{"id":164475,"date":"2026-04-28T21:23:28","date_gmt":"2026-04-28T14:23:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=164475"},"modified":"2026-04-28T21:23:28","modified_gmt":"2026-04-28T14:23:28","slug":"bkn-aceh-tegaskan-profesor-sah-jadi-ketua-maa-akhiri-polemik-rangkap-jabatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/04\/28\/bkn-aceh-tegaskan-profesor-sah-jadi-ketua-maa-akhiri-polemik-rangkap-jabatan\/","title":{"rendered":"BKN Aceh Tegaskan Profesor Sah Jadi Ketua MAA, Akhiri Polemik Rangkap Jabatan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net &#8212;<\/strong> Kepala Kantor Regional XIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Aceh, Ir Agus Sutiadi MSi menegaskan bahwa jabatan Profesor atau Guru Besar diperbolehkan menjabat sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA).<\/p>\n<p>Penegasan tersebut disampaikan Agus Sutiadi kepada pengurus MAA serta panitia Musyawarah Besar (Mubes) MAA dalam pertemuan khusus di ruang Meusapat MAA, Selasa (28\/4\/2026).<\/p>\n<p>Pertemuan itu digelar sebagai tindak lanjut atas surat yang sebelumnya dilayangkan Pemangku Adat MAA terkait persoalan rangkap jabatan antara Profesor dan Ketua MAA.<\/p>\n<p>Dalam penjelasannya, Agus Sutiadi menyebutkan bahwa apabila merujuk pada Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2019, proses pemilihan Ketua MAA terpilih pada Mubes MAA periode 2026-2031 telah sesuai dengan norma, standar, prosedur dan kriteria manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).<\/p>\n<p>Serta sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) beserta aturan turunannya.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan tidak terdapat larangan bagi seorang Profesor atau Guru Besar untuk menduduki jabatan Ketua MAA, sepanjang mekanisme pemilihannya sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>Dari hasil pertemuan tersebut, pihak BKN Aceh bersama pengurus MAA dan tim formatur Mubes MAA sepakat bahwa hasil klarifikasi itu dapat dijadikan dasar dalam penyelesaian hasil musyawarah pemilihan Ketua MAA periode 2026.<\/p>\n<p>Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam dokumen bersama yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Regional XIII BKN Aceh, Agus Sutiadi, dan Ketua MAA, Prof Dr Yusri Yusuf MPd.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/164475?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net &#8212; Kepala Kantor Regional XIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Aceh, Ir Agus Sutiadi MSi menegaskan bahwa jabatan Profesor atau Guru Besar diperbolehkan menjabat sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA). Penegasan tersebut disampaikan Agus Sutiadi kepada pengurus MAA serta panitia Musyawarah Besar (Mubes) MAA dalam pertemuan khusus di ruang Meusapat MAA, Selasa (28\/4\/2026). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":164476,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[59042,59039,59040,59043,59041],"class_list":["post-164475","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-agus-sutiadi","tag-bkn-aceh","tag-majelis-adat-aceh-maa","tag-prof-dr-yusri-yusuf-mpd","tag-profesor-sah-jadi-ketua-maa"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/04\/20260428_211257-scaled.jpg?fit=2560%2C1330&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/164475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=164475"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/164475\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/164476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=164475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=164475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=164475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}