{"id":165489,"date":"2026-05-14T23:14:44","date_gmt":"2026-05-14T16:14:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=165489"},"modified":"2026-05-14T23:28:01","modified_gmt":"2026-05-14T16:28:01","slug":"wakil-rektor-milenial-di-usk-langkah-berani-prof-mirza-tabrani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/05\/14\/wakil-rektor-milenial-di-usk-langkah-berani-prof-mirza-tabrani\/","title":{"rendered":"Wakil Rektor Milenial di USK, Langkah Berani Prof. Mirza Tabrani  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><em style=\"font-size: 16px;\">Keputusan memberi kepercayaan kepada figur-figur yang lebih muda tentu bukan pilihan biasa. Dibutuhkan keberania<\/em><em style=\"font-size: 16px;\">n untuk keluar dari pola lama<\/em><\/p>\n<p><strong>Oleh: Drs M. Isa Alima*<\/strong><\/p>\n<p>Dalam dunia pendidikan tinggi, pergantian pejabat kampus sering dipandang sebagai rutinitas administratif belaka. Nama berganti, jabatan berpindah, lalu roda organisasi berjalan seperti biasa.<\/p>\n<p>Namun, dalam beberapa momentum tertentu, sebuah keputusan kepemimpinan bisa memiliki makna jauh lebih besar: menjadi penanda arah perubahan.<\/p>\n<p>Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA menunjuk dan melantik para akademisi muda sebagai Wakil Rektor USK periode 2026\u20132031 adalah salah satu keputusan yang layak dibaca dalam perspektif tersebut.<\/p>\n<p>Mereka yang dilantik adalah: Prof Dr Heru Fahlevi SE MSc.Ak CA (Wakil Rektor I Bidang Akademik), Dr Fairuzzabadi SE MSc (Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya dan Keuangan), Dr Rina Suryani Oktari SKep MSi FRSPH (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan) dan Dr Ir Ramzi Adriman ST MSc IPM ASEAN.Eng APEC.Eng (Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis).<\/p>\n<p>Ini bukan semata rotasi jabatan, melainkan sinyal kuat tentang keberanian melakukan regenerasi kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi terbesar di Aceh.<\/p>\n<p>Di tengah kultur birokrasi akademik yang selama ini sering identik dengan senioritas, keputusan memberi kepercayaan kepada figur-figur yang lebih muda tentu bukan pilihan biasa. Dibutuhkan keberanian untuk keluar dari pola lama, sekaligus keyakinan bahwa masa depan universitas harus disiapkan mulai hari ini.<\/p>\n<p>Langkah ini menjadi semakin relevan ketika dunia pendidikan tinggi sedang menghadapi perubahan besar. Revolusi digital telah mengubah cara belajar, cara meneliti, hingga cara kampus membangun reputasi global.<\/p>\n<p>Kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence), kompetisi internasional antaruniversitas, serta tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks menuntut perguruan tinggi bergerak lebih cepat dan lebih adaptif.<\/p>\n<p>Universitas tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara kerja lama. Kampus modern membutuhkan pemimpin yang mampu membaca perubahan, memahami teknologi, membangun jejaring internasional, serta memiliki keberanian mengambil langkah-langkah inovatif.<\/p>\n<p>Dalam konteks inilah, kehadiran Wakil Rektor dari kalangan akademisi milenial menjadi penting.<\/p>\n<p>Generasi akademisi muda memiliki keunggulan tersendiri. Mereka tumbuh di era digital, terbiasa dengan sistem kerja berbasis teknologi, lebih terbuka terhadap kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara, serta memiliki perspektif yang relatif lebih segar dalam melihat tantangan organisasi. Energi mereka sering kali menjadi katalisator bagi lahirnya inovasi baru.<\/p>\n<p>Namun demikian, memberi ruang kepada generasi muda tentu bukan tanpa tantangan. Jabatan Wakil Rektor bukan sekadar posisi akademik, tetapi juga arena pengambilan keputusan strategis yang menuntut kematangan berpikir, kemampuan manajerial, dan kecakapan membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Karena itu, ekspektasi terhadap para Wakil Rektor baru tentu sangat besar.<\/p>\n<p>Publik kampus akan menilai bukan dari usia mereka, melainkan dari hasil kerja yang ditunjukkan. Mampukah mereka memperkuat mutu akademik?<\/p>\n<p>Dapatkah mereka meningkatkan kualitas riset dan publikasi internasional? Bisakah mereka memperluas kerja sama global, mempercepat transformasi digital kampus, dan membawa USK semakin dekat menuju universitas berkelas dunia?<\/p>\n<p>Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi penting karena regenerasi yang baik tidak berhenti pada simbol.<\/p>\n<p>Regenerasi harus melahirkan dampak nyata. Jika hanya berhenti pada pergantian figur tanpa perubahan sistem, maka semangat pembaruan akan kehilangan maknanya.<\/p>\n<p>Meski demikian, langkah Prof. Mirza Tabrani tetap layak diapresiasi sebagai keputusan visioner.<\/p>\n<p>Kepemimpinan besar bukanlah kepemimpinan yang mempertahankan kenyamanan status quo, melainkan yang berani membuka ruang bagi lahirnya generasi penerus.<\/p>\n<p>Seorang pemimpin sejati tidak takut memberi panggung kepada mereka yang lebih muda, bahkan ketika generasi itu berpotensi melampaui pencapaiannya kelak.<\/p>\n<p>Tentu, keberhasilan kebijakan ini juga sangat bergantung pada harmonisasi antara generasi muda dan senior di lingkungan kampus.<\/p>\n<p>Pengalaman para akademisi senior tetap menjadi fondasi penting yang tidak tergantikan. Regenerasi tidak boleh dimaknai sebagai pergantian total, tetapi sebagai proses saling melengkapi antara kebijaksanaan pengalaman dan keberanian inovasi.<\/p>\n<p>Di titik inilah kebijakan tersebut menjadi menarik. Ada pesan moral yang kuat: bahwa dunia akademik harus mulai menempatkan kapasitas, kompetensi, dan integritas di atas sekadar faktor usia atau senioritas.<\/p>\n<p>Bahwa kepemimpinan kampus idealnya terbuka bagi siapa pun yang memiliki visi, kemampuan, dan dedikasi terhadap kemajuan institusi.<\/p>\n<p>Bagi generasi muda Aceh, keputusan ini juga menjadi simbol harapan. Bahwa ruang kepemimpinan tidak tertutup. Bahwa kerja keras, prestasi akademik, dan pengabdian tetap memiliki peluang untuk mendapat kepercayaan besar.<\/p>\n<p>Kini publik menanti pembuktian. Sebab keberanian memilih akademisi milenial hanya akan dikenang sebagai langkah besar apabila mampu melahirkan perubahan nyata.<\/p>\n<p>Jika para Wakil Rektor muda ini berhasil menjawab tantangan zaman, mempercepat inovasi kampus, dan membawa USK semakin diperhitungkan di tingkat global, maka keputusan Prof. Mirza Tabrani hari ini akan tercatat sebagai titik penting dalam sejarah perjalanan universitas.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, kampus besar bukanlah kampus yang takut berubah, tetapi kampus yang berani menyiapkan masa depannya.<\/p>\n<p>Dan mungkin, langkah menghadirkan Wakil Rektor milenial adalah cara USK menyatakan bahwa masa depan itu telah dimulai hari ini.<\/p>\n<p>*<em>Penulis adalah Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh<\/em><\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165489?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keputusan memberi kepercayaan kepada figur-figur yang lebih muda tentu bukan pilihan biasa. Dibutuhkan keberanian untuk keluar dari pola lama Oleh: Drs M. Isa Alima* Dalam dunia pendidikan tinggi, pergantian pejabat kampus sering dipandang sebagai rutinitas administratif belaka. Nama berganti, jabatan berpindah, lalu roda organisasi berjalan seperti biasa. Namun, dalam beberapa momentum tertentu, sebuah keputusan kepemimpinan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":165493,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[29],"tags":[18199,58806,3925,59786],"class_list":["post-165489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-isa-alima","tag-rektor-prof-mirza-tabrani","tag-universitas-syiah-kuala","tag-wakil-rektor-milenial"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/05\/Foto-Bersama-Para-Wakil-Rektor-USK-Periode-2026-2031.JPG?fit=1200%2C680&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=165489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/165493"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=165489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=165489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=165489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}