{"id":166987,"date":"2026-06-07T09:07:17","date_gmt":"2026-06-07T02:07:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=166987"},"modified":"2026-06-07T09:07:17","modified_gmt":"2026-06-07T02:07:17","slug":"cek-midi-alam-peudeung-memiliki-dasar-historis-yang-jelas-dalam-manuskrip-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/06\/07\/cek-midi-alam-peudeung-memiliki-dasar-historis-yang-jelas-dalam-manuskrip-aceh\/","title":{"rendered":"Cek Midi: Alam Peudeung Memiliki Dasar Historis yang Jelas dalam Manuskrip Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Direktur Rumoh Manuskrip Aceh, Tarmizi A Hamid atau akrab disapa Cek Midi, menegaskan bahwa Alam Peudeung memiliki landasan sejarah yang kuat dan terdokumentasi dalam berbagai manuskrip kuno Aceh yang masih dapat diteliti hingga saat ini.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk \u201cAlam Peudeung Sebagai Pemersatu\u201d yang diselenggarakan Komando Aneuk Muda Alam Peudeung (Komandan) Al Asyi bersama Yayasan Sultan Alaiddin Mansyursyah di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I, Banda Aceh, Sabtu (6\/6\/2026).<\/p>\n<p>Dalam paparannya, Cek Midi menekankan pentingnya mempelajari kembali manuskrip-manuskrip peninggalan masa lalu sebagai sumber pengetahuan untuk memahami sejarah, identitas, dan peradaban Aceh.<\/p>\n<p>Menurutnya, Alam Peudeung bukan sekadar simbol atau lambang yang diwariskan dari masa Kesultanan Aceh Darussalam, melainkan memiliki literasi dan referensi sejarah yang jelas dalam berbagai naskah kuno Aceh.<\/p>\n<p>\u201cAlam Peudeung memiliki literasi yang jelas, tertulis dalam manuskrip-manuskrip Aceh masa lalu, yang bisa dikaji dan diteliti hingga sekarang. Generasi muda Aceh perlu belajar dari sejarah,\u201d ujar Cek Midi.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, setiap unsur yang terdapat dalam Alam Peudeung mengandung makna filosofis yang mencerminkan karakter dan nilai-nilai yang dianut Kesultanan Aceh Darussalam.<\/p>\n<p>Warna merah yang mendominasi Alam Peudeung, kata dia, melambangkan keberanian, kepahlawanan, ketegasan, serta kedaulatan politik Kesultanan Aceh Darussalam.<\/p>\n<p>Sementara itu, simbol pedang terhunus yang berada di bagian bawah bendera menggambarkan penegakan keadilan, perlindungan hukum, serta kehormatan militer yang selalu siap mempertahankan negeri dari ancaman penjajahan.<\/p>\n<p>\u201cPedang tersebut bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga melambangkan komitmen terhadap keadilan dan perlindungan terhadap rakyat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, simbol bulan dan bintang yang terdapat pada Alam Peudeung menunjukkan bahwa Kesultanan Aceh Darussalam berdiri di atas fondasi ajaran Islam yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.<\/p>\n<p>Cek Midi juga mengingatkan bahwa manuskrip-manuskrip Aceh merupakan warisan intelektual yang sangat berharga dan perlu terus dilestarikan. Menurutnya, banyak nilai sejarah dan kebijaksanaan masa lalu yang dapat dipetik untuk menjawab berbagai tantangan masa kini.<\/p>\n<p>\u201cBelajar dari masa lalu bukan berarti hidup di masa lalu. Justru dengan memahami sejarah, kita dapat menata masa depan yang lebih baik dan tetap berpegang pada jati diri sebagai bangsa Aceh,\u201d katanya.<\/p>\n<p>FGD tersebut turut menghadirkan cendikiawan Aceh dan mantan Rektor UIN Ar-Raniry Prof Yusni Sabi, Pang Ulee Komandan Al Asyi Tuanku Warul Waliddin serta Korwil BEM-SI Aceh Tengku Raja Aulia Habibi. Para pemateri sepakat bahwa penguatan pemahaman sejarah menjadi salah satu kunci untuk menjaga identitas, persatuan, dan keberlanjutan peradaban Aceh di masa depan.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/166987?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013 Direktur Rumoh Manuskrip Aceh, Tarmizi A Hamid atau akrab disapa Cek Midi, menegaskan bahwa Alam Peudeung memiliki landasan sejarah yang kuat dan terdokumentasi dalam berbagai manuskrip kuno Aceh yang masih dapat diteliti hingga saat ini. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk \u201cAlam Peudeung Sebagai Pemersatu\u201d yang diselenggarakan Komando [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":166988,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[60804,14102,14103,65,12886,60781],"class_list":["post-166987","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-alam-peudeung","tag-cek-midi","tag-rumoh-manuskrip-aceh","tag-sejarah-aceh","tag-tarmizi-a-hamid","tag-tuanku-warul-waliddin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/06\/1780796460366.jpg?fit=988%2C951&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/166987","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=166987"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/166987\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/166988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=166987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=166987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=166987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}