{"id":165852,"date":"2026-05-20T22:07:31","date_gmt":"2026-05-20T15:07:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=165852"},"modified":"2026-05-20T22:08:10","modified_gmt":"2026-05-20T15:08:10","slug":"lingkaran-vendor-yang-sama-kembali-babat-habis-paket-meubelair-miliaran-rupiah-dari-2025-hingga-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/05\/20\/lingkaran-vendor-yang-sama-kembali-babat-habis-paket-meubelair-miliaran-rupiah-dari-2025-hingga-2026\/","title":{"rendered":"Lingkaran Vendor yang Sama Kembali &#8216;Babat Habis&#8217; Paket Meubelair Miliaran Rupiah dari 2025 hingga 2026"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> &#8211; Pola pengadaan meubelair di Dinas Pendidikan Aceh kembali menimbulkan pertanyaan. Sejumlah perusahaan yang menjadi pemenang pada tahun anggaran 2025 tercatat kembali memperoleh proyek serupa pada 2026, dengan nilai kontrak yang lebih besar.<\/p>\n<p>Penelusuran terhadap dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan data transaksi pada sistem E-Katalog 6.0 per 20 Mei 2026 menunjukkan alokasi pengadaan meubelair untuk sekolah menengah masih didominasi kelompok penyedia yang sama. Nilai proyeknya mencapai belasan miliar rupiah.<\/p>\n<p>Dari sejumlah data transaksi, sedikitnya empat perusahaan terlihat berulang menjadi pemenang. Mereka menguasai paket pengadaan kursi, meja, dan perlengkapan belajar di berbagai kabupaten. Pola tersebut menimbulkan dugaan adanya konsentrasi proyek pada vendor tertentu.<\/p>\n<p>Sumber Makmur Aksata menjadi salah satu perusahaan dengan lonjakan nilai kontrak paling besar. Pada 2025, perusahaan ini tercatat mengerjakan tiga paket di Bener Meriah dan Aceh Besar dengan total Rp 2,99 miliar. Pada 2026, nilainya meningkat menjadi Rp 6,79 miliar setelah memenangkan dua paket di Aceh Utara.<\/p>\n<p>Perusahaan lain, Inter Kreasi Adhitama, juga kembali mendapatkan proyek di wilayah yang sama. Pada 2025, perusahaan ini memenangkan satu paket di Aceh Selatan senilai hampir Rp 1 miliar. Tahun ini, nilainya naik menjadi Rp 3,64 miliar, termasuk paket di Aceh Selatan dan Subulussalam.<\/p>\n<p>Cipta Puga Perkasa juga tercatat tetap memperoleh proyek. Pada 2025, perusahaan ini menang di wilayah Bireuen dan Pidie dengan nilai Rp 3 miliar. Sedangkan pada 2026, kembali muncul pada pengadaan meubelair di Aceh Tamiang.<\/p>\n<p>Nama lain yang juga berulang ialah Kreasi Nusantara. Pada tahun sebelumnya, perusahaan ini mengerjakan pengadaan alat pembelajaran berbasis kecerdasan buatan serta meubelair di sejumlah daerah. Tahun ini, mereka kembali memenangkan paket pengadaan di Bireuen senilai hampir Rp 1 miliar.<\/p>\n<p>Temuan lain yang mencolok ialah selisih tipis antara pagu dan harga transaksi. Pada sejumlah paket, nilai kontrak nyaris sama dengan pagu. Misalnya paket pengadaan meubelair siswa di Aceh Besar. Dari pagu Rp 4 miliar, nilai transaksi tercatat Rp 3.999.843.819. Selisihnya hanya Rp 156 ribu.<\/p>\n<p>Hal serupa terjadi di Aceh Utara. Paket dengan pagu Rp 5 miliar direalisasikan senilai Rp 4.995.612.662. Artinya, efisiensi anggaran hanya sekitar Rp 4,3 juta.<\/p>\n<p>Secara konsep, e-katalog dirancang untuk membuka persaingan harga antarpenyedia. Namun data transaksi menunjukkan penawaran akhir yang sangat mendekati pagu. Dalam sejumlah kasus, pengurangan harga bahkan tidak mencapai 0,1 persen.<\/p>\n<p>Pola itu menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas kompetisi dalam sistem pengadaan. Sebab, mekanisme elektronik semestinya memperluas peluang pelaku usaha kecil, termasuk vendor lokal, untuk ikut bersaing.<\/p>\n<p>Di sisi lain, pengadaan meubelair menyangkut fasilitas belajar di sekolah negeri. Selain soal distribusi proyek, publik juga menyoroti kualitas barang yang akan diterima siswa dan guru.<\/p>\n<p>Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi dari Kadis Dinas Pendidikan Aceh terkait pola pengulangan pemenang proyek tersebut.<\/p>\n<p>Pemerintah juga belum menjelaskan penyebab tipisnya selisih harga dalam transaksi pengadaan tahun ini.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165852?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber Makmur Aksata menjadi salah satu perusahaan dengan lonjakan nilai kontrak paling besar. Pada 2025, perusahaan ini tercatat mengerjakan tiga paket di Bener Meriah dan Aceh Besar dengan total Rp 2,99 miliar. Pada 2026, nilainya meningkat menjadi Rp 6,79 miliar setelah memenangkan dua paket di Aceh Utara.<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":165862,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[31058,12569,12518,30962,60066,60065,59925,60063,57191,3146,60064],"class_list":["post-165852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-apba-aceh","tag-dana-otsus-aceh","tag-disdik-aceh","tag-e-katalog-aceh","tag-investigasi-aceh","tag-monopoli-proyek","tag-pengadaan-aceh","tag-proyek-meubelair-aceh","tag-sekolah-aceh","tag-utama","tag-vendor-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-20-at-193234-e1779280680108.jpeg?fit=1200%2C800&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=165852"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/165852\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/165862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=165852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=165852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=165852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}