{"id":166204,"date":"2026-05-25T22:04:08","date_gmt":"2026-05-25T15:04:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=166204"},"modified":"2026-05-25T22:04:08","modified_gmt":"2026-05-25T15:04:08","slug":"ratusan-proyek-masuk-rup-realisasi-baru-41-paket-sejumlah-rekanan-kuasai-fase-awal-pekerjaan-pupr-aceh-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/05\/25\/ratusan-proyek-masuk-rup-realisasi-baru-41-paket-sejumlah-rekanan-kuasai-fase-awal-pekerjaan-pupr-aceh-besar\/","title":{"rendered":"Ratusan Proyek Masuk RUP, Realisasi Baru 41 Paket: Sejumlah Rekanan Kuasai Fase Awal Pekerjaan PUPR Aceh Besar"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Pergerakan proyek pembangunan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Besar mulai menjadi perhatian setelah data monitoring pengadaan per 25 Mei 2026 menunjukkan kesenjangan cukup lebar antara perencanaan dan realisasi.<\/p>\n<p>Berdasarkan data SiRUP LKPP, Dinas PUPR Aceh Besar telah memasukkan lebih dari 428 paket pekerjaan ke dalam dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2026.<\/p>\n<p>Namun hingga penghujung Mei, realisasi yang tercatat baru mencapai 41 paket dengan nilai sekitar Rp4.074.227.024.<\/p>\n<p>Jika dihitung berdasarkan jumlah paket, progres pelaksanaan masih berada pada kisaran 9,5 persen.<\/p>\n<p>Angka ini muncul ketika kalender anggaran telah memasuki akhir Kuartal II, periode yang umumnya mulai menunjukkan percepatan pembangunan fisik seperti jalan, drainase, normalisasi saluran, hingga pekerjaan infrastruktur lainnya.<\/p>\n<p>Yang menarik, seluruh paket yang telah terealisasi sejauh ini masih menggunakan metode Pengadaan Langsung (PL).<\/p>\n<p>Artinya, pekerjaan yang bergerak lebih dahulu masih didominasi proyek berskala kecil.<\/p>\n<p>Sementara paket-paket strategis yang lazim menggunakan mekanisme Tender maupun Seleksi belum terlihat mendominasi daftar realisasi.<\/p>\n<p>Padahal, sektor PUPR menjadi salah satu tulang punggung pembangunan daerah, mulai dari jalan dan jembatan, jaringan irigasi, sistem drainase, penataan kawasan, hingga pengelolaan sumber daya air.<\/p>\n<p>Di balik progres yang masih terbatas itu, peta penyedia pekerjaan tahap awal mulai terlihat.<\/p>\n<p>Data realisasi menunjukkan CV Meutia Konstruksi menjadi rekanan dengan frekuensi paket terbanyak pada fase awal pelaksanaan, yakni 8 paket dengan nilai sekitar Rp823,45 juta.<\/p>\n<p>Posisi berikutnya ditempati CV Putra Aceh Karya dengan 6 paket senilai Rp612,78 juta, disusul CV Berkah Jaya Konstruksi yang menangani 5 paket dengan nilai mendekati Rp498,6 juta.<\/p>\n<p>Selain itu, terdapat pula nama-nama lain seperti CV Tiga Bersaudara, CV Aceh Megah Konsultan, CV Karya Mandiri Aceh, CV Bina Teknik Perkasa, CV Yukon Karya, CV Nusa Indah Konstruksi, dan CV Gema Konstruksi Aceh.<\/p>\n<p>Jika digabungkan, tiga penyedia teratas menyerap lebih dari 47 persen nilai realisasi tahap awal.<\/p>\n<p>Meski demikian, konsentrasi paket pada sejumlah penyedia tidak otomatis menunjukkan pelanggaran, mengingat seluruh pekerjaan masih berada pada skema Pengadaan Langsung dan perlu dilihat berdasarkan kebutuhan lapangan, lokasi pekerjaan, serta jadwal pelaksanaan.<\/p>\n<p>Yang kini menjadi perhatian publik justru adalah kapan proyek-proyek strategis mulai bergerak.<\/p>\n<p>Sebab hingga akhir Mei, mayoritas realisasi masih terkonsentrasi pada pekerjaan awal sektor jalan, drainase, normalisasi saluran, serta irigasi.<\/p>\n<p>Sementara pekerjaan bernilai besar yang diproyeksikan melalui mekanisme tender masih belum terlihat signifikan dalam data realisasi.<\/p>\n<p>Monitoring juga memperlihatkan 39 paket telah selesai, sedangkan dua paket masih berada pada tahap berlangsung, yakni pekerjaan Normalisasi Saluran Pembuang Gampong Leu Ue dan Normalisasi Saluran Pembuang Blang Paya.<\/p>\n<p>Jika percepatan proyek besar tidak segera dilakukan, potensi penumpukan pekerjaan pada semester kedua dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama menjelang periode akhir tahun anggaran.<\/p>\n<p>Publik kini menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai progres paket-paket strategis yang telah masuk perencanaan namun belum banyak muncul pada sisi realisasi.<\/p>\n<p>Karena bagi masyarakat, keberhasilan pembangunan bukan sekadar jumlah paket yang tercatat dalam sistem, tetapi hasil fisik yang benar-benar hadir di lapangan.<\/p>\n<p>Hingga akhir Mei 2026, data masih meninggalkan satu pertanyaan besar:<\/p>\n<p>Ratusan proyek sudah direncanakan. Tetapi kapan proyek-proyek utama mulai bergerak?<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/166204?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Data realisasi menunjukkan CV Meutia Konstruksi menjadi rekanan dengan frekuensi paket terbanyak pada fase awal pelaksanaan, yakni 8 paket dengan nilai sekitar Rp823,45 juta.<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":166206,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-166204","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-25-at-213424-e1779721391332.jpeg?fit=1200%2C800&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/166204","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=166204"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/166204\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/166206"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=166204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=166204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=166204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}