{"id":16005,"date":"2021-02-05T21:51:46","date_gmt":"2021-02-05T14:51:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=16005"},"modified":"2021-02-05T21:51:46","modified_gmt":"2021-02-05T14:51:46","slug":"pandemi-covid-19-pertumbuhan-ekonomi-aceh-2020-minus-037","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/02\/05\/pandemi-covid-19-pertumbuhan-ekonomi-aceh-2020-minus-037\/","title":{"rendered":"Pandemi Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi Aceh 2020 Minus 0,37%"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh<\/strong> &#8212; Pertumbuhan ekonomi Aceh mengalami kontraksi sepanjang tahun 2020 atau minus 0,37%.<\/p>\n<p>Meski tidak sedalam penurunan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 2,07 persen, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hal itu terjadi di Provinsi Aceh disebabkan kondisi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).<\/p>\n<p>&#8220;Pertumbuhan ekonomi Aceh tahun 2020 turun 0,37%, lebih rendah dibanding capaian tahun 2019 yang sebesar 4,14 persen,&#8221; kata Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin dalam konferensi pers virtual, Jumat (05\/02\/2021).<\/p>\n<p>Dari sisi produksi penurunan terbesar terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 28,44 persen.<\/p>\n<p>Dari sisi pengeluaran penurunan terbesar ada di komponen impor luar negeri sebesar 78,53 persen.<\/p>\n<p>Tasdik menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Aceh triwulan IV 2020 dibandingkan triwulan IV 2019 mengalami kontraksi 2,99%. Angka tersebut lebih tinggi dari nasional yang mencapai minus 2,19%.<\/p>\n<p>&#8220;Ekonomi Aceh triwulan IV-2020 dibanding triwulan IV-2019 turun sebesar 2,99 persen (y-on-y),&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Dari sisi produksi penurunan terbesar terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 27,98 persen.<\/p>\n<p>Dari sisi pengeluaran penurunan terbesar ada di komponen impor luar negeri sebesar 61,88 persen.<\/p>\n<p>Sementara bila dibandingkan triwulan IV dengan triwulan III 2020, pertumbuhan ekonomi Aceh mengalami kontraksi 0,57%. Tasdik menyebut pertumbuhan ekonomi Tanah Rencong tahun 2020 masih lebih baik dibandingkan nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Aceh 2020 itu tentu lebih baik meskipun masih mengalami kontraksi, namun kontraksinya itu jauh lebih rendah daripada nasional yang mencapai minus 2,07%,&#8221; ujar Tasdik.<\/p>\n<p>Tasdik mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi Aceh selama 10 tahun terakhir dua kali mengalami kontraksi. Pertama tahun 2015, terjadi kontraksi 0,73% disebabkan kekosongan minyak dan gas (migas).<\/p>\n<p>&#8220;Sedangkan 2020 karena pandemi yang membuat pertumbuhan ekonomi Aceh mengalami kontraksi,&#8221; tutur Tasdik.<\/p>\n<p>&#8220;Dan kita masih beruntung karena kontraksi yang terjadi di Aceh tidak sedalam yang terjadi di nasional yang mencapai minus 2,07%,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, perekonomian Aceh Tahun 2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp166,38 triliun atau US$11,41 miliyar dan PDRB perkapita mencapai Rp. 30,47 juta.<\/p>\n<p>Sementara itu PDRB tanpa migas adalah sebesar Rp161,30 triliun atau US$11,06 miliyar dan PDRB perkapita non migas mencapai Rp 29,54 juta. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16005?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8212; Pertumbuhan ekonomi Aceh mengalami kontraksi sepanjang tahun 2020 atau minus 0,37%. Meski tidak sedalam penurunan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 2,07 persen, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hal itu terjadi di Provinsi Aceh disebabkan kondisi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). &#8220;Pertumbuhan ekonomi Aceh tahun 2020 turun 0,37%, lebih rendah dibanding capaian tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16006,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-16005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/02\/IMG-20210205-WA0049.jpg?fit=700%2C400&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=16005"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16005\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/16006"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=16005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=16005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=16005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}