{"id":167800,"date":"2026-06-19T00:01:00","date_gmt":"2026-06-18T17:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=167800"},"modified":"2026-06-19T00:01:00","modified_gmt":"2026-06-18T17:01:00","slug":"kadispar-sabang-pastikan-tindak-pelaku-pungli-di-kawasan-wisata-iboih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/06\/19\/kadispar-sabang-pastikan-tindak-pelaku-pungli-di-kawasan-wisata-iboih\/","title":{"rendered":"Kadispar Sabang Pastikan Tindak Pelaku Pungli di Kawasan Wisata Iboih"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sabang, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Sabang, Harry Susethia menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap maraknya dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum di kawasan wisata.<\/p>\n<p>Pemerintah menilai praktik tersebut bukan hanya pelanggaran terhadap aturan, tetapi juga ancaman nyata terhadap citra pariwisata Sabang yang tengah dibangun dan dipromosikan.<\/p>\n<p>Menanggapi munculnya keluhan wisatawan serta sorotan publik di media sosial, Harry menyatakan Dinas Pariwisata akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Gampong melalui Keuchik setempat dan aparat Kepolisian untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKami selaku Dinas Pariwisata akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Gampong (Keuchik) dan Kepolisian terkait maraknya dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum. Terhadap perilaku tersebut akan kami ambil tindakan tegas,\u201d ujar Harry Susethia, Kamis (18\/6\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Harry, tindakan oknum yang memanfaatkan aktivitas wisata untuk melakukan pungutan di luar mekanisme resmi tidak bisa ditoleransi karena berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap destinasi wisata Sabang.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, pembangunan sektor pariwisata tidak hanya berbicara soal promosi dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut integritas pelayanan, kenyamanan wisatawan, serta kepastian tata kelola di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cPerilaku oknum seperti ini dapat merusak citra positif pariwisata yang sedang kita bangun di Kota Sabang. Bahkan dapat mengganggu kenyamanan wisatawan dan ketertiban umum masyarakat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Harry mengingatkan bahwa seluruh bentuk pungutan kepada wisatawan harus dilakukan secara terbuka, memiliki dasar yang jelas, dan disertai bukti pembayaran resmi.<\/p>\n<p>Karena itu, Dinas Pariwisata mengimbau seluruh wisatawan agar tidak memberikan uang apabila tidak disertai karcis retribusi resmi yang diterbitkan pemerintah atau pihak berwenang.<\/p>\n<p>Selain itu, masyarakat dan pengunjung diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik serupa di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cKami menghimbau kepada wisatawan agar tidak memberikan uang apabila tidak disertai dengan karcis retribusi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Jika menemukan dugaan pungli, segera laporkan kepada aparat penegak hukum terdekat,\u201d tambah Harry.<\/p>\n<p>Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kota Sabang tidak ingin praktik-praktik yang merugikan wisatawan terus berulang dan menjadi penghambat upaya menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata yang tertib, nyaman dan berdaya saing.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/167800?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabang, Infoaceh.net \u2013 Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Sabang, Harry Susethia menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap maraknya dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum di kawasan wisata. Pemerintah menilai praktik tersebut bukan hanya pelanggaran terhadap aturan, tetapi juga ancaman nyata terhadap citra pariwisata Sabang yang tengah dibangun dan dipromosikan. Menanggapi munculnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":167801,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[61288,61287,61282,61283],"class_list":["post-167800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-herry-susethia","tag-kadispar-sabang","tag-pungli-retribusi-wisata","tag-teupin-layeu-iboih"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/06\/hs1.jpg?fit=784%2C693&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/167800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=167800"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/167800\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/167801"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=167800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=167800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=167800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}