{"id":156865,"date":"2026-01-07T00:04:14","date_gmt":"2026-01-06T17:04:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=156865"},"modified":"2026-01-07T00:04:14","modified_gmt":"2026-01-06T17:04:14","slug":"daftar-desa-dan-dusun-di-aceh-yang-hilang-diterjang-banjir-di-tujuh-kabupaten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/07\/daftar-desa-dan-dusun-di-aceh-yang-hilang-diterjang-banjir-di-tujuh-kabupaten\/","title":{"rendered":"Daftar Desa dan Dusun di Aceh yang Hilang Diterjang Banjir di Tujuh Kabupaten"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh mengakibatkan beberapa desa dan dusun dinyatakan hilang. Permukiman warga lenyap terseret arus banjir dan longsor sehingga tidak lagi dapat dihuni.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cBerdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh serta DPMK kabupaten, banyak permukiman warga yang lenyap akibat banjir dan longsor,\u201d kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh, Selasa (6\/1\/2026).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Data tersebut mencatat desa dan dusun terdampak tersebar di tujuh kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Di <strong>Kabupaten Aceh Tamiang<\/strong>, tepatnya Kecamatan Sekerak, desa dan dusun yang dilaporkan hilang meliputi Desa Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Seluruh penduduk desa tersebut terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman maupun ke rumah kerabat.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Sementara di <strong>Kabupaten Aceh Utara<\/strong>, banjir dan longsor berdampak di Kecamatan Sawang dan Langkahan. Satu dusun di Desa Guci, serta wilayah Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dusun Rayeuk Pungkie dilaporkan hilang.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Di <strong>Kabupaten Nagan Raya<\/strong>, bencana melanda Kecamatan Kuta Teungoh dan Babah Suak. Desa Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan parah, dengan sebagian besar permukiman warga tidak tersisa.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Untuk <strong>Kabupaten Aceh Tengah<\/strong>, di Kecamatan Ketol dan Bintang, Desa Bintang Pupara dan Kalasegi dilaporkan hanya menyisakan beberapa rumah dengan kondisi rusak berat. <\/span><span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Warga dari desa tersebut saat ini masih berada di pengungsian.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Kabupaten Gayo Lues<\/strong> menjadi salah satu wilayah dengan jumlah desa dan dusun terdampak paling banyak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Sejumlah permukiman di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung dilaporkan hilang akibat banjir bandang dan longsor.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Sedangkan di <strong>Kabupaten Aceh Tenggara<\/strong>, tepatnya Kecamatan Ketambe, satu dusun dinyatakan hilang.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Hal serupa juga terjadi di <strong>Kabupaten Pidie Jaya<\/strong>, Kecamatan Meureudu, di mana satu dusun di Desa Blang Awe terdampak parah dan tidak lagi dapat dihuni.<\/span>\n\n<strong><span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Pemerintahan Desa Lumpuh Sementara<\/span><\/strong>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Murthalamuddin menambahkan, akibat bencana tersebut, pemerintahan desa di wilayah yang hilang tidak dapat menjalankan aktivitas secara normal.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Seluruh perangkat desa ikut mengungsi bersama masyarakat.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cPemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah penanganan, termasuk relokasi warga dan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal,\u201d ujarnya dikutip dari Antara.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156865?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014 Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh mengakibatkan beberapa desa dan dusun dinyatakan hilang. Permukiman warga lenyap terseret arus banjir dan longsor sehingga tidak lagi dapat dihuni. \u201cBerdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh serta DPMK kabupaten, banyak permukiman warga yang lenyap akibat banjir dan longsor,\u201d kata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":400000,"featured_media":156866,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-156865","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/Screenshot_20260106_215543_TikTok.jpg?fit=1036%2C657&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400000"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=156865"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156865\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/156866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=156865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=156865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=156865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}