{"id":162687,"date":"2026-03-31T11:28:13","date_gmt":"2026-03-31T04:28:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=162687"},"modified":"2026-03-31T11:28:13","modified_gmt":"2026-03-31T04:28:13","slug":"belasan-lapak-pkl-kawasan-masjid-raya-baiturrahman-disita-satpol-pp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/03\/31\/belasan-lapak-pkl-kawasan-masjid-raya-baiturrahman-disita-satpol-pp\/","title":{"rendered":"Belasan Lapak PKL Kawasan Masjid Raya Baiturrahman Disita Satpol PP"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh mengambil tindakan tegas dengan menyita belasan perlengkapan milik Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tetap berjualan di kawasan terlarang sekitar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Senin sore (30\/3\/2026).<\/p>\n<p>Penertiban ini dilakukan setelah serangkaian imbauan dan peringatan sebelumnya tidak diindahkan oleh para pedagang yang masih nekat menggelar lapak, bahkan setelah bulan Ramadan berakhir.<\/p>\n<p>Operasi yang dipimpin Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum), Thabrani, menyasar sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi aktivitas PKL.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, petugas mengangkut berbagai perlengkapan dagangan seperti rak, meja kayu, dan peralatan lainnya.<\/p>\n<p>Thabrani menegaskan tindakan kali ini bukan lagi bersifat persuasif, melainkan penegakan aturan secara langsung.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah memberikan peringatan berulang kali agar kawasan sekitar Masjid Raya steril dari aktivitas berjualan pascaramadan. Namun karena tidak diindahkan, hari ini kami langsung mengangkut barang-barang milik PKL yang melanggar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Seluruh barang hasil penertiban kini diamankan di Kantor Satpol PP-WH Kota Banda Aceh untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan aktivitas berjualan di area pejalan kaki hingga memakan badan jalan merupakan pelanggaran terhadap Qanun Kota Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.<\/p>\n<p>Selain mengganggu ketertiban, penggunaan trotoar dan bahu jalan untuk berjualan juga dinilai merusak estetika kota serta menghambat kenyamanan pejalan kaki dan pengguna jalan.<\/p>\n<p>Pasca penertiban ini, Satpol PP-WH memastikan akan meningkatkan pengawasan di kawasan sekitar Masjid Raya Baiturrahman dan titik-titik rawan lainnya.<\/p>\n<p>\u201cKami pastikan pengawasan rutin terus dilakukan agar tidak ada lagi PKL yang kembali berjualan di kawasan ini. Ini demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat,\u201d tegas Thabrani.<\/p>\n<p>Sementara Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, menyebutkan sejumlah lokasi lain yang sebelumnya diberikan kelonggaran selama Ramadan juga akan menjadi target penertiban selanjutnya.<\/p>\n<p>\u201cSetelah Jalan Syiah Kuala dan kawasan Masjid Raya, beberapa lokasi lain juga akan kami bersihkan untuk mengembalikan fungsi ruang publik sesuai aturan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/162687?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2013 Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh mengambil tindakan tegas dengan menyita belasan perlengkapan milik Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tetap berjualan di kawasan terlarang sekitar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Senin sore (30\/3\/2026). Penertiban ini dilakukan setelah serangkaian imbauan dan peringatan sebelumnya tidak diindahkan oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":162688,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-162687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-30-at-151309-678x381-1.jpeg?fit=678%2C381&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/162687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=162687"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/162687\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/162688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=162687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=162687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=162687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}