{"id":159798,"date":"2026-02-13T16:24:12","date_gmt":"2026-02-13T09:24:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=159798"},"modified":"2026-02-14T13:05:28","modified_gmt":"2026-02-14T06:05:28","slug":"memasuki-ramadan-utamakan-ukhuwah-daripada-perdebatan-khilafiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/02\/13\/memasuki-ramadan-utamakan-ukhuwah-daripada-perdebatan-khilafiyah\/","title":{"rendered":"Memasuki Ramadan, Utamakan Ukhuwah daripada Perdebatan Khilafiyah  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, <a title=\"Infoaceh.net\" href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Infoaceh.net<\/a><\/strong> \u2014 Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam diimbau untuk lebih mengutamakan ukhuwah dan memperkuat silaturrahim daripada membesar-besarkan perbedaan fiqhiyah dalam perkara furu\u2019 yang berpotensi merusak keharmonisan dan persatuan umat.<\/p>\n<p>Pesan tersebut disampaikan akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Tgk Saifuddin A. Rasyid, dalam khutbah Jum\u2019at di Masjid Besar Abu Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Jum&#8217;at (13\/2\/2026) bertepatan 25 Sya\u2019ban 1447 Hijriah.<\/p>\n<p>Dalam khutbahnya, Saifuddin menyoroti fenomena yang kerap muncul menjelang Ramadan, yakni memanasnya perbincangan soal isu-isu khilafiyah seperti perbedaan pandangan tentang shalat tarawih.<\/p>\n<p>Menurutnya, kegaduhan yang berulang setiap tahun itu terbukti menguras energi persatuan dan merugikan umat Islam secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Imam Besar Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry itu menilai umat Islam perlu lebih bijak dengan menahan diri dan memfokuskan energi pada upaya menjaga hubungan baik serta membangun silaturrahim antar kelompok.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan agar perbedaan pemahaman dalam terminologi dan tema keilmuan agama tidak dibesar-besarkan hingga memicu perpecahan.<\/p>\n<p>Saifuddin menyayangkan adanya sebagian kalangan yang rela mengabaikan kewajiban memelihara persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah demi memperdebatkan persoalan khilafiyah dalam ibadah sunnah.<\/p>\n<p>\u201cFokus utama kita dalam beribadah adalah mempersembahkan yang terbaik kepada Allah sesuai keyakinan masing-masing lillahi ta\u2019ala. Hindari menilai dan menyalahkan ibadah orang lain karena itu bukan wewenang kita. Biarlah Allah yang menilai,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan bahwa nilai ibadah bisa berkurang bahkan hilang jika diiringi sikap mencemooh orang lain dan gemar menimbulkan keributan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, sebagaimana spirit dalam Al-Qur\u2019an Surah Al-Hujurat ayat 10\u201312.<\/p>\n<p>Untuk menahan diri dari perilaku membesar-besarkan perbedaan khilafiyah furu\u2019iyah, Saifuddin menguraikan lima hal penting.<\/p>\n<p>Pertama, mengedepankan sikap toleransi (tasamuh) dengan menghargai perbedaan pendapat sebagai bentuk keluasan ilmu. Kedua, menghindari fanatisme buta (ta\u2019ashub) dengan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.<\/p>\n<p>Ketiga, terus memperdalam ilmu agama (tafaqquh fid din) agar mampu memahami dan memberi ruang bagi perbedaan. Keempat, menjaga adab dalam berbeda pendapat dengan tutur kata santun serta lebih mengutamakan introspeksi diri.<\/p>\n<p>Kelima, mengambil peran aktif dalam menjaga ukhuwah Islamiyah dengan mempromosikan nilai persatuan di lingkungan masing-masing.<\/p>\n<p>Menutup khutbahnya, Imam Syik Masjid Jamik Baitul Jannah Tungkop itu mengajak umat untuk lebih memperhatikan persoalan besar yang dihadapi umat Islam saat ini.<\/p>\n<p>Ia menyoroti masalah kemiskinan, ketertinggalan pendidikan agama, generasi yang meninggalkan shalat, ketidakmampuan membaca Al-Qur\u2019an, hingga pengaruh gaya hidup yang tidak islami.<\/p>\n<p>Saifuddin juga menyinggung kekhawatirannya terhadap munculnya kasus kemurtadan yang dinilai sebagai persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama.<\/p>\n<p>\u201cIni masalah besar dan jauh lebih penting kita pikirkan daripada terus menghabiskan waktu dan energi membesar-besarkan masalah khilafiyah yang dapat merusak persaudaraan,\u201d pungkasnya. (Sayed M. Husen)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/159798?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cFokus utama kita dalam beribadah adalah mempersembahkan yang terbaik kepada Allah sesuai keyakinan masing-masing lillahi ta\u2019ala. Hindari menilai dan menyalahkan ibadah orang lain karena itu bukan wewenang kita. Biarlah Allah yang menilai,\u201d ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":159799,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[16970,57514,15611,57513,57512,18047,13095],"class_list":["post-159798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah","tag-berita-aceh-hari-ini","tag-berita-aceh-viral","tag-berita-banda-aceh","tag-harga-emas-banda-aceh","tag-info-aceh-terkini","tag-kabar-aceh-terbaru","tag-wisata-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/02\/IMG-20260213-WA0193.jpg?fit=921%2C501&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/159798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=159798"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/159798\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/159799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=159798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=159798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=159798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}