{"id":158631,"date":"2026-01-31T00:28:21","date_gmt":"2026-01-30T17:28:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=158631"},"modified":"2026-01-31T02:24:28","modified_gmt":"2026-01-30T19:24:28","slug":"buruknya-penghargaan-pemerintah-aceh-pada-nurul-akmal-atlet-berprestasi-dunia-hanya-diangkat-pppk-paruh-waktu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/01\/31\/buruknya-penghargaan-pemerintah-aceh-pada-nurul-akmal-atlet-berprestasi-dunia-hanya-diangkat-pppk-paruh-waktu\/","title":{"rendered":"Buruknya Penghargaan Pemerintah Aceh pada Nurul Akmal, Atlet Berprestasi Dunia Hanya Diangkat PPPK Paruh Waktu"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, <a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Infoaceh.net<\/a><\/strong> \u2014 Ironi kembali menampar wajah dunia olahraga Indonesia, khususnya Aceh saat ini.<\/p>\n<p><a title=\"Nurul Akmal\" href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/tag\/Nurul-Akmal\/\">Nurul Akmal<\/a>, atlet angkat besi putri kebanggaan Tanah Rencong yang telah dua kali mengharumkan nama bangsa di panggung Olimpiade dunia, justru harus menerima kenyataan pahit: ia hanya diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu oleh Pemerintah Aceh.<\/p>\n<p>Penyerahan Surat Keputusan (SK) PPPK Paruh Waktu kepada Nurul Akmal dilakukan langsung oleh <a title=\"Gubernur Aceh Muzakir Manaf\" href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/tag\/Gubernur-Aceh-Muzakir-Manaf\/\">Gubernur Aceh Muzakir Manaf<\/a> atau Mualem, pada Kamis sore (29\/1\/2026), di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh.<\/p>\n<p>Ia dilantik bersama 5.486 PPPK Paruh Waktu lainnya, tanpa ada perlakuan atau penghargaan khusus yang mencerminkan statusnya sebagai atlet kelas dunia.<\/p>\n<p>Padahal, nama Nurul Akmal bukanlah nama sembarangan. Ia tampil dua kali sebagai atlet Olimpiade\u2014Tokyo 2020 dan Paris 2024\u2014sebuah pencapaian langka yang hanya mampu diraih segelintir atlet Indonesia.<\/p>\n<p>Selain itu, Nurul juga tercatat sebagai peraih medali di ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga tiga kali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) mewakili Provinsi Aceh.<\/p>\n<p>Rekam jejaknya adalah bukti nyata dedikasi, pengorbanan, dan loyalitas pada Merah Putih.<\/p>\n<p>Namun semua prestasi itu seakan tak berarti di hadapan kebijakan birokrasi daerah.<\/p>\n<p>Curhat Nurul Akmal: \u201cTetap Bersyukur Walaupun P3K Paruh Waktu\u201d<\/p>\n<p>Kekecewaan Nurul Akmal mencuat ke ruang publik setelah ia menuliskan curahan hatinya melalui akun Instagram pribadi @nurulakmal_12.<\/p>\n<p>Dalam unggahan tersebut, Nurul Akmal menegaskan bahwa dirinya tetap bersyukur, meski harus menerima status PPPK Paruh Waktu.<\/p>\n<p>\u201cTetap bersyukur walaupun P3K PW (Paruh Waktu),\u201d tulis Nurul, disertai emoji sedih dan menangis.<\/p>\n<p>Ia kemudian merinci sederet prestasi yang telah ia torehkan: dua kali Olimpiade, dua kali SEA Games, dua kali Asian Games, tiga emas PON, dan masih banyak lagi prestasi lain<\/p>\n<p>\u201cYang tahu2, sudah paham lah. Tapi inilah hasilnya,\u201d lanjut Nurul, menyiratkan kekecewaan yang mendalam terhadap minimnya apresiasi negara atas pengorbanannya selama ini.<\/p>\n<p>Unggahan tersebut sontak menuai reaksi luas dari warganet. Ribuan komentar membanjiri kolom respons, mayoritas menyuarakan keprihatinan, kemarahan, dan kritik keras terhadap pemerintah, baik daerah maupun pusat.<\/p>\n<p>Banyak yang menilai negara terlalu sering menjadikan atlet sebagai simbol kebanggaan sesaat, namun lalai menjamin masa depan mereka setelah prestasi berhasil diraih.<\/p>\n<p>Simbol Kebanggaan Saat Menang, Dilupakan Saat Usai<\/p>\n<p>Kasus Nurul Akmal kembali membuka luka lama dunia olahraga Indonesia dan Aceh: atlet dipuja saat membawa pulang medali, namun ditinggalkan ketika masa keemasan mereka mulai menurun.<\/p>\n<p>Negara seolah hadir hanya di podium kemenangan, bukan dalam memastikan kesejahteraan jangka panjang para pahlawan olahraga.<\/p>\n<p>Status PPPK Paruh Waktu sendiri menimbulkan tanda tanya besar. Skema ini umumnya diperuntukkan bagi tenaga kerja dengan jam kerja terbatas, tanpa jaminan penuh sebagaimana PPPK penuh atau ASN.<\/p>\n<p>Bagi seorang atlet dunia dengan jam latihan, kompetisi, dan pengorbanan fisik luar biasa, kebijakan ini dinilai tidak sebanding dan cenderung merendahkan.<\/p>\n<p>\u201cApakah ini bentuk penghargaan terbaik yang bisa diberikan negara kepada atlet yang telah mempertaruhkan masa mudanya demi Indonesia?\u201d tulis salah satu warganet.<\/p>\n<p>Ancaman Serius bagi Masa Depan Atlet Aceh dan Indonesia<\/p>\n<p>Pemerhati olahraga di Banda Aceh menilai, kasus Nurul Akmal berpotensi menjadi preseden buruk bagi generasi atlet muda.<\/p>\n<p>Jika atlet dengan segudang prestasi internasional saja hanya mendapat status PPPK Paruh Waktu, lalu apa yang bisa diharapkan atlet-atlet muda di daerah?<\/p>\n<p>Kondisi ini dikhawatirkan akan memicu menurunnya minat generasi muda untuk menekuni olahraga prestasi.<\/p>\n<p>Tanpa jaminan masa depan yang layak, olahraga tak lagi dipandang sebagai jalan hidup yang menjanjikan, melainkan sekadar pengorbanan tanpa kepastian.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Aceh terkait alasan penetapan status PPPK Paruh Waktu bagi Nurul Akmal.<\/p>\n<p>Publik pun menunggu, apakah pemerintah akan mengevaluasi kebijakan ini atau kembali memilih diam di tengah gelombang kritik.<\/p>\n<p>Satu hal yang pasti, kisah Nurul Akmal bukan sekadar cerita personal seorang atlet. Ini adalah cermin buram sistem penghargaan negara terhadap para pahlawan olahraga.<\/p>\n<p>Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin Indonesia dan Aceh akan kehilangan lebih banyak Nurul Akmal lainnya\u2014bukan karena kalah di arena, tetapi karena kalah dihargai di negeri sendiri.<\/p>\n<p><strong>Editor: Muhammad Saman<\/strong><\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158631?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satu hal yang pasti, kisah Nurul Akmal bukan sekadar cerita personal seorang atlet. Ini adalah cermin buram sistem penghargaan negara terhadap para pahlawan olahraga.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":158632,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[10],"tags":[252,57318,57319,3146],"class_list":["post-158631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","tag-aceh","tag-nuru-akmal","tag-olimpiade-dunia","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/01\/Screenshot_20260130_235954_Instagram-e1769801007692.jpg?fit=940%2C409&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=158631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/158631\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/158632"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=158631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=158631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=158631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}