{"id":157418,"date":"2026-01-15T20:38:45","date_gmt":"2026-01-15T13:38:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=157418"},"modified":"2026-01-15T20:38:45","modified_gmt":"2026-01-15T13:38:45","slug":"51-hari-pascabencana-24-desa-di-aceh-tengah-masih-terisolasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/15\/51-hari-pascabencana-24-desa-di-aceh-tengah-masih-terisolasi\/","title":{"rendered":"51 Hari Pascabencana, 24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi  \u00a0"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>ACEH TENGAH, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Sebanyak 24 desa di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Memasuki hari ke-51 pascabencana, akses darat menuju puluhan desa tersebut belum sepenuhnya pulih.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mencatat, desa-desa terisolasi tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cTotal penduduk yang terdampak mencapai 10.914 jiwa,\u201d ujar Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, Kamis (15\/1\/2026).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Di Kecamatan Bintang, Desa Serule masih terisolasi dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 582 jiwa.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Akses menuju desa tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat timbunan material longsor yang menutup badan jalan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Sementara itu, Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan jumlah desa terisolasi terbanyak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Sembilan desa terdampak, yakni Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Jumlah penduduk terdampak di kecamatan ini mencapai 4.951 jiwa akibat putusnya jembatan serta longsor yang menutup akses jalan utama.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cSebagian desa seperti Serempah dan Bah sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua, namun kendaraan roda empat masih belum dapat melintas,\u201d jelas Murthalamuddin.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Di Kecamatan Silih Nara, dua desa masih terisolasi, yakni Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit, dengan total 254 jiwa terdampak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Keterisolasian terjadi akibat rusaknya Jembatan Mulie dan Jembatan Gantung Langit.<\/span>\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Lima desa di Kecamatan Rusip Antara juga masih terputus aksesnya, yaitu Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Sebanyak 2.765 jiwa terdampak di wilayah ini. Meski akses kendaraan roda dua mulai terbuka, kendaraan roda empat belum dapat melintas akibat longsor dan jembatan yang putus.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Linge. Tujuh desa yang masih terisolasi meliputi Desa Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang, dengan total 2.362 jiwa terdampak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Putusnya Jembatan Kala Ili serta longsor di sejumlah titik jalan menjadi penyebab utama terhambatnya akses.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cSaat ini kendaraan roda dua hanya dapat menjangkau Desa Penarun dan Umang, sementara kendaraan roda empat masih belum bisa melintas,\u201d katanya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Murthalamuddin menegaskan pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan darurat dan pemulihan akses ke wilayah terdampak, termasuk melalui pembukaan jalur darat sementara dan perbaikan infrastruktur yang rusak.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cPenanganan dilakukan secara bertahap agar akses masyarakat kembali normal, terutama bagi desa-desa yang hingga kini masih terisolasi,\u201d pungkasnya.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/157418?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH TENGAH, Infoaceh.net \u2013 Sebanyak 24 desa di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025. Memasuki hari ke-51 pascabencana, akses darat menuju puluhan desa tersebut belum sepenuhnya pulih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mencatat, desa-desa terisolasi tersebut tersebar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":157419,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-157418","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/Screenshot_20260115_200349_TikTok.jpg?fit=1036%2C686&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/157418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=157418"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/157418\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/157419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=157418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=157418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=157418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}