{"id":159205,"date":"2026-02-07T02:01:17","date_gmt":"2026-02-06T19:01:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=159205"},"modified":"2026-02-08T13:48:20","modified_gmt":"2026-02-08T06:48:20","slug":"inovasi-pertanian-dari-kapolda-aceh-sawah-ember-dari-lumpur-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/02\/07\/inovasi-pertanian-dari-kapolda-aceh-sawah-ember-dari-lumpur-banjir\/","title":{"rendered":"Inovasi Pertanian dari Kapolda Aceh: Sawah Ember dari Lumpur Banjir"},"content":{"rendered":"<p><strong>Aceh Tamiang, <a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Infoaceh.net<\/a><\/strong> \u2014 Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah memperkenalkan inovasi pertanian pascabencana berupa penyemaian bibit padi menggunakan ember atau konsep \u201csawah ember\u201d dengan memanfaatkan lumpur sisa banjir bandang.<\/p>\n<p>Inovasi tersebut diperkenalkan sebagai solusi bagi masyarakat terdampak banjir agar tetap produktif sekaligus membantu proses pembersihan lingkungan. Kegiatan itu berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang, Jum&#8217;at (6\/2\/2026).<\/p>\n<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danpas Brimob Korbrimob Polri Brigjen Pol Anang Sumpena, Karo SDM Polda Aceh, Kabid Humas Polda Aceh, Kapolres Aceh Tamiang, serta personel Polres Aceh Tamiang.<\/p>\n<p>Kapolda Aceh menjelaskan, metode ini memanfaatkan lumpur sisa banjir yang dimasukkan ke dalam ember sebagai media tanam padi.<\/p>\n<p>Menurutnya, cara tersebut sederhana, mudah diterapkan masyarakat, dan menjadi alternatif sementara ketika lahan persawahan belum dapat difungsikan secara optimal akibat bencana.<\/p>\n<p>\u201cMetode ini memanfaatkan lumpur sisa banjir sebagai media tanam. Selain sederhana dan mudah diterapkan, cara ini menjadi solusi agar masyarakat tetap produktif meski lahan sawah terdampak bencana,\u201d ujar Marzuki.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, bibit padi yang digunakan merupakan jenis inbrida, yakni galur murni yang mampu melakukan penyerbukan sendiri, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, serta relatif tahan terhadap perubahan iklim ekstrem.<\/p>\n<p>\u201cBibit inbrida dapat ditanam di lahan kering maupun basah. Masa panennya berkisar antara 87 hingga 125 hari, dan pascapanen bibitnya masih dapat dimanfaatkan kembali,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Melalui inovasi sawah ember tersebut, Kapolda Aceh berharap masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya pascabencana secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Selain mendukung pemulihan ekonomi warga, program ini juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah rawan banjir seperti Aceh Tamiang.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/159205?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inovasi tersebut diperkenalkan sebagai solusi bagi masyarakat terdampak banjir agar tetap produktif sekaligus membantu proses pembersihan lingkungan. Kegiatan itu berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang, Jum&#8217;at (6\/2\/2026).<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":159206,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-159205","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/02\/IMG-20260206-WA0273.jpg?fit=1280%2C853&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/159205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=159205"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/159205\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/159206"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=159205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=159205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=159205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}