{"id":157622,"date":"2026-01-18T16:14:42","date_gmt":"2026-01-18T09:14:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=157622"},"modified":"2026-01-18T21:24:55","modified_gmt":"2026-01-18T14:24:55","slug":"prof-syamsul-rijal-kampus-bukan-sekadar-pabrik-ijazah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/18\/prof-syamsul-rijal-kampus-bukan-sekadar-pabrik-ijazah\/","title":{"rendered":"Prof. Syamsul Rijal: Kampus Bukan Sekadar Pabrik Ijazah"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kutacane, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Kampus tidak boleh dipahami semata sebagai tempat mencetak ijazah. Pendidikan harus melahirkan tanggung jawab sosial, integritas intelektual, serta keberanian lulusan untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Prodi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Syamsul Rijal MAg dalam orasi ilmiah pada Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Usman Safri Kutacane, Aceh Tenggara, Sabtu (17\/1\/2026).<\/p>\n<p>Di hadapan sivitas akademika, orang tua wisudawan, serta para tamu undangan, ia menekankan bahwa esensi pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik formal semata.<\/p>\n<p>Prof Syamsul Rijal yang merupakan putra asli Aceh Tenggara, menyebut pendidikan sejatinya adalah proses panjang pembentukan karakter, cara berpikir kritis, serta integritas moral dan intelektual.<\/p>\n<p>Ia menilai lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya.<\/p>\n<p>\u201cPendidikan harus membekali manusia dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Dari situlah lahir prestasi pribadi sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat,\u201d ujar Syamsul Rijal.<\/p>\n<p>Menurut dia, gelar akademik hanya akan bermakna jika disertai dengan kesadaran etis dan tanggung jawab sosial.<\/p>\n<p>Lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu membaca persoalan di lingkungannya serta berperan aktif dalam mencari solusi, bukan justru menjauh dari realitas sosial.<\/p>\n<p>Dalam orasinya, Syamsul Rijal juga menyoroti pentingnya membangun budaya akademik yang sehat di lingkungan kampus.<\/p>\n<p>Ia menekankan perlunya tradisi membaca yang kuat, riset berbasis data, serta sikap rendah hati secara intelektual sebagai fondasi utama kehidupan akademik.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan budaya merasa paling tahu tanpa kompetensi dan riset yang memadai berpotensi merusak iklim akademik.<\/p>\n<p>Kampus, menurutnya, seharusnya menjadi ruang dialog ilmiah yang terbuka, bukan tempat reproduksi klaim kebenaran tanpa dasar keilmuan.<\/p>\n<p>\u201cKampus harus menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis, bukan sekadar tempat mengumpulkan ijazah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Prof Syamsul Rijal mendorong integrasi antara ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai etika dan spiritual.<\/p>\n<p>Integrasi tersebut dinilai penting sebagai fondasi dalam membangun peradaban yang berkeadaban, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks.<\/p>\n<p>Menurut dia, pendidikan memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang adaptif terhadap perubahan global, namun tetap berakar kuat pada nilai moral, budaya, dan kearifan lokal.<\/p>\n<p>Tanpa fondasi etika dan spiritual, kemajuan ilmu pengetahuan berisiko kehilangan arah.<\/p>\n<p>Wisuda STKIP Usman Safri Kutacane tahun akademik 2025\/2026 ini meluluskan 87 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 lulusan berasal dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, sementara 18 lainnya dari Program Studi Bahasa Inggris.<\/p>\n<p>Wisuda ini menjadi yang keenam sejak STKIP Usman Safri Kutacane berdiri di bawah naungan Yayasan Anak Bangsa.<\/p>\n<p>Sejak berdiri, perguruan tinggi tersebut dinilai konsisten berkontribusi dalam mencetak tenaga pendidik dan sumber daya manusia di wilayah Aceh Tenggara.<\/p>\n<p>Ketua Yayasan Anak Bangsa Aceh Tenggara, Dr Sunawardi MM menyatakan otoritas kampus terus berbenah secara kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman.<\/p>\n<p>Menurut dia, ilmu yang diperoleh dalam proses pembelajaran tidak boleh berhenti, melainkan harus bersifat transformatif dalam merespons tantangan global.<\/p>\n<p>Sementara Ketua STKIP Usman Safri Kutacane, Ati Rosmiati, berharap pesan yang disampaikan dalam orasi ilmiah tersebut dapat menjadi pegangan para lulusan dalam mengabdikan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Ia menekankan pentingnya peran alumni sebagai agen perubahan, khususnya di daerah.<\/p>\n<p>Pemkab Aceh Tenggara turut memberikan apresiasi atas kontribusi STKIP Usman Safri Kutacane dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.<\/p>\n<p>Pemerintah daerah berharap sinergi antara perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan terus diperkuat demi pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/157622?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Prodi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Syamsul Rijal MAg dalam orasi ilmiah pada Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Usman Safri Kutacane, Aceh Tenggara, Sabtu (17\/1\/2026).<br \/>\n\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":157623,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12],"tags":[13993,17510,57048,57049,57045,57046,5114,57047,3338,57050],"class_list":["post-157622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-aceh-tenggara","tag-berita-pendidikan-aceh","tag-esensi-pendidikan","tag-karakter-lulusan","tag-stkip-usman-safri","tag-syamsul-rijal","tag-uin-ar-raniry","tag-wisuda-kutacane","tag-infoaceh-net","tag-yayasan-anak-bangsa"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/IMG-20260118-WA0097.jpg?fit=808%2C517&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/157622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=157622"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/157622\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/157623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=157622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=157622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=157622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}