{"id":155453,"date":"2025-12-18T17:37:34","date_gmt":"2025-12-18T10:37:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=155453"},"modified":"2025-12-18T17:37:34","modified_gmt":"2025-12-18T10:37:34","slug":"listrik-pulih-setelah-22-hari-padam-dirut-pln-perjuangan-rakyat-aceh-jadi-inspirasi-kami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/12\/18\/listrik-pulih-setelah-22-hari-padam-dirut-pln-perjuangan-rakyat-aceh-jadi-inspirasi-kami\/","title":{"rendered":"Listrik Pulih Setelah 22 Hari Padam, Dirut PLN: Perjuangan Rakyat Aceh Jadi Inspirasi Kami  \u00a0"},"content":{"rendered":"<strong>Aceh Tamiang, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 PT PLN berhasil memulihkan jaringan transmisi listrik bertegangan 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan\u2013Langsa pada Rabu (17\/12) pukul 13.30 WIB.\n\nSebelumnya, listrik Aceh mengalami gangguan dan padam bergilir selama 22 sejak 26 November 2025 Setelah tower transmisi roboh diterjang banjir bandang.\n\nDengan pulihnya jalur vital tersebut, sistem kelistrikan Aceh yang sempat terisolasi kini kembali terhubung dengan backbone sistem kelistrikan besar Sumatera.\n\nDirektur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan transmisi Pangkalan Brandan\u2013Langsa merupakan tulang punggung interkoneksi listrik Sumatra\u2013Aceh. Karena itu, pemulihan jalur ini menjadi langkah krusial dalam mengembalikan keandalan pasokan listrik Aceh pascabencana banjir dan longsor.\n\n\u201cTersambungnya kembali transmisi Pangkalan Brandan\u2013Langsa merupakan titik penting pemulihan kelistrikan Aceh. Jalur ini adalah backbone utama interkoneksi Sumatera\u2013Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan pemulihan sistem secara menyeluruh,\u201d ujar Darmawan di Aceh Tamiang, Rabu (17\/12).\n\nPemulihan interkoneksi dilakukan melalui pembangunan sejumlah tower darurat di titik-titik transmisi yang terdampak banjir dan longsor.\n\nLangkah ini memungkinkan jalur Pangkalan Brandan\u2013Langsa kembali difungsikan secara aman meski kondisi lapangan masih tergolong ekstrem.\n\n\u201cPembangunan tower darurat dilakukan di tengah tantangan berat, mulai dari akses lokasi yang terbatas, kontur tanah yang labil pascabencana, hingga curah hujan tinggi yang menyebabkan genangan air dan lumpur,\u201d jelasnya.\n\nSetelah jaringan transmisi kembali tersambung, PLN memasuki tahapan pengoperasian pembangkit listrik, khususnya PLTU Nagan Raya.\n\nProses ini menjadi kunci pemulihan pasokan listrik Aceh secara bertahap. Untuk mencapai kondisi operasi optimal, diperlukan waktu sekitar 48 jam guna melalui tahapan pemanasan, sinkronisasi sistem, serta pengujian kinerja pembangkit.\n\n\u201cPemulihan kelistrikan harus dilakukan secara berurutan. Setelah interkoneksi dinyatakan aman, pengoperasian pembangkit dilakukan agar pasokan listrik benar-benar andal dan tidak memicu gangguan lanjutan,\u201d tegas Darmawan.\n\nSelanjutnya, pasokan listrik akan disalurkan secara bertahap ke jaringan distribusi yang mencakup 20 unit gardu induk, 558 penyulang, serta 15.717 gardu distribusi yang melayani masyarakat di seluruh wilayah Aceh.\n\nDalam mendukung pemulihan tersebut, lebih dari 1.600 personel PLN terus disiagakan hingga sistem kelistrikan Aceh pulih sepenuhnya.\n\nDarmawan menyebut semangat masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana menjadi sumber inspirasi bagi seluruh insan PLN di lapangan.\n\n\u201cKami belajar dari semangat dan keteguhan masyarakat Aceh untuk bangkit. Bagi kami, pemulihan listrik bukan sekadar menyalakan kembali jaringan, tetapi juga menjaga api perjuangan rakyat Aceh agar tetap menyala,\u201d ungkapnya.\n\nMeski demikian, PLN menegaskan penormalan listrik di sejumlah wilayah masih dilakukan secara hati-hati karena genangan air dan lumpur masih ditemukan pascabencana. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat.\n\n\u201cKami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf dan memohon doa serta dukungan agar seluruh tahapan pemulihan kelistrikan Aceh dapat diselesaikan dengan aman dan cepat,\u201d tutup Darmawan.\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155453?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh Tamiang, Infoaceh.net \u2013 PT PLN berhasil memulihkan jaringan transmisi listrik bertegangan 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan\u2013Langsa pada Rabu (17\/12) pukul 13.30 WIB. Sebelumnya, listrik Aceh mengalami gangguan dan padam bergilir selama 22 sejak 26 November 2025 Setelah tower transmisi roboh diterjang banjir bandang. Dengan pulihnya jalur vital tersebut, sistem kelistrikan Aceh yang sempat terisolasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":155454,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-155453","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/12\/IMG-20251218-WA0109.jpg?fit=1536%2C1024&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=155453"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155453\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/155454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=155453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=155453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=155453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}