{"id":158327,"date":"2026-01-26T23:59:53","date_gmt":"2026-01-26T16:59:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=158327"},"modified":"2026-01-26T23:59:53","modified_gmt":"2026-01-26T16:59:53","slug":"pesawat-hadir-di-asrama-haji-aceh-jadi-sarana-edukasi-dan-manasik-jamaah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/26\/pesawat-hadir-di-asrama-haji-aceh-jadi-sarana-edukasi-dan-manasik-jamaah\/","title":{"rendered":"Pesawat Hadir di Asrama Haji Aceh, Jadi Sarana Edukasi dan Manasik Jamaah"},"content":{"rendered":"<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Pemandangan tak biasa kini tersaji di halaman Asrama Haji Embarkasi Aceh. Sebuah pesawat jenis Boeing 737 tampak terparkir gagah, layaknya sedang bersiap mengangkut penumpang menuju ke Tanah Suci, Arab Saudi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Namun, burung besi tersebut bukan untuk terbang, melainkan dihadirkan khusus sebagai sarana edukasi dan manasik bagi calon jamaah haji dan umrah asal Aceh.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Kehadiran pesawat ini menjadi terobosan baru dalam pelaksanaan bimbingan manasik haji dan umrah.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Untuk pertama kalinya di Indonesia, sebuah pesawat komersial utuh ditempatkan di area asrama haji sebagai media pembelajaran visual dan praktik langsung bagi jamaah.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Aceh, Arijal, mengatakan fasilitas ini bertujuan memberikan gambaran nyata kepada calon jamaah tentang proses perjalanan udara menuju Arab Saudi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cKehadiran pesawat ini bisa menjadi edukasi bagi masyarakat dalam pelaksanaan haji dan umrah. Selama ini jamaah hanya mendapatkan penjelasan secara teori, sekarang mereka bisa melihat dan merasakan langsung,\u201d ujar Arijal di Banda Aceh, dikutip dari Antara, Senin (26\/1\/2026).<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Pesawat Boeing 737 tersebut merupakan hibah dari PT Garuda Indonesia yang diserahkan kepada Kementerian Haji dan Umrah melalui kerja sama resmi.\u00a0<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Asrama Haji Embarkasi Aceh dipilih sebagai lokasi penempatan perdana fasilitas edukasi ini di tingkat nasional.<\/span>\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Menurut Arijal, pemilihan Aceh sebagai lokasi pertama bukan tanpa pertimbangan.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Aceh memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam perjalanan ibadah haji di Indonesia.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Sejak masa lalu, masyarakat Aceh telah menjadi salah satu pelopor pemberangkatan haji, mulai dari jalur laut hingga kini melalui jalur udara.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cAceh punya sejarah panjang dalam pemberangkatan haji. Dari zaman dahulu masyarakat Aceh berangkat ke Tanah Suci menggunakan kapal laut, kemudian berkembang ke jalur udara. Embarkasi Aceh ini menjadi yang pertama di Indonesia berkat perhatian dari pemerintah pusat,\u201d jelasnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ia menambahkan, keberadaan pesawat ini juga mencerminkan komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah di Aceh, sekaligus memperkuat posisi Embarkasi Aceh sebagai salah satu embarkasi strategis di Tanah Air.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cSaya kira dari pusat melihat Aceh sangat layak. Karena itu, bersama PT Garuda Indonesia, diputuskan menjadikan pesawat ini sebagai tempat pelatihan bagi masyarakat Aceh, khususnya jemaah haji dan umrah yang akan berangkat ke Arab Saudi,\u201d kata Arijal.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Saat ini, proses perakitan ulang pesawat tersebut sudah hampir rampung.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Pesawat yang sebelumnya tidak lagi beroperasi secara komersial itu dipasang kembali secara utuh, mulai dari badan hingga bagian dalamnya. Interior pesawat akan ditata sedemikian rupa agar menyerupai kondisi pesawat saat digunakan dalam penerbangan jarak jauh.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cNantinya pesawat ini akan dilengkapi dengan kursi seperti pesawat sebenarnya, lengkap dengan lorong dan penomoran tempat duduk. Ini sangat membantu jemaah, terutama jemaah lanjut usia, agar tidak canggung saat pertama kali naik pesawat,\u201d ungkap Arijal.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Dengan adanya fasilitas ini, calon jamaah tidak lagi sekadar membayangkan suasana kabin pesawat. Mereka dapat mempraktikkan langsung tata cara naik pesawat, mencari nomor kursi, menyimpan barang bawaan, hingga memahami posisi duduk yang benar selama penerbangan panjang menuju Arab Saudi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Selain itu, pesawat ini juga diharapkan dapat mengurangi rasa cemas dan ketegangan, khususnya bagi jamaah yang baru pertama kali melakukan perjalanan udara.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Proses pemasangan dan penataan pesawat sepenuhnya dikerjakan oleh teknisi profesional dari PT Garuda Indonesia, guna memastikan standar keselamatan dan keakuratan desain interior tetap terjaga meski pesawat digunakan sebagai media edukasi.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Jika tidak ada kendala, fasilitas manasik unik ini akan segera diresmikan dalam waktu dekat. Peresmian direncanakan akan dilakukan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Wakil Menteri, bersama jajaran PT Garuda Indonesia serta instansi terkait lainnya.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cNanti dalam waktu dekat akan diresmikan. Mungkin Pak Menteri atau Wakil Menteri akan datang langsung ke sini bersama pihak Garuda dan instansi lainnya,\u201d pungkas Arijal.<\/span>\n\n<span style=\"font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12pt;\">Kehadiran pesawat Boeing 737 di Asrama Haji Aceh ini diharapkan menjadi model nasional dalam peningkatan kualitas manasik haji dan umrah, sekaligus memperkuat kesiapan mental dan teknis jemaah sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci.<\/span>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158327?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014 Pemandangan tak biasa kini tersaji di halaman Asrama Haji Embarkasi Aceh. Sebuah pesawat jenis Boeing 737 tampak terparkir gagah, layaknya sedang bersiap mengangkut penumpang menuju ke Tanah Suci, Arab Saudi. Namun, burung besi tersebut bukan untuk terbang, melainkan dihadirkan khusus sebagai sarana edukasi dan manasik bagi calon jamaah haji dan umrah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":158328,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-158327","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/20260125_164758.jpg?fit=800%2C476&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=158327"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158327\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/158328"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=158327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=158327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=158327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}