{"id":167739,"date":"2026-06-17T23:36:55","date_gmt":"2026-06-17T16:36:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=167739"},"modified":"2026-06-17T23:36:55","modified_gmt":"2026-06-17T16:36:55","slug":"kawasan-wisata-bukit-lamreh-ditutup-akibat-pungli-dan-premanisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/06\/17\/kawasan-wisata-bukit-lamreh-ditutup-akibat-pungli-dan-premanisme\/","title":{"rendered":"Kawasan Wisata Bukit Lamreh Ditutup Akibat Pungli dan Premanisme"},"content":{"rendered":"<p><strong>Aceh Besar, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Kawasan wisata Bukit Lamreh yang berada di Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, dikabarkan ditutup sementara.<\/p>\n<p>Keputusan tersebut diambil menyusul maraknya dugaan praktik pungutan liar (pungli), aksi premanisme, serta berbagai keluhan pengunjung yang dinilai telah merusak kenyamanan dan citra pariwisata Aceh.<\/p>\n<p>Informasi penutupan tersebut beredar luas melalui media sosial pada Rabu (17\/6\/2026). Dalam pengumuman yang diunggah pengelola, disebutkan bahwa Bukit Lamreh ditutup sementara untuk dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kawasan wisata tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Karena banyaknya permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini, untuk sementara kami tutup guna evaluasi terkait pungli dan oknum preman yang memeras pengunjung,&#8221; demikian isi pengumuman yang beredar.<\/p>\n<p>Pengelola juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh maupun wisatawan yang selama ini merasa tidak nyaman akibat tindakan sejumlah oknum yang diduga melakukan pemalakan dan pungutan tidak resmi di kawasan wisata tersebut.<\/p>\n<p>Penutupan sementara ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Aceh.<\/p>\n<p>Organisasi tersebut menyatakan apresiasinya terhadap langkah berani yang diambil pengelola demi membenahi tata kelola destinasi wisata unggulan tersebut.<\/p>\n<p>Ketua Badan Otonom (Banom) Kominfo DPW Gekrafs Aceh, Teuku Rahmad Iqbal, mengatakan penutupan sementara Bukit Lamreh bukan sekadar penghentian aktivitas wisata, melainkan momentum penting untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sektor pariwisata.<\/p>\n<p>Menurutnya, praktik pungli dan premanisme yang meresahkan wisatawan tidak boleh lagi dibiarkan karena berpotensi merusak citra Aceh sebagai daerah tujuan wisata yang aman, ramah, dan religius.<\/p>\n<p>&#8220;Aceh selama ini dikenal memiliki keindahan alam kelas dunia dan masyarakat yang ramah. Namun citra positif itu bisa rusak hanya karena ulah segelintir oknum yang melakukan pungli maupun tindakan intimidatif terhadap wisatawan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, wisatawan datang ke Aceh untuk menikmati keindahan alam dan budaya, bukan untuk menghadapi pungutan yang tidak jelas ataupun rasa tidak aman selama berkunjung.<\/p>\n<p>&#8220;Di era digital saat ini, satu pengalaman buruk wisatawan dapat menyebar sangat cepat melalui media sosial dan berdampak besar terhadap promosi pariwisata yang telah dibangun selama bertahun-tahun,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Bukit Lamreh sendiri merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Aceh Besar yang terkenal dengan panorama perbukitan hijau berpadu dengan hamparan laut biru Samudera Hindia.<\/p>\n<p>Kawasan ini kerap menjadi tujuan wisatawan lokal maupun luar daerah untuk menikmati pemandangan alam dan berfoto di sejumlah titik ikonik.<\/p>\n<p>Namun dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah keluhan terkait dugaan pungutan tidak resmi di kawasan tersebut ramai diperbincangkan publik.<\/p>\n<p>Bahkan sebelumnya pernah muncul laporan wisatawan yang mengeluhkan biaya masuk yang dinilai tidak transparan serta adanya pungutan tambahan yang memberatkan pengunjung.<\/p>\n<p>Fenomena pungli di kawasan wisata juga menjadi perhatian aparat kepolisian. Polda Aceh sebelumnya telah beberapa kali melakukan operasi pemberantasan premanisme dan pungutan liar di sejumlah objek wisata di Aceh Besar sebagai bagian dari upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan.<\/p>\n<p>Teuku Rahmad Iqbal berharap penutupan sementara Bukit Lamreh dapat dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi total, mulai dari sistem pengelolaan, keamanan, pelayanan wisatawan, hingga penataan mekanisme retribusi yang lebih transparan dan profesional.<\/p>\n<p>Menurutnya, pembenahan destinasi wisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>&#8220;Ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Jangan sampai keindahan alam Aceh kalah oleh praktik-praktik yang merugikan wisatawan. Kita harus menjaga marwah pariwisata Aceh,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Masyarakat dan pelaku usaha pariwisata kini berharap proses evaluasi dapat segera diselesaikan sehingga Bukit Lamreh dapat kembali dibuka dengan sistem pengelolaan yang lebih baik, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengunjung.<\/p>\n<p>Penutupan sementara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh keamanan, pelayanan, serta bebasnya destinasi wisata dari praktik pungli dan premanisme yang dapat merusak kepercayaan wisatawan.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/167739?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh Besar, Infoaceh.net \u2013 Kawasan wisata Bukit Lamreh yang berada di Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, dikabarkan ditutup sementara. Keputusan tersebut diambil menyusul maraknya dugaan praktik pungutan liar (pungli), aksi premanisme, serta berbagai keluhan pengunjung yang dinilai telah merusak kenyamanan dan citra pariwisata Aceh. Informasi penutupan tersebut beredar luas melalui media sosial pada Rabu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":167740,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[61250,2437,29151,61249,3862,61251,3169,3146],"class_list":["post-167739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-bukit-lamreh","tag-ditutup","tag-gekrafs-aceh","tag-kawasan-wisata-aceh-besar","tag-kecamatan-mesjid-raya","tag-premanisme","tag-pungli","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/06\/Screenshot_20260617_224051_Instagram.jpg?fit=1026%2C605&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/167739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=167739"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/167739\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/167740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=167739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=167739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=167739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}