{"id":155506,"date":"2025-12-19T12:23:37","date_gmt":"2025-12-19T05:23:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=155506"},"modified":"2025-12-19T12:23:37","modified_gmt":"2025-12-19T05:23:37","slug":"jembatan-bailey-awe-geutah-rampung-jalur-nasional-bireuen-lhokseumawe-kembali-terhubung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/12\/19\/jembatan-bailey-awe-geutah-rampung-jalur-nasional-bireuen-lhokseumawe-kembali-terhubung\/","title":{"rendered":"Jembatan Bailey Awe Geutah Rampung, Jalur Nasional Bireuen\u2013Lhokseumawe Kembali Terhubung"},"content":{"rendered":"<strong>Bireuen, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Jembatan Bailey Awe Geutah\u2013Teupin Reudeup di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, kini dapat dilintasi. Jembatan tersebut sebelumnya terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, sehingga menghambat akses transportasi utama masyarakat.\n\nPembangunan jembatan darurat ini dikerjakan oleh prajurit Kodam Iskandar Muda dari Yonzipur 16\/Dhika Anoraga yang dipimpin Letda Czi Rezha, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).\n\nJembatan Bailey tersebut merupakan bagian dari ruas jalan nasional penghubung Kabupaten Bireuen dengan Kota Lhokseumawe.\n\nJembatan Teupin Reudeup memiliki panjang bentang sekitar 39 meter dan dirancang mampu menahan beban hingga 20 ton. Proses pengerjaan dimulai sejak 2 Desember 2025 dan berhasil diselesaikan dalam waktu 16 hari, dengan progres pembangunan mencapai 100 persen pada Kamis (18\/12\/2025).\n\nKeberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan kerja keras antara TNI dan Kementerian PU. Selama proses pembangunan, personel di lapangan bekerja secara intensif, siang dan malam, demi mempercepat pemulihan akses vital yang sangat dibutuhkan masyarakat.\n\nDengan rampungnya jembatan tersebut, akses jalan nasional Bireuen\u2013Lhokseumawe yang sempat terputus kini kembali tersambung. Hal ini berdampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas, distribusi logistik, serta pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pascabencana.\n\nSalah seorang warga setempat, Abdullah, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kodam Iskandar Muda, Kementerian PU, dan Pemerintah Daerah atas respons cepat dalam membangun kembali jembatan tersebut. Ia menyebut, selama jembatan belum bisa dilalui, warga terpaksa menyeberang menggunakan perahu milik masyarakat.\n\n\u201cSekarang aktivitas warga sudah kembali normal, lebih aman dan efisien,\u201d ujarnya.\n\nIa berharap sinergi antara TNI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah terus diperkuat, khususnya dalam penanganan bencana dan pembangunan infrastruktur di Aceh.\n\nRampungnya pembangunan Jembatan Bailey Teupin Reudeup ini kembali menegaskan komitmen Kodam Iskandar Muda untuk hadir di tengah masyarakat, mendukung pembangunan daerah, serta membantu pemerintah menjaga kelancaran akses transportasi demi kesejahteraan masyarakat Aceh.\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155506?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bireuen, Infoaceh.net \u2013 Jembatan Bailey Awe Geutah\u2013Teupin Reudeup di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, kini dapat dilintasi. Jembatan tersebut sebelumnya terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, sehingga menghambat akses transportasi utama masyarakat. Pembangunan jembatan darurat ini dikerjakan oleh prajurit Kodam Iskandar Muda dari Yonzipur 16\/Dhika Anoraga yang dipimpin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":155507,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-155506","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/12\/1766120527997.jpg?fit=1080%2C609&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155506","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=155506"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/155506\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/155507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=155506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=155506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=155506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}