{"id":155476,"date":"2025-12-18T22:52:47","date_gmt":"2025-12-18T15:52:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=155476"},"modified":"2025-12-18T22:52:47","modified_gmt":"2025-12-18T15:52:47","slug":"pascabanjir-aceh-pembangunan-rumah-dan-pemulihan-ekonomi-rakyat-harus-dipercepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/12\/18\/pascabanjir-aceh-pembangunan-rumah-dan-pemulihan-ekonomi-rakyat-harus-dipercepat\/","title":{"rendered":"Pascabanjir Aceh, Pembangunan Rumah dan Pemulihan Ekonomi Rakyat Harus Dipercepat"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\"><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Air memang telah surut dari halaman rumah, perkampungan penduduk, pertokoan dan pematang sawah, namun luka akibat banjir masih membekas dalam denyut kehidupan masyarakat Aceh.\u00a0<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Dinding rumah yang hancur, lahan pertanian yang gagal tanam, hingga etalase usaha kecil yang kosong menjadi penanda bahwa bencana belum berlalu.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Di tengah kondisi itu, rakyat menunggu lebih dari sekadar bantuan darurat: mereka menanti kehidupan yang kembali bergerak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Pemerhati kebijakan publik Aceh, Drs M. Isa Alima, menegaskan bahwa fase pascabencana harus dijadikan momentum untuk berpikir jauh ke depan dan bertindak secara berkelanjutan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Bantuan darurat, menurutnya, hanyalah jembatan sementara, bukan tujuan akhir. Yang menentukan masa depan masyarakat korban banjir adalah pemulihan ekonomi rakyat yang dirancang matang, dikerjakan secara kolaboratif dan diawasi dengan nurani.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cSetelah bencana, yang paling penting adalah menghidupkan kembali ekonomi masyarakat korban banjir agar pemasukan kembali ada. Bantuan ada masanya berhenti, seperti yang pernah kita alami pascatsunami,\u201d ujar Isa Alima, Kamis (18\/12\/2025).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Ia mengingatkan, dampak banjir menyentuh hampir seluruh lapisan ekonomi bawah. Petani gagal tanam kehilangan sumber penghidupan, pedagang kecil kehabisan modal, sementara pekerja harian terpaksa menghentikan aktivitasnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Dalam situasi seperti ini, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Isa Alima mendorong langkah-langkah konkret dan terukur, di antaranya penyediaan modal usaha tanpa bunga bagi UMKM, bantuan bibit serta sarana produksi bagi petani, pembukaan kembali akses pasar rakyat, hingga pelatihan keterampilan kerja agar tenaga lokal lebih berdaya saing.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Selain itu, ia menilai program padat karya sangat relevan untuk segera dijalankan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cPerbaikan infrastruktur desa, normalisasi saluran air, hingga pembersihan fasilitas umum bisa melibatkan masyarakat setempat. Lingkungan pulih, pendapatan bergerak, dan kebersamaan sosial pun menguat,\u201d katanya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Ia menegaskan, kehadiran negara pascabencana tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus tepat sasaran. Program pemulihan ekonomi, kata dia, mesti terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah dan nasional, bukan program jangka pendek yang habis seiring berakhirnya anggaran.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Belajar dari pengalaman pahit pascatsunami, Isa Alima mengingatkan bahaya ketergantungan terhadap bantuan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Ketika bantuan dihentikan, masyarakat harus sudah memiliki pegangan untuk berdiri mandiri. Karena itu, investasi pada pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan menjadi jalan panjang yang wajib ditempuh secara konsisten.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Selain aspek ekonomi, Isa Alima juga menyoroti persoalan perumahan bagi warga yang rumahnya rusak atau hancur akibat banjir.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Ia menilai proses pembangunan rumah pascabencana harus dipercepat dan disederhanakan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">\u201cYang terpenting rumah segera berdiri, agar martabat dan rasa aman rakyat kembali pulang. Sampaikan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan Rakyat, agar penyediaan perumahan pascabencana diprioritaskan tanpa birokrasi berbelit,\u201d tegasnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Di akhir pernyataannya, Isa Alima menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana bencana, serta pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Menurutnya, kepercayaan publik adalah fondasi yang tidak boleh runtuh, terutama ketika rumah, sawah, dan harapan sedang dibangun kembali.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;\">Pascabanjir, menghidupkan kembali ekonomi rakyat bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan amanah moral negara. Dari denyut ekonomi yang bangkit, Aceh memiliki peluang menata masa depan yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih berdaya.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155476?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014 Air memang telah surut dari halaman rumah, perkampungan penduduk, pertokoan dan pematang sawah, namun luka akibat banjir masih membekas dalam denyut kehidupan masyarakat Aceh.\u00a0 Dinding rumah yang hancur, lahan pertanian yang gagal tanam, hingga etalase usaha kecil yang kosong menjadi penanda bahwa bencana belum berlalu. Di tengah kondisi itu, rakyat menunggu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":400000,"featured_media":155477,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[229],"tags":[],"class_list":["post-155476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-surat-warga"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/12\/20251218_071439.jpg?fit=760%2C384&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400000"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=155476"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155476\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/155477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=155476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=155476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=155476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}