerintah Republik Indonesia belum membuka izin secara luas terhadap masuknya bantuan internasional untuk penanganan bencana di Pulau Sumatra. Kendati begitu, sejumlah bantuan relawan dan logistik dari luar negeri, seperti Malaysia dan China, telah lebih dahulu tiba di wilayah terdampak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Gubernur Aceh Muzakir Manaf sebelumnya juga menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tetap terbuka menerima bantuan kemanusiaan dari pihak mana pun.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cPada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja,\u201d kata Mualem usai menerima bantuan dari perusahaan multinasional Upland Resources di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Senin (15\/12\/2025).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Bantuan dari perusahaan yang beroperasi di Inggris, Malaysia, dan Indonesia itu berupa bahan kebutuhan pokok dan langsung disalurkan kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang dan longsor.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Pada hari yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, menyampaikan bahwa sejumlah pemimpin negara telah menawarkan bantuan kepada Indonesia.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cSaya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan. Saya bilang terima kasih atas perhatian Anda, kami mampu, Indonesia mampu mengatasi ini,\u201d kata Prabowo.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Presiden menegaskan APBN siap menyokong penuh penanganan bencana, termasuk melalui tambahan dana taktis sebesar Rp20 miliar untuk setiap provinsi terdampak dan Rp4 miliar untuk setiap kabupaten\/kota terdampak.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155337?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014 Pemerintah Aceh diketahui telah mengirimkan surat resmi kepada dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni UNICEF dan United Nations Development Programme (UNDP), untuk meminta keterlibatan dalam penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Tanah Rencong. Namun, pernyataan berbeda justru disampaikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, yang mengaku tidak mengetahui adanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":155338,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-155337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/12\/IMG-20251216-WA0146.jpg?fit=1600%2C1066&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=155337"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155337\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/155338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=155337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=155337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=155337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}