{"id":156859,"date":"2026-01-06T22:38:56","date_gmt":"2026-01-06T15:38:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=156859"},"modified":"2026-01-06T22:38:56","modified_gmt":"2026-01-06T15:38:56","slug":"aktivitas-tambang-pt-mifa-tetap-beroperasi-di-tengah-bencana-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/06\/aktivitas-tambang-pt-mifa-tetap-beroperasi-di-tengah-bencana-aceh\/","title":{"rendered":"Aktivitas Tambang PT Mifa Tetap Beroperasi di Tengah Bencana Aceh"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Meulaboh, Infoaceh.net &#8212;<\/strong> Di saat Aceh masih bergulat dengan dampak banjir dan longsor yang meluas, aktivitas pertambangan justru dilaporkan tetap berjalan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Informasi dan rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan lalu lintas truk-truk besar yang diduga milik rekanan perusahaan tambang batubara PT Mifa Bersaudara keluar-masuk kawasan Meulaboh, Aceh Barat.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Fakta ini memantik reaksi keras publik yang menilai empati dan kepekaan sosial tengah diuji di tengah darurat kemanusiaan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh telah menyebabkan ratusan ribu rumah rusak, akses jalan terputus, dan permukiman tertimbun lumpur serta puing kayu.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana di lapangan menghadapi keterbatasan serius alat berat.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ekskavator, bulldozer dan dump truck sangat dibutuhkan untuk membuka jalur evakuasi, membersihkan material banjir, serta memulihkan infrastruktur dasar.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Namun di saat yang sama, alat berat justru terlihat aktif mendukung operasional tambang.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Zakaria M. Yacob atau lebih dikenal Bang Jack Libya, menyampaikan kritik tegas terhadap kondisi tersebut.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ia menegaskan, Aceh hingga kini masih berada dalam status darurat bencana, sehingga seluruh pihak semestinya mengedepankan kepentingan kemanusiaan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cAceh ini belum pulih. Lumpur masih basah, longsor masih mengancam. Dalam situasi darurat seperti ini, yang dibutuhkan rakyat adalah empati dan keberpihakan, bukan aktivitas eksploitasi yang berjalan seperti biasa,\u201d ujar Jack Libya, Selasa, 6 Januari 2025.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Menurutnya, ketimpangan antara kebutuhan penanganan bencana dan aktivitas pertambangan mencerminkan persoalan serius dalam tata kelola sumber daya alam.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Jack menilai, alat berat milik perusahaan yang selama ini mengeruk kekayaan alam Aceh seharusnya dapat dialihkan sementara untuk membantu masyarakat terdampak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cRakyat masih mengangkat lumpur dengan tangan, sementara alat berat sibuk mengangkut hasil tambang. Ini ironi yang menyakitkan,\u201d katanya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Desakan serupa juga datang dari tokoh nasional. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melalui media sosial meminta pemerintah pusat menghentikan sementara seluruh aktivitas penambangan dan logging di Aceh.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ia mendorong agar peralatan berat perusahaan digeser untuk membersihkan desa-desa dan permukiman warga dari lumpur dan puing-puing bencana.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Banjir dan longsor yang dipicu Cyclone Senyar disebut sebagai salah satu bencana terparah dalam sejarah Aceh dan Sumatera.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), bahkan menyebut peristiwa ini sebagai \u201ctsunami kedua\u201d bagi Aceh, merujuk pada skala kerusakan dan dampak sosial ekonomi yang luas.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Sejumlah laporan lapangan menyebutkan, kerugian material akibat Banjir Aceh 2025 di beberapa wilayah melampaui dampak Tsunami 2004.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ribuan rumah rusak berat, lahan pertanian gagal panen, dan mata pencaharian warga terhenti.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Banyak kalangan menilai bencana ini diperparah oleh kerusakan lingkungan yang terjadi bertahun-tahun, mulai dari pembukaan hutan untuk perkebunan sawit hingga praktik logging legal dan ilegal yang masif.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Dalam situasi tersebut, Jack Libya menegaskan bahwa keberlanjutan aktivitas tambang di tengah bencana bukan sekadar persoalan bisnis, melainkan soal nurani dan tanggung jawab sosial.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cTambang bisa berhenti sementara, keuntungan bisa ditunda. Tapi keselamatan rakyat dan pemulihan Aceh tidak bisa menunggu,\u201d ujarnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Sorotan publik yang kian menguat ini menempatkan pemerintah pusat dan pelaku usaha pada persimpangan penting, yakni melanjutkan aktivitas ekonomi seperti biasa, atau menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat Aceh yang masih berjuang keluar dari bencana.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156859?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meulaboh, Infoaceh.net &#8212; Di saat Aceh masih bergulat dengan dampak banjir dan longsor yang meluas, aktivitas pertambangan justru dilaporkan tetap berjalan. Informasi dan rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan lalu lintas truk-truk besar yang diduga milik rekanan perusahaan tambang batubara PT Mifa Bersaudara keluar-masuk kawasan Meulaboh, Aceh Barat. Fakta ini memantik reaksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":400002,"featured_media":156860,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-156859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/Screenshot_20260106_220252_TikTok.jpg?fit=1644%2C1129&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400002"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=156859"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156859\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/156860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=156859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=156859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=156859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}