{"id":159279,"date":"2026-02-08T09:15:08","date_gmt":"2026-02-08T02:15:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=159279"},"modified":"2026-02-08T12:52:31","modified_gmt":"2026-02-08T05:52:31","slug":"masih-tertimbun-lumpur-mendagri-akui-berat-pemulihan-pascabencana-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/02\/08\/masih-tertimbun-lumpur-mendagri-akui-berat-pemulihan-pascabencana-di-aceh\/","title":{"rendered":"Masih Tertimbun Lumpur, Mendagri Akui Berat Pemulihan Pascabencana di Aceh  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta, <a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Infoaceh.net<\/a><\/strong> \u2014 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengakui pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh menjadi tantangan terberat bagi pemerintah.<\/p>\n<p>Faktor keterpencilan wilayah dan besarnya dampak bencana disebut sebagai kendala utama dalam proses pemulihan.<\/p>\n<p>\u201cKeterpencilan, itu yang agak sulit. Kedua, magnitude,\u201d kata Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Sabtu (7\/2\/2026).<\/p>\n<p>Tito menjelaskan, dibandingkan tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera, proses pemulihan di Sumatera Barat (Sumbar) tergolong paling cepat.<\/p>\n<p>Hal itu karena tingkat kerusakan di Sumbar dinilai lebih rendah dibanding Aceh dan Sumatera Utara.<\/p>\n<p>Menurutnya, dari 16 daerah terdampak di Sumbar, empat daerah tidak mengajukan usulan bantuan penggantian kerusakan rumah karena hanya mengalami banjir yang telah ditangani pemerintah daerah masing-masing.<\/p>\n<p>Empat daerah tersebut yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Solok Selatan, Kota Bukittinggi, dan Sawahlunto.<\/p>\n<p>Saat ini pemerintah memfokuskan perhatian pada wilayah Sumbar yang mengalami dampak paling parah, yaitu Kabupaten Agam, Kabupaten Pariaman, dan Tanah Datar.<\/p>\n<p>Dari total 16 daerah terdampak di Sumbar, sebanyak 12 daerah disebut sudah kembali normal, baik dari sisi pemerintahan maupun akses infrastruktur.<\/p>\n<p>\u201cYang sudah kembali normal itu 12, pemerintahannya sudah jalan dan akses jalan daratnya sudah terbuka,\u201d ujar Tito.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, Tanah Datar dan Pesisir Selatan termasuk daerah yang mendekati normal, meski masih terdapat sejumlah persoalan yang tengah diselesaikan pemerintah.<\/p>\n<p>Sementara Kabupaten Lima Puluh Kota masih menghadapi masalah, terutama terkait penanganan pengungsi.<\/p>\n<p>Untuk wilayah Sumatera Utara, Tito menyebutkan 14 dari 18 kabupaten\/kota terdampak sudah kembali normal. Namun, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara masih memerlukan perhatian khusus akibat terjangan lumpur yang cukup parah.<\/p>\n<p>Sementara itu di Aceh, sebanyak 11 daerah telah dinyatakan normal dan satu daerah mendekati normal.<\/p>\n<p>Pemerintah saat ini memprioritaskan enam wilayah yang masih membutuhkan penanganan intensif, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Tengah.<\/p>\n<p>Menurut Tito, kondisi terberat terjadi di Aceh Tamiang akibat banjir lumpur besar yang berasal dari aliran sungai yang membawa material dari Aceh Timur dan Gayo Lues.<\/p>\n<p>Lumpur tersebut menimbun kawasan perkotaan hingga melumpuhkan aktivitas pemerintahan setempat.<\/p>\n<p>\u201cAceh Tamiang ini terberat, lumpurnya luar biasa sampai menimbun kota. Pemerintahan di sana belum berjalan normal penuh dan sempat lumpuh total,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Begitu juga dengan Bireuen, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Timur, rumah-rumah warga terdampak bencana banjir bandang masih tertimbun lumpur.<\/p>\n<p>Tito juga menegaskan dari hasil pemetaan pemerintah, Aceh menjadi provinsi dengan dampak bencana paling berat. Indikator yang digunakan adalah jumlah desa terdampak.<\/p>\n<p>Dari total sekitar 1.564 desa terdampak di tiga provinsi, sebanyak 1.455 desa berada di Aceh, sementara Sumatera Utara 64 desa dan Sumatera Barat sekitar 45 desa.<\/p>\n<p>\u201cDari jumlah desa sudah terlihat petanya, magnitude terberat memang di Aceh, kemudian diikuti Sumatera Utara dan Sumatera Barat,\u201d ujar mantan Kapolri tersebut.<\/p>\n<p>Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah menerapkan strategi penanganan terpadu dengan menjadikan Aceh sebagai fokus utama tanpa mengabaikan daerah lain.<\/p>\n<p>Sebanyak 88.319 personel gabungan dari TNI-Polri, BNPB, Basarnas, sekolah kedinasan, serta pemerintah daerah dikerahkan di tiga provinsi terdampak.<\/p>\n<p>Selain itu, pemerintah pusat juga mengerahkan berbagai peralatan, termasuk pesawat, helikopter, dan ribuan alat berat untuk mendukung proses rehabilitasi.<\/p>\n<p>\u201cNegara all out. Alat-alat berat juga ribuan yang dikerahkan ke sana, dan itu memberikan hasil,\u201d pungkas Tito.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/159279?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurutnya, dari 16 daerah terdampak di Sumbar, empat daerah tidak mengajukan usulan bantuan penggantian kerusakan rumah karena hanya mengalami banjir yang telah ditangani pemerintah daerah masing-masing.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":159280,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[3146],"class_list":["post-159279","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/02\/Screenshot_20260208_090932_Instagram-e1770529058985.jpg?fit=1000%2C671&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/159279","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=159279"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/159279\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/159280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=159279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=159279"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=159279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}