{"id":158142,"date":"2026-01-24T02:12:56","date_gmt":"2026-01-23T19:12:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=158142"},"modified":"2026-01-24T02:39:15","modified_gmt":"2026-01-23T19:39:15","slug":"mendagri-tito-puji-kinerja-bupati-aceh-timur-tangani-dampak-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/24\/mendagri-tito-puji-kinerja-bupati-aceh-timur-tangani-dampak-bencana\/","title":{"rendered":"Mendagri Tito Puji Kinerja Bupati Aceh Timur Tangani Dampak Bencana\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>Aceh Timur, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memuji kepemimpinan dan kinerja Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dalam menangani dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah kabupaten tersebut.<\/p>\n<p>Pujian itu disampaikan saat Mendagri bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Gampong Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Kamis (22\/1\/2026).<\/p>\n<p>Rombongan Mendagri tiba di Gampong Sahraja menggunakan helikopter TNI Angkatan Darat pukul 14.00 WIB, sementara helikopter rombongan Kepala BNPB mendarat di lokasi yang sama.<\/p>\n<p>Setibanya di lokasi, Mendagri langsung meninjau sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan parah, di antaranya masjid yang rata dengan tanah serta Sekolah Dasar Negeri Sarahgala yang rusak berat akibat terjangan banjir.<\/p>\n<p>Dalam kunjungannya, Tito Karnavian mengaku melihat langsung besarnya dampak banjir yang melanda Gampong Sahraja.<\/p>\n<p>Ia menilai ketinggian bekas genangan air dan puing-puing kayu yang tersisa menjadi bukti kuat dahsyatnya bencana tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKita melihat langsung tanda-tanda tingginya genangan banjir. Yang paling utama tentu adalah menolong warga, mengurus pengungsian, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,\u201d ujar Tito.<\/p>\n<p>Mendagri menegaskan pemerintah pusat bersama BNPB dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus berupaya membuka akses menuju wilayah terdampak.<\/p>\n<p>Meski demikian, hingga kini masih terdapat beberapa kawasan yang hanya dapat dijangkau menggunakan kendaraan trail untuk pengiriman logistik.<\/p>\n<p>\u201cKhusus di Sahraja, Pante Bidari, masih ada daerah terpencil yang belum bisa diakses kendaraan roda empat. Namun saya melihat Pak Bupatinya sangat militan, turun langsung membantu penyediaan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurut Tito, langkah selanjutnya yang menjadi prioritas adalah membuka akses jalan agar kendaraan roda empat dapat masuk ke wilayah terdampak serta mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara).<\/p>\n<p>Ia menyebutkan, sebagian besar warga memilih direlokasi di lokasi yang lebih tinggi di wilayah setempat atau secara in-situ.<\/p>\n<p>Mendagri mengapresiasi proses pemulihan pascabanjir di Aceh Timur yang dinilainya berjalan cukup baik. Hal itu ditandai dengan tidak adanya lagi wilayah yang benar-benar terisolir dari bantuan logistik.<\/p>\n<p>\u201cIni tidak terlepas dari semangat dan kepemimpinan Bupati. Saya lihat mental dan gaya kepemimpinannya sangat kuat,\u201d kata Tito.<\/p>\n<p>Selain penanganan pengungsian, Mendagri memastikan kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak terdampak banjir tetap berjalan meskipun masih menggunakan tenda darurat.<\/p>\n<p>Pemerintah pusat, kata dia, akan menambah fasilitas pendukung pendidikan.<\/p>\n<p>\u201cKita akan bantu tenda untuk guru, papan tulis, seragam sekolah, alat tulis, hingga meja lipat. Termasuk juga pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang putus akibat banjir,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran langsung Mendagri Tito Karnavian bersama Kepala BNPB di Gampong Sahraja.<\/p>\n<p>Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Timur yang terdampak bencana.<\/p>\n<p>\u201cKehadiran Bapak Menteri dan Kepala BNPB menjadi penyemangat bagi masyarakat kami yang sedang menghadapi musibah. Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat hadir dan serius dalam memastikan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana berjalan dengan baik,\u201d ujar Al-Farlaky.<\/p>\n<p>Bupati Al-Farlaky menjelaskan, khusus di Gampong Sahraja terdapat sebanyak 233 kepala keluarga yang terdampak banjir, menjadikannya salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan terparah di Aceh Timur.<\/p>\n<p>Bantuan pascabencana telah disalurkan melalui jalur sungai dan udara menggunakan helikopter.<\/p>\n<p>\u201cPembangunan hunian sementara terus kami pacu dan sebagian sudah ditempati warga,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Usai mendampingi kunjungan Mendagri, Bupati Al-Farlaky kembali meninjau dusun-dusun di Gampong Sahraja serta berdialog langsung dengan masyarakat untuk memastikan seluruh warga terdampak terdata dengan baik.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal. Saya minta perangkat gampong mengecek ulang data agar semua mendapatkan bantuan hunian sementara,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kepada masyarakat, Bupati Al-Farlaky mengimbau agar tetap bersabar dan menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja maksimal dalam proses pemulihan.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak diam. Pemerintah bekerja semaksimal mungkin agar masyarakat Aceh Timur bisa kembali pulih seperti sedia kala,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158142?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rombongan Mendagri tiba di Gampong Sahraja menggunakan helikopter TNI Angkatan Darat pukul 14.00 WIB, sementara helikopter rombongan Kepala BNPB mendarat di lokasi yang sama.<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":158143,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-158142","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/whatsapp_image_2026-01-23_at_08084421.jpeg?fit=700%2C525&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158142","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=158142"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158142\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/158143"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=158142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=158142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=158142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}