{"id":158321,"date":"2026-01-26T23:10:37","date_gmt":"2026-01-26T16:10:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=158321"},"modified":"2026-01-26T23:10:37","modified_gmt":"2026-01-26T16:10:37","slug":"korupsi-dana-korban-konflik-ma-tambah-hukuman-suhendri-eks-ketua-bra-jadi-135-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/26\/korupsi-dana-korban-konflik-ma-tambah-hukuman-suhendri-eks-ketua-bra-jadi-135-tahun\/","title":{"rendered":"Korupsi Dana Korban Konflik, MA Tambah Hukuman Suhendri Eks Ketua BRA Jadi 13,5 Tahun"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Mahkamah Agung (MA) RI memperberat hukuman Suhendri, mantan Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), dalam perkara korupsi pengadaan budidaya ikan kakap dan pakan runcah untuk masyarakat korban konflik di Kabupaten Aceh Timur tahun anggaran 2023.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Putusan kasasi tersebut sekaligus menolak permohonan kasasi lima terdakwa dalam perkara ini, sehingga seluruh vonis berkekuatan hukum tetap (inkracht).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Informasi putusan MA itu diketahui dari laman resmi Mahkamah Agung dan telah diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Senin (26\/1\/2026).<\/span>\n\n<strong><span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Kasasi Ditolak, Hukuman Diperberat<\/span><\/strong>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Dalam putusan Nomor 9199 K\/Pid.Sus\/2025, majelis hakim kasasi yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto, dengan hakim anggota Agustinus Purnomo Hadi dan Achmad Setyo Pudjoharsoyo, menyatakan Suhendri dan Zulfikar terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Keduanya dinilai telah memperkaya diri sendiri dan orang lain yang merugikan keuangan negara dari dana bantuan untuk masyarakat korban konflik.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">MA menjatuhkan hukuman 13 tahun 6 bulan penjara kepada Suhendri dan Zulfikar, serta denda Rp750 juta subsidair 6 bulan kurungan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Putusan tersebut lebih berat dibanding vonis di tingkat Pengadilan Tipikor Banda Aceh dan Pengadilan Tinggi Aceh, yang sebelumnya menjatuhkan hukuman 9 tahun penjara terhadap Suhendri.<\/span>\n\n<strong><span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Uang Pengganti Rp9,25 Miliar, Subsider 9 Tahun Penjara<\/span><\/strong>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Selain pidana badan, Suhendri yang menjabat Ketua BRA periode 2022\u20132024 juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp9,25 miliar.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Apabila tidak dibayarkan, harta bendanya akan disita dan dilelang. Jika tidak mencukupi, Suhendri harus menjalani pidana tambahan 9 tahun penjara.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Sementara itu, terdakwa Zulfikar diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp1,66 miliar, dengan ancaman pidana tambahan jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Selain Suhendri dan Zulfikar, MA juga menjatuhkan hukuman kepada tiga terdakwa lainnya, yakni:\u00a0<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Zamzami<\/strong>: Hukuman 11 tahun 6 bulan penjara, denda Rp500 juta, serta uang pengganti Rp3,7 miliar.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Muhammad<\/strong>: Hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Mahdi<\/strong>: Hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Dengan ditolaknya kasasi para terdakwa, seluruh putusan tersebut kini berkekuatan hukum tetap.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim menegaskan bahwa perbuatan para terdakwa sangat mencederai rasa keadilan. Program yang sejatinya ditujukan untuk pemulihan ekonomi masyarakat korban konflik Aceh justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Bantuan pengadaan budidaya ikan kakap dan pakan runcah yang dilaporkan disalurkan kepada sembilan kelompok masyarakat korban konflik di Aceh Timur ternyata bersifat fiktif.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Kelompok masyarakat tersebut diketahui tidak pernah mengajukan proposal dan tidak pernah menerima bantuan, meskipun pencairan anggaran dilakukan 100 persen.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Berdasarkan hasil audit Inspektorat Aceh, praktik korupsi berjamaah tersebut menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp15,39 miliar, setelah dikurangi pajak dan infaq.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Perbuatan para terdakwa dinilai melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Majelis hakim menegaskan bahwa tindak pidana ini bukan hanya merugikan negara, tetapi juga menghilangkan hak masyarakat korban konflik yang seharusnya menerima bantuan untuk bangkit secara ekonomi pascakonflik.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158321?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2014 Mahkamah Agung (MA) RI memperberat hukuman Suhendri, mantan Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), dalam perkara korupsi pengadaan budidaya ikan kakap dan pakan runcah untuk masyarakat korban konflik di Kabupaten Aceh Timur tahun anggaran 2023. Putusan kasasi tersebut sekaligus menolak permohonan kasasi lima terdakwa dalam perkara ini, sehingga seluruh vonis berkekuatan hukum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":158322,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[98],"tags":[],"class_list":["post-158321","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/20250110-1000285261.jpg?fit=614%2C702&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=158321"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158321\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/158322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=158321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=158321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=158321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}