{"id":165825,"date":"2026-05-20T10:10:57","date_gmt":"2026-05-20T03:10:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=165825"},"modified":"2026-05-20T10:10:57","modified_gmt":"2026-05-20T03:10:57","slug":"tti-pertanyakan-hilangnya-anggaran-rs-regional-meulaboh-dan-tapaktuan-kinerja-dinkes-dan-dpra-disorot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/05\/20\/tti-pertanyakan-hilangnya-anggaran-rs-regional-meulaboh-dan-tapaktuan-kinerja-dinkes-dan-dpra-disorot\/","title":{"rendered":"TTI Pertanyakan Hilangnya Anggaran RS Regional Meulaboh dan Tapaktuan, Kinerja Dinkes dan DPRA Disorot"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Transparansi Tender Indonesia (TTI) mempertanyakan arah kebijakan anggaran pembangunan rumah sakit regional di wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh yang dinilai tidak menunjukkan keberpihakan terhadap kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, menyoroti hilangnya anggaran lanjutan pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh (Aceh Barat) pada tahun anggaran 2026, serta berkurangnya pagu anggaran pembangunan Rumah Sakit Regional Tapaktuan (Aceh Selatan) dari Rp15,9 miliar menjadi Rp13,8 miliar.<\/p>\n<p>Menurut Nasruddin, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dalam mempercepat penyediaan fasilitas kesehatan rujukan yang representatif di kawasan Barat Selatan.<\/p>\n<p>\u201cPembangunan RS Regional Meulaboh justru dihilangkan tahun ini, sementara RS Regional Tapaktuan malah dikurangi anggarannya. Padahal tender tahun 2025 dibatalkan, seharusnya anggaran itu dilipatgandakan menjadi sekitar Rp32 miliar agar progres pembangunan bisa dikejar,\u201d kata Nasruddin dalam keterangannya, Rabu (20\/5\/2026).<\/p>\n<p>TTI menilai pemerintah Aceh belum cukup peka terhadap urgensi pembangunan rumah sakit regional yang memenuhi standar pelayanan kesehatan sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Barsela.<\/p>\n<p>Menurut mereka, idealnya Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran minimal Rp30 miliar per tahun untuk masing-masing rumah sakit regional di Meulaboh dan Tapaktuan.<\/p>\n<p>Nasruddin menegaskan, keberadaan rumah sakit regional yang memadai akan sangat membantu mengurangi beban rujukan pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang selama ini kerap mengalami antrean pasien.<\/p>\n<p>\u201cKalau fasilitas pembangunan dan alat kesehatan di rumah sakit regional sudah lengkap, masyarakat Barat Selatan tidak perlu lagi menunggu lama atau harus dirujuk jauh ke Banda Aceh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain menyoroti Dinas Kesehatan Aceh, TTI juga mempertanyakan peran anggota DPRA dari daerah pemilihan (Dapil) 9 dan Dapil 10 yang dinilai belum serius memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat di sektor kesehatan.<\/p>\n<p>\u201cKinerja anggota DPRA dari Dapil 9 dan Dapil 10 juga patut dipertanyakan. Seharusnya mereka sensitif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat, jangan hanya fokus meributkan Pergub JKA sementara persoalan substantif seperti pembangunan rumah sakit regional tidak diperjuangkan secara serius,\u201d kata Nasruddin.<\/p>\n<p>TTI meminta Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menjadikan pembangunan rumah sakit regional sebagai prioritas kebijakan daerah.<\/p>\n<p>Bahkan, mereka mendorong penambahan anggaran lanjutan pembangunan RS Regional dalam APBA Perubahan (APBA-P) 2026.<\/p>\n<p>\u201cJika perlu, pada APBA Perubahan anggaran pembangunan rumah sakit regional ditambah agar pelayanan kesehatan masyarakat Barat Selatan tidak terus tertinggal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Nasruddin juga mengingatkan anggota dewan agar tidak hanya fokus pada program pokok-pokok pikiran (pokir) yang berkaitan dengan paket pengadaan, tetapi turut mengarahkan pokir untuk mendukung pembangunan fasilitas publik strategis seperti rumah sakit regional.<\/p>\n<p>\u201cLanjutan pembangunan RS Regional bisa dimasukkan dalam pokir seluruh anggota dewan di dapil masing-masing. Namun setelah DPA ditetapkan, tugas pengawasan dewan selesai dan tidak boleh ikut campur menentukan kontraktor,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Kesehatan Aceh terkait alasan berkurangnya anggaran pembangunan RS Regional Tapaktuan dan tidak masuknya lanjutan pembangunan RS Regional Meulaboh dalam penganggaran tahun 2026.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165825?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013 Transparansi Tender Indonesia (TTI) mempertanyakan arah kebijakan anggaran pembangunan rumah sakit regional di wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh yang dinilai tidak menunjukkan keberpihakan terhadap kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, menyoroti hilangnya anggaran lanjutan pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh (Aceh Barat) pada tahun anggaran 2026, serta berkurangnya pagu anggaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":165826,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[1815,30967,60042,8326,37797],"class_list":["post-165825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-meulaboh","tag-nasruddin-bahar","tag-rs-regional-barat-selatan-aceh","tag-tapaktuan","tag-transparansi-tender-indonesia-tti"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/05\/1779246243054.png?fit=477%2C358&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=165825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165825\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/165826"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=165825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=165825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=165825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}