{"id":163756,"date":"2026-04-16T17:36:17","date_gmt":"2026-04-16T10:36:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=163756"},"modified":"2026-04-16T17:39:44","modified_gmt":"2026-04-16T10:39:44","slug":"sakeladera-antar-solusi-bangun-andalas-raih-proper-hijau-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/04\/16\/sakeladera-antar-solusi-bangun-andalas-raih-proper-hijau-2025\/","title":{"rendered":"Sakeladera Antar Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong>Aceh Besar, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat mengantarkan PT Solusi Bangun Andalas (SBA) meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.<\/p>\n<p>Penghargaan PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) ini menjadi indikator bahwa kinerja perusahaan telah melampaui standar kepatuhan (beyond compliance), mencakup efisiensi energi, penurunan emisi, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Capaian tersebut tidak lepas dari keberhasilan program unggulan Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera) yang dijalankan di kawasan pesisir Lhoknga, Aceh Besar.<\/p>\n<p>Program ini mampu mengolah hingga 60 ton sampah kelapa setiap bulan melalui pendekatan ekonomi sirkular bersama komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil).<\/p>\n<p>Direktur Operasi PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, mengatakan, penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi antara inovasi industri dan keterlibatan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKeberlanjutan tidak hanya berbicara soal operasional pabrik, tetapi juga bagaimana perusahaan hadir memberikan solusi bagi lingkungan dan masyarakat. PROPER Hijau ini adalah wujud komitmen kami untuk tumbuh bersama,\u201d ujarnya, Kamis (16\/4).<\/p>\n<p>Sebelum program Sakeladera berjalan, limbah kelapa di wilayah pesisir umumnya dibakar atau dibiarkan membusuk, yang menyumbang emisi karbon hingga 34,8 ton CO\u2082 per bulan.<\/p>\n<p>Sementara itu, peternak lokal menghadapi beban biaya pakan yang tinggi, mencapai Rp48 juta per bulan.<\/p>\n<p>Melalui inovasi ini, limbah kelapa diolah menjadi cocopeat yang dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan ternak. Langkah ini berhasil menekan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.<\/p>\n<p>Produk cocopeat yang dihasilkan juga telah memenuhi standar uji laboratorium terkait kandungan nutrisi seperti kalsium dan protein, sehingga aman dan layak digunakan.<\/p>\n<p>Perusahaan turut memberikan pendampingan berkelanjutan, penyediaan sarana produksi, serta penguatan kelembagaan masyarakat guna menciptakan sistem usaha yang mandiri.<\/p>\n<p>Hasilnya, program ini mencatat rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5, yang berarti setiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat Rp2,5 bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Seiring berjalanannya program, volume sampah kelapa di wilayah tersebut juga mengalami penurunan signifikan, kini berada di kisaran 20\u201324 ton per bulan.<\/p>\n<p>Muhammad Ikhsan, salah satu warga penerima manfaat, mengaku perubahan tersebut sangat dirasakan.<\/p>\n<p>Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini menjadi sumber penghasilan tambahan sekaligus membantu menekan biaya produksi peternakan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, SBA juga melakukan berbagai inovasi di area operasional untuk mendukung capaian lingkungan. Penggunaan burner rendah emisi mampu menekan emisi hingga 88.931 ton CO\u2082 ekuivalen sepanjang tahun 2025.<\/p>\n<p>Perusahaan juga mengoptimalkan penggunaan bahan bakar alternatif, termasuk limbah cair seperti oli bekas, yang mampu menggantikan kebutuhan bahan bakar hingga 100 persen pada sistem tertentu dan mengurangi penggunaan batu bara hingga 40 persen.<\/p>\n<p>Upaya efisiensi lainnya dilakukan melalui penghematan energi listrik, pengendalian emisi gas, peningkatan efisiensi pelumas, serta pemanfaatan kembali limbah seperti karet bekas dan air buangan AC untuk kebutuhan operasional sehari-hari.<\/p>\n<p>Keberhasilan ini menegaskan bahwa integrasi antara inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam menjawab tantangan keberlanjutan, sekaligus memperkuat ekonomi lokal di wilayah sekitar operasional perusahaan.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/163756?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Solusi Bangun Andalas (SBA) meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":163757,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[3772,3250,50549,58593,58594],"class_list":["post-163756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-aceh-besar","tag-lhoknga","tag-pt-solusi-bangun-andalas","tag-raih-proper-hijau-2025","tag-sakeladera-sampah-kelapa-untuk-desa-sejahtera"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/04\/IMG-20260416-WA0262.jpg?fit=1280%2C852&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/163756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=163756"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/163756\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/163757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=163756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=163756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=163756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}