{"id":166747,"date":"2026-06-03T17:24:16","date_gmt":"2026-06-03T10:24:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=166747"},"modified":"2026-06-03T21:00:26","modified_gmt":"2026-06-03T14:00:26","slug":"50-paket-pengadaan-bibit-dlhk-aceh-diduga-terkait-pokir-dpra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/06\/03\/50-paket-pengadaan-bibit-dlhk-aceh-diduga-terkait-pokir-dpra\/","title":{"rendered":"50 Paket Pengadaan Bibit DLHK Aceh Diduga Pokir DPRA"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Transparansi Tender Indonesia (TTI) mengungkap dugaan adanya indikasi red flag dalam puluhan paket pengadaan bibit tanaman di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh yang diduga berkaitan dengan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).<\/p>\n<p>Menurut Koordinator TTI Nasruddin Bahar, hingga awal Juni 2026 tingkat pengumuman paket pengadaan pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) masih sekitar 31,6 persen.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut dinilai menimbulkan pertanyaan publik karena masih banyak kegiatan yang belum diumumkan secara terbuka.<\/p>\n<p>&#8220;Masih banyak kegiatan yang belum diumumkan tanpa alasan yang jelas. Padahal berdasarkan aturan LKPP, seluruh paket pengadaan tahun anggaran berjalan harus diumumkan melalui aplikasi SiRUP paling lambat 31 Maret,&#8221; kata Nasruddin Bahar kepada media, Selasa (2\/6\/2026).<\/p>\n<p>Ia menyebutkan terdapat sedikitnya 50 paket pengadaan bibit tanaman dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah yang tersebar di berbagai kabupaten\/kota di Aceh.<\/p>\n<p>Paket-paket tersebut meliputi pengadaan bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS), bibit tanaman produktif, penghijauan daerah aliran sungai (DAS), bibit mangrove, penghijauan kawasan strategis hingga bibit hutan rakyat.<\/p>\n<p>Berikut daftar paket yang disorot TTI:<\/p>\n<p>Penyediaan Bibit MPTS Kabupaten Bireuen Rp235,382 juta.<\/p>\n<p>Penyediaan Bibit MPTS Kabupaten Aceh Tengah Rp172,745 juta.<\/p>\n<p>Penyediaan Bibit MPTS mitigasi bencana alam Kabupaten Aceh Tengah Rp345,128 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS areal preservasi mitigasi bencana Kabupaten Pidie Rp733,397 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS Kabupaten Aceh Tamiang Rp285 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS Kabupaten Aceh Timur Rp285 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS Kabupaten Aceh Tengah Rp217,420 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS Kabupaten Aceh Barat Rp349,970 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS Kabupaten Aceh Tengah Rp553,930 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS Kabupaten Bener Meriah Rp545,512 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS Kabupaten Nagan Raya Rp349,971 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit Tanaman Produktif Kabupaten Aceh Tamiang Rp474,551 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit Tanaman Kabupaten Aceh Jaya Rp638,486 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit Tanaman Produktif Kabupaten Aceh Timur Rp236,600 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit Tanaman Produktif Kabupaten Aceh Tengah Rp266,600 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit Tanaman Produktif Kabupaten Aceh Utara Rp266,300 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit Tanaman Produktif Kabupaten Aceh Tengah Rp345,128 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit Tanaman Berkesesuaian Kabupaten Aceh Utara Rp440 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Tanaman Produktif Kabupaten Pidie Jaya Rp784,420 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Tanaman Produktif Kabupaten Pidie Rp937 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Tanaman Produktif Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie Rp926,650 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Tanaman Produktif Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie Rp937,300 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Tanaman Produktif Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie Rp937,300 juta.<\/p>\n<p>Penghijauan Kawasan Strategis Kabupaten Aceh Tamiang Rp440 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS Siap Salur KPH I Rp300 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS KPH II Rp500 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS KPH V Rp500 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS KPH VII Rp500 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS Kelompok Kabupaten Aceh Selatan Rp132,700 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit MPTS Kelompok Kabupaten Bireuen Rp132,700 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit Kelompok Kabupaten Bener Meriah Rp132,700 juta.<\/p>\n<p>Penyediaan Bibit Tanaman Penghijauan DAS Aceh Besar Rp428,150 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit Tanaman DAS Aceh Utara Rp428,150 juta.<\/p>\n<p>Pengembangan Penghijauan Tempat Umum Kabupaten Aceh Tenggara Rp240 juta.<\/p>\n<p>Pengembangan Penghijauan Tempat Umum Kabupaten Gayo Lues Rp240 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit Penghijauan Sempadan Sungai Kabupaten Aceh Besar Rp200 juta.<\/p>\n<p>Pengadaan Bibit Penghijauan Sekolah Kabupaten Pidie Rp250 juta.<\/p>\n<p>Bibit MPTS Kabupaten Aceh Timur Rp620,353 juta.<\/p>\n<p>Bibit MPTS Kabupaten Pidie Jaya Rp732,077 juta.<\/p>\n<p>Bibit MPTS Kabupaten Bener Meriah Rp431,398 juta.<\/p>\n<p>Bibit Mangrove Kabupaten Aceh Tamiang Rp230,116 juta.<\/p>\n<p>Bibit MPTS Kabupaten Bireuen Rp825,038 juta.<\/p>\n<p>Bibit MPTS Kabupaten Bener Meriah Rp569,200 juta.<\/p>\n<p>Pengembangan Tanaman Unggul Kabupaten Bener Meriah Rp431,398 juta.<\/p>\n<p>Bibit Mangrove Kabupaten Aceh Tamiang Rp416,379 juta.<\/p>\n<p>Bibit Mangrove Kota Langsa Rp178,753 juta.<\/p>\n<p>Bibit Mangrove Kabupaten Aceh Tamiang Rp230,116 juta.<\/p>\n<p>Bibit Hutan Rakyat Kabupaten Aceh Utara Rp221,200 juta.<\/p>\n<p>Bibit Hutan Rakyat Kabupaten Pidie Rp221,200 juta.<\/p>\n<p>Bibit Hutan Mangrove Kabupaten Aceh Tamiang Rp416,379 juta.<\/p>\n<p>Selain 50 paket tersebut, TTI juga menemukan satu kegiatan lain berupa pengadaan bibit mangrove senilai Rp500 juta yang turut menjadi perhatian karena belum dijelaskan secara rinci lokasi dan peruntukannya.<\/p>\n<p>Nasruddin menilai pola pengadaan yang tersebar di berbagai daerah dengan nilai paket yang relatif besar dan sejumlah kegiatan yang memiliki nilai hampir serupa perlu mendapat perhatian dari aparat pengawasan.<\/p>\n<p>Menurutnya, transparansi dalam tahap perencanaan sangat penting untuk mencegah potensi pengaturan proyek maupun penyimpangan anggaran.<\/p>\n<p>&#8220;Indikasi yang muncul adalah adanya dugaan persekongkolan antara KPA dengan pihak yang memiliki kepentingan terhadap pokir tersebut. Mereka diduga tidak ingin masyarakat mengetahui secara rinci jenis pengadaan yang akan dilaksanakan. Namun dugaan ini tentu harus dibuktikan melalui audit dan pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>TTI mendesak DLHK Aceh segera mengumumkan seluruh paket pengadaan yang belum tercantum dalam SiRUP serta membuka informasi secara lengkap kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran daerah sekaligus memastikan program penghijauan dan rehabilitasi lingkungan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak DLHK Aceh terkait dugaan yang disampaikan Transparansi Tender Indonesia tersebut.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/166747?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Paket-paket tersebut meliputi pengadaan bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS), bibit tanaman produktif, penghijauan daerah aliran sungai (DAS), bibit mangrove, penghijauan kawasan strategis hingga bibit hutan rakyat.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":166748,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[60512,60648,30967,60647,31590,37797],"class_list":["post-166747","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-dinas-lingkungan-hidup-dan-kehutanan-dlhk-aceh","tag-mpts","tag-nasruddin-bahar","tag-pengadaan-bibit-tanaman","tag-pokir-dpra","tag-transparansi-tender-indonesia-tti"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/06\/kantor_dlhk_aceh1.jpg?fit=1217%2C733&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/166747","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=166747"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/166747\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/166748"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=166747"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=166747"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=166747"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}