{"id":165804,"date":"2026-05-20T00:18:41","date_gmt":"2026-05-19T17:18:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=165804"},"modified":"2026-05-20T00:18:41","modified_gmt":"2026-05-19T17:18:41","slug":"profesor-fkip-usk-kritik-arah-kebijakan-hingga-mutu-pendidikan-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/05\/20\/profesor-fkip-usk-kritik-arah-kebijakan-hingga-mutu-pendidikan-aceh\/","title":{"rendered":"Profesor FKIP USK Kritik Arah Kebijakan hingga Mutu Pendidikan Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Sejumlah profesor dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Dinas Pendidikan Aceh duduk satu meja membedah masa depan pendidikan Aceh dalam forum bertajuk \u201cProfesor Bicara Pendidikan Aceh\u201d di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Selasa (19\/5\/2026).<\/p>\n<p>Forum itu tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga arena kritik terhadap berbagai persoalan pendidikan Aceh yang dinilai masih berjalan tanpa arah besar yang terintegrasi.<\/p>\n<p>Sejumlah guru besar, legislator, kepala sekolah, hingga pemangku kebijakan menyampaikan evaluasi tajam sekaligus menawarkan solusi jangka panjang.<\/p>\n<p>Salah satu isu utama yang mengemuka adalah belum adanya grand design pendidikan Aceh hingga 2045 sebagai pijakan pembangunan pendidikan lintas jenjang.<\/p>\n<p>Para akademisi menilai kebijakan pendidikan di Aceh selama ini cenderung bersifat parsial, berubah mengikuti pergantian kepemimpinan, dan belum memiliki arah pembangunan jangka panjang yang kuat.<\/p>\n<p>Dalam forum itu, Kadis Pendidikan Aceh Murthalamuddin menegaskan pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah awal membangun kerja sama nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.<\/p>\n<p>\u201cPertemuan ini hanyalah titik awal. Akan ada lanjutannya. Para guru besar juga perlu memiliki sekolah binaan sebagai pilot project di pendidikan menengah,\u201d ujar Murthalamuddin.<\/p>\n<p>Gagasan sekolah binaan dinilai penting agar kontribusi akademisi tidak berhenti pada tataran seminar dan rekomendasi, melainkan langsung menyentuh ruang kelas, metode pembelajaran, serta peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah.<\/p>\n<p>Guru Besar FKIP USK, Prof. Sahminan, menyoroti pentingnya pembangunan pendidikan yang lebih terintegrasi dan konsisten jika Aceh ingin berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kualitas pendidikan Aceh tidak cukup hanya mengandalkan program tahunan, tetapi harus ditopang keberanian politik anggaran dan kebijakan yang berkesinambungan.<\/p>\n<p>Ia menilai, tanpa dukungan regulasi dan pembiayaan yang kuat, pendidikan Aceh berpotensi tertinggal di tengah percepatan pembangunan sumber daya manusia di daerah lain.<\/p>\n<p>Tak hanya berbicara soal arah pembangunan, forum juga menyinggung isu identitas budaya melalui pelestarian bahasa daerah di sekolah. Wacana penguatan muatan lokal bahasa Aceh mendapat dukungan luas dari peserta.<\/p>\n<p>Namun, Kepala Sekolah dari Blangkejeren, Aguswati, mengingatkan agar kebijakan itu tidak bersifat sentralistik dan tetap menghormati keberagaman bahasa lokal lain di Aceh.<\/p>\n<p>Menurutnya, Aceh memiliki kekayaan linguistik yang tidak hanya terbatas pada bahasa Aceh, tetapi juga bahasa Gayo, Alas, Tamiang, Aneuk Jamee, hingga bahasa-bahasa lokal lainnya yang hidup di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPelestarian budaya penting, tetapi harus inklusif dan menghargai keberagaman identitas daerah,\u201d demikian pandangan yang mengemuka dalam forum tersebut.<\/p>\n<p>Di sisi lain, rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa juga menjadi perhatian serius. Profesor FKIP USK, Prof. Mohd. Harun, mendorong pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai sebagai langkah sederhana namun efektif untuk membangun budaya literasi di sekolah.<\/p>\n<p>Ia juga mengusulkan penguatan kembali budaya menulis tangan di tengah dominasi teknologi digital.<\/p>\n<p>Menurutnya, kebiasaan menulis manual dapat membantu memperkuat daya ingat, pemahaman, serta kemampuan berpikir siswa.<\/p>\n<p>Sementara itu, Prof. Rahmah Johar mengusulkan perluasan kembali program \u201cProfessor Goes To School\u201d, yang sebelumnya dinilai efektif menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan pendidikan sekolah menengah, terutama dalam mata pelajaran yang dianggap sulit seperti matematika.<\/p>\n<p>Dari sisi legislatif, anggota DPRA Irpannusir menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan regulasi pendidikan, termasuk pelestarian bahasa daerah dan penertiban praktik kutipan liar di sekolah yang selama ini masih menjadi keluhan masyarakat.<\/p>\n<p>Selain berbagai isu tersebut, forum turut membahas pentingnya penguatan riset pendidikan, peningkatan kualitas kepala sekolah dan guru, budaya kebersihan lingkungan sekolah, hingga implementasi pendidikan Islami yang tidak berhenti pada simbol, tetapi benar-benar terukur dalam praktik pembelajaran sehari-hari.<\/p>\n<p>Meski demikian, forum ini juga memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana rekomendasi para profesor akan benar-benar diimplementasikan?<\/p>\n<p>Sebab, berbagai diskusi pendidikan serupa selama ini kerap menghasilkan banyak catatan, namun minim tindak lanjut konkret di lapangan.<\/p>\n<p>Padahal, Aceh masih menghadapi berbagai tantangan pendidikan, mulai dari ketimpangan kualitas sekolah antarwilayah, lemahnya budaya literasi, persoalan kompetensi tenaga pendidik, hingga praktik pungutan yang masih dikeluhkan sebagian orang tua siswa.<\/p>\n<p>Di akhir forum, seluruh peserta sepakat bahwa kemajuan pendidikan Aceh tidak mungkin dibangun secara sektoral.<\/p>\n<p>Dibutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, kampus, sekolah, legislatif, dan masyarakat agar reformasi pendidikan tidak berhenti sebatas wacana, melainkan melahirkan perubahan nyata bagi generasi Aceh di masa depan.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165804?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013 Sejumlah profesor dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Dinas Pendidikan Aceh duduk satu meja membedah masa depan pendidikan Aceh dalam forum bertajuk \u201cProfesor Bicara Pendidikan Aceh\u201d di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Selasa (19\/5\/2026). Forum itu tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga arena kritik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":165806,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12],"tags":[60027,48838,60028,60026],"class_list":["post-165804","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-kritik-arah-kebijakan-hingga-mutu-pendidikan-aceh","tag-murthalamuddin","tag-prof-sahminan","tag-profesor-fkip-usk"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/05\/IMG-20260519-WA0350.jpg?fit=1600%2C1066&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=165804"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165804\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/165806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=165804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=165804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=165804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}