{"id":155379,"date":"2025-12-17T09:08:15","date_gmt":"2025-12-17T02:08:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=155379"},"modified":"2025-12-17T09:08:15","modified_gmt":"2025-12-17T02:08:15","slug":"penanganan-bencana-di-aceh-lambat-dpr-minta-pemerintah-tak-perlu-gengsi-terima-bantuan-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/12\/17\/penanganan-bencana-di-aceh-lambat-dpr-minta-pemerintah-tak-perlu-gengsi-terima-bantuan-internasional\/","title":{"rendered":"Penanganan Bencana di Aceh Lambat, DPR Minta Pemerintah Tak Perlu Gengsi Terima Bantuan Internasional"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\"><strong>Jakarta, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta pemerintah agar tidak menolak bantuan asing dalam penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh serta wilayah Sumatera lainnya.\u00a0<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Menurutnya, bantuan dari negara sahabat justru dapat mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cKalau ada negara yang berniat baik dan bisa mempercepat pemulihan keadaan warga yang terdampak, kenapa harus kita tolak?\u201d kata Lasarus kepada wartawan, Rabu (17\/12\/2025).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Politikus PDI Perjuangan itu menilai penanganan bencana di wilayah Sumatera bagian utara, khususnya Aceh, masih terkesan lambat. Ia menyoroti kondisi masyarakat yang hingga kini masih berada dalam situasi darurat.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Lasarus juga menyinggung momen emosional Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) yang sempat menangis saat ditanya mengenai alasan belum ditetapkannya status bencana nasional.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cJujur kami menilai kita agak terlambat dalam penanganan bencana ini. Kasihan rakyat. Kita semua masih ingat Gubernur Aceh sampai menangis ketika ditanya mengapa status bencana tidak ditetapkan sebagai bencana nasional,\u201d ujarnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Ia menegaskan, pemerintah tidak perlu merasa gengsi menerima bantuan internasional, terlebih melihat besarnya dampak bencana yang terjadi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Berdasarkan data yang ia terima, jumlah pengungsi hampir mencapai satu juta orang, sementara korban meninggal dan hilang juga cukup besar.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cUntuk kebaikan rakyat yang sedang dalam kesusahan, kenapa kita harus malu? Waktu tidak akan pernah berbohong seberapa cepat kita mampu menangani bencana yang begitu dahsyat, dengan sebaran wilayah terdampak yang sangat luas dan masif,\u201d tegasnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cKorban meninggal sangat banyak, pengungsi hampir satu juta orang, korban hilang ratusan belum ditemukan. Ini jelas tidak mudah,\u201d sambung Lasarus.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Meski demikian, Lasarus tetap mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil pemerintah pusat dalam penanganan bencana. Namun ia mengingatkan agar kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cKeyakinan pemerintah mampu menangani bencana patut kita apresiasi. Tetapi perlu diingat, semakin lama kondisi darurat ini berlangsung, keadaan masyarakat semakin tidak baik-baik saja,\u201d tuturnya.<\/span>\n\n<strong><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Presiden Prabowo: Indonesia Mampu Tangani Bencana<\/span><\/strong>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia mampu menangani bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tanpa bantuan internasional.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Prabowo mengungkapkan dirinya telah dihubungi sejumlah kepala negara sahabat yang menawarkan bantuan. Namun, pemerintah memilih untuk menangani bencana tersebut secara mandiri.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cSaya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin mengirim bantuan. Saya bilang, \u2018Terima kasih atas concern Anda, kami mampu\u2019. Indonesia mampu mengatasi ini,\u201d ujar Prabowo saat rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15\/12\/2025).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Presiden juga menegaskan kondisi di tiga provinsi tersebut dinilai masih dapat ditangani oleh pemerintah, meski muncul desakan agar status bencana nasional segera ditetapkan.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155379?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Infoaceh.net \u2013 Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta pemerintah agar tidak menolak bantuan asing dalam penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh serta wilayah Sumatera lainnya.\u00a0 Menurutnya, bantuan dari negara sahabat justru dapat mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak. \u201cKalau ada negara yang berniat baik dan bisa mempercepat pemulihan keadaan warga yang terdampak, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":155380,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-155379","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/12\/1765897093288.jpg?fit=864%2C510&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=155379"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155379\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/155380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=155379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=155379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=155379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}