{"id":163836,"date":"2026-04-17T19:52:47","date_gmt":"2026-04-17T12:52:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=163836"},"modified":"2026-04-17T19:52:47","modified_gmt":"2026-04-17T12:52:47","slug":"ojk-aceh-dorong-program-tpakd-berbasis-data-untuk-dongkrak-ekonomi-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/04\/17\/ojk-aceh-dorong-program-tpakd-berbasis-data-untuk-dongkrak-ekonomi-daerah\/","title":{"rendered":"OJK Aceh Dorong Program TPAKD Berbasis Data untuk Dongkrak Ekonomi Daerah"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh mendorong seluruh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Aceh untuk menyusun program berbasis data guna memperluas akses keuangan, memperkuat pembiayaan, serta mengembangkan sektor unggulan daerah secara lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Asisten Direktur Kantor OJK Provinsi Aceh, Firman Octo Armando, dalam Rapat Koordinasi dan Asistensi TPAKD se-Provinsi Aceh Tahun 2026 yang digelar di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jum&#8217;at (17\/4).<\/p>\n<p>Kegiatan ini dihadiri perwakilan Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten\/kota, Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai narasumber, OJK Pusat, serta seluruh anggota TPAKD se-Aceh.<\/p>\n<p>Firman Octo Armando menegaskan bahwa TPAKD tidak sekadar menjadi forum koordinasi, melainkan instrumen strategis dalam mendorong inklusi keuangan, memperkuat sektor produktif, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cProgram TPAKD harus berbasis data agar tepat sasaran dan selaras dengan potensi unggulan masing-masing daerah,\u201d ujar Firman.<\/p>\n<p>Dalam forum tersebut, OJK menekankan pentingnya pemanfaatan data statistik dari BPS sebagai dasar perumusan program kerja TPAKD.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan ini, kebijakan yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.<\/p>\n<p>Firman juga mengungkapkan Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun memerlukan dukungan data yang akurat dan komprehensif agar dapat dikelola secara optimal melalui program yang terarah, inovatif, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang dipaparkan, struktur perekonomian Aceh masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp84,3 triliun atau 32,74 persen.<\/p>\n<p>Sektor ini tumbuh sebesar 3,60 persen dan menyumbang pertumbuhan sebesar 0,99 persen, sehingga dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama melalui hilirisasi dan dukungan akses pembiayaan.<\/p>\n<p>Sejalan dengan itu, OJK mendorong TPAKD di seluruh kabupaten\/kota untuk menghadirkan program yang lebih inovatif, berdampak, dan berkelanjutan sesuai karakteristik ekonomi daerah masing-masing.<\/p>\n<p>Selain itu, OJK juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan industri jasa keuangan dalam memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).<\/p>\n<p>\u201cKolaborasi menjadi kunci dalam mempercepat inklusi keuangan. Program pembiayaan harus mampu menjangkau lebih luas masyarakat, terutama UMKM,\u201d kata Firman.<\/p>\n<p>Sebagai wujud kolaborasi tersebut, sinergi TPAKD bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh telah mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan ultra mikro.<\/p>\n<p>Pada periode 2024 hingga 2025, penyaluran KUR di Aceh tercatat mencapai Rp8,8 triliun, sementara pembiayaan ultra mikro mencapai Rp535 miliar.<\/p>\n<p>OJK juga mendorong peningkatan kualitas kinerja TPAKD agar mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan bersaing di tingkat nasional.<\/p>\n<p>\u201cKami optimistis TPAKD Aceh mampu menunjukkan kinerja yang semakin berkualitas dan berpeluang meraih penghargaan pada ajang TPAKD Award tingkat nasional,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Aceh, T. Robby Irza, menekankan bahwa TPAKD memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mengurangi kemiskinan.<\/p>\n<p>Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti kesenjangan literasi dan inklusi keuangan serta keterbatasan akses pembiayaan bagi UMKM. Karena itu, TPAKD diharapkan mampu berperan sebagai orkestrator dalam pengembangan ekonomi daerah melalui sinergi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andri, menyampaikan TPAKD juga memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor keuangan syariah.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masih tertinggal dibandingkan sektor konvensional.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, OJK Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran TPAKD sebagai motor penggerak inklusi keuangan daerah melalui program berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan implementasi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/163836?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh mendorong seluruh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Aceh untuk menyusun program berbasis data guna memperluas akses keuangan, memperkuat pembiayaan, serta mengembangkan sektor unggulan daerah secara lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Asisten Direktur Kantor OJK Provinsi Aceh, Firman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":163838,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[58632,58633,13149,58631],"class_list":["post-163836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-berbasis-data","tag-dongkrak-ekonomi-daerah","tag-ojk-aceh","tag-tim-percepatan-akses-keuangan-daerah-tpakd-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/04\/IMG-20260417-WA0234.jpg?fit=1319%2C756&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/163836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=163836"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/163836\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/163838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=163836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=163836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=163836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}