{"id":157477,"date":"2026-01-16T23:53:01","date_gmt":"2026-01-16T16:53:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=157477"},"modified":"2026-01-17T18:06:44","modified_gmt":"2026-01-17T11:06:44","slug":"120-dayah-dan-70-balai-pengajian-di-aceh-timur-rusak-akibat-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/16\/120-dayah-dan-70-balai-pengajian-di-aceh-timur-rusak-akibat-banjir\/","title":{"rendered":"120 Dayah dan 70 Balai Pengajian di Aceh Timur Rusak Akibat Banjir"},"content":{"rendered":"<p><strong>Aceh Timur, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Sebanyak 120 pesantren atau dayah dan 70 balai pengajian di Kabupaten Aceh Timur dilaporkan masih mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kondisi ini berdampak langsung terhadap terganggunya aktivitas belajar mengajar di lembaga pendidikan keagamaan.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Timur, Saiful Nahar, mengatakan dari total 120 unit bangunan dayah yang terdampak, 16 unit mengalami kerusakan berat, 80 unit rusak sedang, dan 24 unit lainnya rusak ringan.<\/p>\n<p>\u201cKerusakan ini cukup signifikan, terutama pada sarana dan prasarana dayah. Beberapa ruang belajar, asrama santri, dapur, hingga kitab-kitab pengajian ikut terendam banjir,\u201d ujar Saiful, Kamis (15\/1\/2026).<\/p>\n<p>Selain dayah, banjir juga berdampak pada balai pengajian yang tersebar di berbagai kecamatan di Aceh Timur.<\/p>\n<p>Dari 70 unit balai pengajian yang terdampak, 16 unit tercatat mengalami kerusakan berat, 43 unit rusak sedang, dan 11 unit rusak ringan.<\/p>\n<p>Saiful menjelaskan, kerusakan berat umumnya terjadi pada bangunan yang terendam banjir dalam waktu lama. Kondisi tersebut menyebabkan struktur bangunan melemah, lantai dan dinding rusak parah, serta peralatan belajar tidak lagi dapat digunakan.<\/p>\n<p>\u201cSementara untuk kerusakan sedang dan ringan, mayoritas berupa kerusakan lantai, dinding, pagar, serta perabotan pengajian yang terendam air,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurut Saiful, sebagian besar dayah dan balai pengajian berada di wilayah rawan banjir. Saat debit air sungai meningkat, fasilitas pendidikan keagamaan ini menjadi salah satu sektor yang paling terdampak.<\/p>\n<p>\u201cSebagian besar lembaga pendidikan keagamaan tersebut berada di kawasan rendah dan dekat aliran sungai, sehingga sangat rentan ketika terjadi banjir,\u201d kata Saiful, dikutip dari Antara.<\/p>\n<p>Akibat kerusakan tersebut, aktivitas belajar mengajar di sejumlah dayah dan balai pengajian mengalami gangguan serius.<\/p>\n<p>Beberapa lembaga terpaksa menghentikan sementara kegiatan pengajian, sementara yang lainnya tetap melaksanakan pembelajaran dengan kondisi darurat dan keterbatasan fasilitas.<\/p>\n<p>Saiful menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk menindaklanjuti dampak kerusakan tersebut.<\/p>\n<p>Pendataan lanjutan juga masih terus dilakukan guna memastikan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat disesuaikan dengan tingkat kerusakan di masing-masing lokasi.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar perbaikan dayah dan balai pengajian dapat segera dilakukan. Lembaga pendidikan keagamaan ini memiliki peran yang sangat penting dalam pembinaan akhlak dan pendidikan generasi muda di Aceh Timur,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/157477?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKami berharap dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar perbaikan dayah dan balai pengajian dapat segera dilakukan. Lembaga pendidikan keagamaan ini memiliki peran yang sangat penting dalam pembinaan akhlak dan pendidikan generasi muda di Aceh Timur,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":157479,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-157477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/20260116_234811.jpg?fit=1704%2C768&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/157477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=157477"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/157477\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/157479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=157477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=157477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=157477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}