{"id":156922,"date":"2026-01-08T09:12:48","date_gmt":"2026-01-08T02:12:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=156922"},"modified":"2026-01-08T09:12:48","modified_gmt":"2026-01-08T02:12:48","slug":"emosi-ksad-maruli-disebut-jenderal-baut-yang-otaknya-sebaut-itu-mereka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/08\/emosi-ksad-maruli-disebut-jenderal-baut-yang-otaknya-sebaut-itu-mereka\/","title":{"rendered":"Emosi KSAD Maruli Disebut Jenderal Baut: Yang Otaknya Sebaut Itu Mereka!"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Jakarta, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak angkat bicara terkait polemik hilangnya baut jembatan bailey di Kabupaten Bireuen dan biaya pembangunan sumur bor di Aceh Rp150 juta.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Polemik tersebut bahkan melahirkan julukan sinis \u201cJenderal Baut\u201d oleh netizen yang diarahkan kepadanya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Maruli menegaskan, biaya pembangunan sumur tersebut tidak bisa disamakan dengan sumur rumah tangga biasa.\u00a0<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Menurutnya, sumur yang dibangun TNI AD memiliki kedalaman tertentu, menggunakan material khusus, serta dikerjakan di medan bencana dengan tingkat kesulitan tinggi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cKalau yang berpikir sumur itu tinggal gali lalu jadi, ya itu otaknya memang sebaut,\u201d kata Maruli dengan nada tegas saat memberikan keterangan pada Rabu, 7 Januari 2026.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">KSAD menilai kritik yang disampaikan sebagian pihak tidak dilandasi pemahaman terhadap kondisi lapangan dan kompleksitas pekerjaan infrastruktur darurat.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ia secara khusus menolak julukan \u201cJenderal Baut\u201d yang belakangan ramai di media sosial.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Menurut Maruli, kritik adalah hal wajar dan diperlukan dalam demokrasi. Namun, ia menekankan bahwa kritik seharusnya disampaikan secara konstruktif dan berdasarkan fakta, bukan asumsi dangkal.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cSaya tidak anti kritik. Tapi jangan seolah-olah yang tidak turun ke lapangan merasa paling tahu, sementara yang bekerja dianggap selalu salah,\u201d ujarnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Maruli, yang juga dikenal terlibat langsung dalam berbagai penanganan bencana, menjelaskan bahwa dirinya mengawasi langsung proses perencanaan dan pelaksanaan bantuan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Mulai dari pemindahan satuan, pengiriman alat berat dan material melalui jalur laut, hingga pemasangan jembatan darurat di wilayah terdampak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ia menyebut, prajurit TNI Angkatan Darat harus bekerja di medan sulit, dengan akses terbatas dan waktu yang mendesak demi memastikan bantuan cepat dirasakan masyarakat.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cSaya ikut mengatur pembelian material khusus, memastikan pemasangan jembatan darurat, dan memastikan fasilitas sementara bisa langsung dipakai warga,\u201d ungkapnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Maruli menegaskan dirinya tidak merasa terganggu dengan berbagai cibiran dan komentar negatif yang beredar. Baginya, yang terpenting adalah hasil kerja nyata dan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat korban bencana.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cBiar saja orang bicara apa. Yang penting rakyat terbantu,\u201d tegasnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ia kembali menyindir pihak-pihak yang gemar mengoreksi tanpa pernah merasakan langsung beratnya kondisi lapangan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Menurutnya, pemahaman sempit justru terlihat dari mereka yang hanya menilai dari balik meja dan layar gawai.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">KSAD memastikan seluruh upaya TNI Angkatan Darat tetap difokuskan pada kepentingan rakyat, terutama mereka yang sedang berada dalam kondisi paling sulit akibat bencana.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156922?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Infoaceh.net \u2014 Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak angkat bicara terkait polemik hilangnya baut jembatan bailey di Kabupaten Bireuen dan biaya pembangunan sumur bor di Aceh Rp150 juta. Polemik tersebut bahkan melahirkan julukan sinis \u201cJenderal Baut\u201d oleh netizen yang diarahkan kepadanya. Maruli menegaskan, biaya pembangunan sumur tersebut tidak bisa disamakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":156923,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-156922","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/Screenshot_20260106_195623_YouTube.jpg?fit=1183%2C946&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=156922"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/156922\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/156923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=156922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=156922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=156922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}