{"id":156414,"date":"2026-01-01T19:36:26","date_gmt":"2026-01-01T12:36:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=156414"},"modified":"2026-01-01T20:33:21","modified_gmt":"2026-01-01T13:33:21","slug":"di-aceh-tamiang-prabowo-jelaskan-lagi-alasan-tak-mau-tetapkan-bencana-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/01\/di-aceh-tamiang-prabowo-jelaskan-lagi-alasan-tak-mau-tetapkan-bencana-nasional\/","title":{"rendered":"Di Aceh Tamiang, Prabowo Kembali Tegaskan Tak Mau Tetapkan Bencana Nasional"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Aceh Tamiang, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Presiden RI Prabowo Subianto kembali menjelaskan alasan pemerintah tidak menetapkan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Penjelasan tersebut disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang, Kamis (1\/1\/2026).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Prabowo mengakui hingga saat ini masih terdapat desakan dari sejumlah pihak agar bencana di tiga provinsi tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Namun, menurutnya, keputusan pemerintah didasarkan pada pertimbangan kemampuan negara dalam menangani dampak bencana yang terjadi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cMasih ada yang mempersoalkan kenapa tidak dinyatakan sebagai bencana nasional. Masalahnya adalah kita punya 38 provinsi. Bencana ini berdampak di tiga provinsi, sementara masih ada 35 provinsi lain,\u201d ujar Prabowo.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ia menegaskan, selama negara masih mampu menangani dampak bencana tersebut secara optimal, penetapan status bencana nasional dinilai belum diperlukan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cKalau sementara ini, sebagai bangsa dan sebagai negara kita masih mampu menghadapi dampaknya, maka kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,\u201d katanya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau pembangunan rumah hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Aceh Tamiang yang dibangun oleh Danantara.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Meski demikian, Prabowo menekankan bahwa pemerintah pusat tetap menaruh perhatian serius terhadap bencana yang melanda wilayah Sumatera.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ia mencontohkan keterlibatan langsung jajaran kabinet yang turun ke daerah terdampak untuk memastikan penanganan berjalan maksimal.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cNyatanya dari seluruh kabinet hari ini, ada beberapa menteri yang berada di Aceh. Dua menteri di Aceh Utara, sekitar 10 menteri berada di Aceh sekarang, dan ada juga menteri lain yang berada di daerah terdampak di provinsi lain,\u201d ungkapnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Selain itu, pemerintah juga masih menangani bencana di sejumlah kabupaten lain di berbagai provinsi yang turut terdampak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cJadi, saudara-saudara, kita memandang masalah ini sangat serius dan kita akan habis-habisan membantu. Kita sudah siapkan anggaran yang cukup besar untuk mengatasi ini,\u201d tegas Prabowo.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah terbuka terhadap bantuan dari berbagai pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri, selama bantuan tersebut disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cKalau saya mengatakan belum mau menyatakan bencana nasional, bukan berarti kita tanggung-tanggung dalam upaya penanganan. Kita tidak tanggung-tanggung,\u201d ujarnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ia menambahkan, pemerintah sama sekali tidak menutup diri terhadap bantuan kemanusiaan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cJangan diartikan kita sombong atau tidak mau menerima bantuan. Ini masalah kemanusiaan. Siapa pun yang mau membantu, tentu kita terima dengan baik,\u201d kata Prabowo.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Namun demikian, ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan harus tetap difasilitasi oleh pemerintah agar tepat sasaran.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cKalau mau bantu ke Aceh, silakan. Mau bantu ke Sumatera Barat atau Sumatera Utara, silakan. Nanti kita fasilitasi penyalurannya,\u201d pungkas Prabowo.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156414?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh Tamiang, Infoaceh.net \u2014 Presiden RI Prabowo Subianto kembali menjelaskan alasan pemerintah tidak menetapkan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional. Penjelasan tersebut disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang, Kamis (1\/1\/2026). Prabowo mengakui hingga saat ini masih terdapat desakan dari sejumlah pihak agar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":156415,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-156414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/Screenshot_20260101_193043_Instagram.jpg?fit=1036%2C807&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=156414"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156414\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/156415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=156414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=156414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=156414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}