{"id":156537,"date":"2026-01-03T15:54:08","date_gmt":"2026-01-03T08:54:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=156537"},"modified":"2026-01-03T16:52:19","modified_gmt":"2026-01-03T09:52:19","slug":"di-balik-luka-dan-tangisan-rakyat-aceh-akibat-kelalaian-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/03\/di-balik-luka-dan-tangisan-rakyat-aceh-akibat-kelalaian-negara\/","title":{"rendered":"Di Balik Luka dan Tangisan Rakyat Aceh Akibat Kelalaian Negara"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Drs. M. Isa Alima (Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh)<\/strong><\/p>\n<p>Hujan turun dengan nada yang sama seperti dahulu\u2014lembut di pagi hari, lalu deras di sore yang gelap.<\/p>\n<p>Namun bagi masyarakat Aceh, terutama mereka yang tinggal di dataran rendah dan sepanjang sungai yang kini tersumbat, hujan tidak lagi semata-mata menjadi rahmat.<\/p>\n<p>Ia telah menjelma peringatan, bahkan tangisan yang menggema di antara rumah-rumah yang tenggelam dan jalan-jalan yang terputus.<\/p>\n<p>Ketika air menenggelamkan sekolah, rumah dan ladang yang menopang kehidupan, bukan hanya harta benda yang hilang.<\/p>\n<p>Yang turut runtuh adalah keyakinan akan hadirnya perlindungan negara\u2014keyakinan yang kini terasa rapuh.<\/p>\n<p>Hujan hanyalah pemantik. Bencana lahir dari keputusan manusia. Hutan ditebang tanpa kendali, sempadan sungai dikikis, dan tata ruang diabaikan demi kepentingan sesaat.<\/p>\n<p>Setiap tetes air yang menggenang adalah cermin dari kelalaian panjang yang dibiarkan, hingga rakyat kembali menanggung derita.<\/p>\n<p>Negara yang baru hadir setelah bencana adalah negara yang absen saat paling dibutuhkan.<\/p>\n<p>Sistem peringatan dini yang lemah, regulasi lingkungan yang diabaikan, serta penegakan hukum yang tertunda\u2014semua itu bukan sekadar persoalan administrasi atau dokumen, melainkan benteng nyata untuk melindungi kehidupan manusia.<\/p>\n<p>Ketika benteng tersebut rapuh, hujan pun berubah wajah: dari rahmat menjadi luka, dari berkah menjadi jerat kesedihan.<\/p>\n<p>Aceh adalah tanah yang kuat. Namun kekuatan itu terus diuji ketika akar persoalan dibiarkan membusuk di balik janji, rencana, dan program yang tak pernah benar-benar terealisasi.<\/p>\n<p>Kita membutuhkan keberanian untuk menegakkan tanggung jawab. Bukan sekadar menyalahkan hujan, melainkan menyadari bahwa setiap rumah yang tenggelam adalah panggilan untuk bertindak\u2014bukan untuk diam.<\/p>\n<p>Hujan akan terus turun, seperti doa yang tak pernah berhenti. Maka biarlah kehadiran kita, sebagai warga dan sebagai negara, turun bersamanya.<\/p>\n<p>Bukan untuk mengeluh, melainkan untuk melindungi, memperbaiki, dan memastikan bahwa musim hujan berikutnya kembali menjadi rahmat, bukan duka.<\/p>\n<p>Aceh harus tetap berdiri\u2014bukan hanya sebagai tanah yang indah, tetapi sebagai negeri yang terlindungi; tempat tangisan rakyat tidak lagi berulang hanya karena hujan yang seharusnya membawa kehidupan.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156537?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh harus tetap berdiri\u2014bukan hanya sebagai tanah yang indah, tetapi sebagai negeri yang terlindungi; tempat tangisan rakyat tidak lagi berulang hanya karena hujan yang seharusnya membawa kehidupan.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":156538,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-156537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/20260103_154959.jpg?fit=852%2C384&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=156537"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156537\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/156538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=156537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=156537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=156537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}